Rakorcab Pospera TTS Bahas Program Kerakyatan dan Desak Penyelesaian Berbagai Persoalan Daerah
Soe- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menggelar Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab) bagian pertama bagi Pengurus Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten TTS di Kota Soe pada 10–12 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi forum evaluasi berbagai program kerakyatan yang telah dijalankan sekaligus merumuskan arah perjuangan organisasi pada periode mendatang.
"Rapat Koordinasi Cabang ini bertujuan mengevaluasi banyak program yang sudah dikerjakan untuk rakyat sebagai bentuk kepedulian dan sesungguhnya menjadi tujuan berdirinya Organisasi Pospera di Kabupaten Timor Tengah Selatan," kata Ketua DPC Pospera TTS, Yerim Yos Fallo.
Ia menuturkan, selama ini DPC Pospera TTS telah mengawal dan memperjuangkan sejumlah program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Program-program tersebut, lanjut dia, meliputi bantuan dua unit ambulans, dua unit bus sekolah, bantuan air bersih, perjuangan penyediaan listrik di 12 desa.
Selain itu, bantuan rumah layak huni, pembangunan ruang kelas sekolah, pemasangan meteran listrik gratis bagi 140 kepala keluarga kurang mampu, serta perjuangan memperoleh Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 250 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA.
Pospera TTS juga menyebutkan telah memperjuangkan beasiswa kuliah gratis bagi 50 mahasiswa asal TTS, melakukan pendampingan kasus pertanahan masyarakat di 116 desa, termasuk di wilayah Kualin dan Besipae, serta memberikan pendampingan terhadap berbagai persoalan masyarakat dan bantuan sosial lainnya.
Rakorcab tersebut juga menjadi momentum untuk melanjutkan perjuangan organisasi melalui penyamaan persepsi seluruh pengurus dalam merumuskan arah kerja Pospera ke depan.
Kegiatan mengusung tema "Jadilah Terang bagi Sesama" dan dihadiri sekitar 300 pengurus Pospera dari 17 kecamatan beserta pengurus ranting se-Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Sementara itu, pada Senin (13/7/2026), Ketua Pospera TTS, Yerim Yos Fallo, menyampaikan sejumlah pernyataan sikap organisasi kepada pemerintah daerah.
Pospera mendesak Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan agar segera menyelesaikan pembangunan bantuan rumah bagi masyarakat Desa Kuatae.
Selain itu, Pospera juga meminta pemerintah segera menangani titik-titik longsor di seluruh wilayah Kabupaten TTS, menyelesaikan persoalan tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, serta segera menerbitkan izin operasional bagi PAUD di Biloto dan Dusun Saukuna, Desa Nobi-Nobi.
Dalam pernyataan sikap tersebut, Pospera turut mendesak percepatan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh Kabupaten Timor Tengah Selatan.
Organisasi itu juga meminta pemerintah segera melakukan inventarisasi terhadap 116 desa yang berada dalam kawasan hutan dan berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan agar tanah milik masyarakat dapat dikeluarkan dari kawasan hutan dan dikembalikan kepada warga yang berhak.
Selain itu, Pospera TTS meminta agar pelayanan di Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking terus dimaksimalkan sehingga masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Rakorcab ditutup dengan penegasan komitmen organisasi untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui semangat "Berjuang Bersama Rakyat tanpa Keraguan." ** (R/HLNTT02)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
BP3MI NTT dan KBRI Bantu Cairkan Gaji PMI Asal Belu yang Tertahan 10 Tahun
Kemlu Pastikan Penanganan Jenazah PMI Chatrine Rohi di Malaysia Sesuai Prosedur
Jenazah PMI Asal Kupang Diautopsi, BP3MI NTT: Tidak Ada Pengambilan Organ
GEMPA FLORES: KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBIJAKAN ANTISIPATIF DI NTT
PMI Asal Kupang dan Sumba Barat Dipulangkan, 1 Korban Kecelakaan dan 1 Meninggal karena Sakit
Dandhy Laksono: Jangan Hanya Bicara Reset Indonesia dari Jakarta, Mulailah dari NTT
26 Tahun Bekerja di Malaysia, Jenazah PMI ke-103 Dipulangkan ke Kupang
Meninggal akibat Tuberkulosis Paru Berat, Jenazah PMI NTT ke- 102 Dipulangkan ke Malaka
Jenazah PMI NTT ke- 101 Tiba di Kupang, Meninggal karena Serangan Jantung di Malaysia
BRI Salurkan Sembako, Air Bersih hingga Selimut untuk Korban Gempa Flores