Klau Atok Meninggal di Australia akibat Kanker Otak, Jenazah Dipulangkan ke Malaka

Emanuel Boli
Dilihat 112x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Klau Atok Meninggal di Australia akibat Kanker Otak, Jenazah Dipulangkan ke Malaka
Jenazah atas nama Stefanus Klau Atok (42), warga Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 10.45 WITA menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA 456. Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memfasilitasi pemulangan jenazah seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) atau Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Malaka yang meninggal dunia di Australia.

Jenazah atas nama Stefanus Klau Atok (42), warga Desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka tiba di Bandara El Tari Kupang, Sabtu, 18 Juli 2026 pukul 10.45 WITA menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA 456.

Berdasarkan dokumen Surat Keterangan Membawa Jenazah Nomor 1251/KMI/SYD/KONS/VII/2026 yang diterbitkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Stefanus Klau Atok merupakan Warga Negara Indonesia yang selama ini berdomisili di Yeppoon, Queensland, Australia.

Dia meninggal dunia di Rockhampton Hospital, Rockhampton, pada 15 Juni 2026. Keterangan tersebut mengacu pada Death Certificate Nomor 2026/19608 yang diterbitkan oleh Kantor Catatan Kelahiran, Kematian dan Pernikahan Queensland pada 3 Juli 2026.

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa penyebab kematian Kalau Atak adalah:

Mediastinal infection due to metastatic disease (infeksi mediastinum akibat penyakit kanker yang telah bermetastasis); Diffuse infiltrative glioma of the left temporal lobe (glioma infiltratif difus pada lobus temporal kiri);

Selain itu, epilepsy due to brain tumor (epilepsi akibat tumor otak); serta traumatic intracranial haemorrhage due to injury (perdarahan intrakranial traumatik akibat cedera).

Berdasarkan Surat Keterangan Pelaporan Kematian Nomor 01250/SYD/CONS/DTH/SK/07/2026 yang diterbitkan KJRI Sydney, Stefanus Klau Atok tinggal di Yeppoon, Queensland, Australia.

Dokumen tersebut juga menerangkan bahwa jenazah direpatriasi ke Indonesia oleh Finlayson and McKenzie Funeral Directors dari Queensland pada 15 Juli 2026.

KJRI Sydney menegaskan bahwa surat tersebut merupakan surat keterangan pelaporan kematian dan bukan merupakan akta kematian.

Menurut keterangan keluarga, almarhum telah bekerja di Australia selama kurang lebih delapan tahun. Ia terakhir kali pulang ke Indonesia pada Desember 2025.

Adik kandung almarhum, Mesak, mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana Stefanus berangkat ke Australia. Namun, ia mengatakan selama bekerja di luar negeri, almarhum rutin membantu keluarga di kampung halaman.

"Berangkat ke Australia sudah lama sekali. Pernah pulang pada Desember tahun 2025. Saat berangkat saya kurang tahu, tetapi selama di sana dia sering kirim uang untuk keluarga," kata Mesak.

Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

"Turut berduka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tuturnya.

Dia kembali mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan bekerja secara prosedural, tambah dia, pekerja migran akan memperoleh perlindungan sejak proses penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air.

"Kalau kita berangkat secara prosedural, tentu hak-hak terkait asuransi akan diserahkan secara utuh. Biaya pemakaman, biaya uang duka, dan kemudian beasiswa akan diberikan kepada anak yang masih usia sekolah. Kalau berangkat secara Nonprosedural, hak-hak itu tidak bisa diberikan," harap Geo Amang.

Sebelum diberangkatkan ke kampung halaman menggunakan mobil ambulans BP3MI NT, jenazah didoakan oleh imam Katolik di Kargo Bandara. ** (EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan