PMI Asal Malaka Meninggal di Malaysia akibat Cardiomyopathy, BP3MI NTT Catat Pemulangan Jenazah ke-80

Emanuel Boli
Dilihat 176x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
PMI Asal Malaka Meninggal di Malaysia akibat Cardiomyopathy, BP3MI NTT Catat Pemulangan Jenazah ke-80
Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) atas nama Blasius Modok (59), warga Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, tiba di Bandara El Tari Kupang pada Minggu (5/7/2026) menggunakan pesawat Citilink QG 602 pada pukul 06.00 WITA. Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memfasilitasi pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Malaka.

Jenazah atas nama Blasius Modok (59), warga Desa Kereana, Kecamatan Botin Leobele, Kabupaten Malaka, tiba di Bandara El Tari Kupang pada Minggu (5/7/2026) menggunakan pesawat Citilink QG 602 pada pukul 06.00 WITA.

"Ini jenazah yang ke- 80. Dari 80, hanya dua yang prosedural, termasuk dua anak PMI," kata Steven BP3MI NTT saat dikonfirmasi di Kargo Bandara.

Setibanya di Kupang, tim BP3MI NTT bersama pihak kargo melakukan proses penerimaan jenazah sebelum diberangkatkan ke kampung halaman.

Sebelum pemulangan menggunakan ambulans, keluarga bersama petugas juga menggelar doa bersama di Terminal Kargo Bandara.

Berdasarkan Daftar Kematian Nomor 2256434 tanggal 1 Juli 2026 yang diterbitkan Hospital Sultan Ismail, Johor Bahru, Malaysia, Blasius Modok dinyatakan meninggal dunia pada 1 Juli 2026 pukul 00.35 waktu setempat dengan penyebab kematian cardiomyopathy.

Peristiwa kematian tersebut juga telah tercatat dalam Daftar Kematian Warga Negara Indonesia di Johor Bahru, Malaysia.

BP3MI NTT menyebutkan bahwa status keberangkatan almarhum ke Malaysia adalah nonprosedural atau jalur tidak resmi.

Kakak kandung almarhum, Hilaria Mea (63), mengungkapkan bahwa Blasius Modok belum menikah dan telah lama bekerja di Malaysia.

"Almarhum belum menikah. Pernah pulang pada tahun 2013. Tamat SD langsung berangkat ke Malaysia. Pergi sendiri secara mandiri dan sering mengirim uang untuk keluarga," ujar Hilaria Mea saat ditemui di Kargo Bandara.

Keluarga lainnya yang turut menjemput jenazah menambahkan bahwa selama bekerja di Malaysia, Blasius bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan yang bergerak di bidang bangunan.

"Di sana bawa oto (sopir). Di perusahaan yang bergerak di bidang bangunan," ujar anggota keluarga yang datang dari Kabupaten Malaka.

Sementara itu, berdasarkan surat keterangan dari Kepolisian Malaysia, rekan kerja almarhum bernama Abi Antonius, seorang kontraktor, tidak melihat Blasius berada di tempat kerja pada 30 Juni 2026.

Karena merasa khawatir, Antonius Abi kemudian mendatangi rumah Blasius di kawasan Tapak Pembinaan Eco Cascadia, Johor Bahru.

Setibanya di lokasi, rumah dalam keadaan terkunci. Setelah berupaya masuk bersama rekannya, Frans, mereka menemukan Blasius dalam posisi terbaring.

Abi kemudian menghubungi nomor darurat 999 untuk meminta bantuan. Tidak lama kemudian, ambulans dari Hospital Sultan Ismail tiba di lokasi dan petugas medis menyatakan Blasius Modok telah meninggal dunia.

Setelah seluruh proses administrasi dan serah terima selesai dilaksanakan, jenazah selanjutnya diberangkatkan menuju Kabupaten Malaka untuk dimakamkan oleh pihak keluarga. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan