Kunjungi Rutan Kefamenanu, Kakanwil: WBP Harus Diberi Ruang Belajar, Berkarya, dan Memiliki Keterampilan
Kefamenanu- Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Ditjenpas NTT), Decky Nurmansyah, melakukan kunjungan kerja perdana ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Kefamenanu, Sabtu (27/6).
Kunjungan tersebut bertujuan memastikan kualitas pelayanan pemasyarakatan serta pelaksanaan program pembinaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berjalan optimal sesuai standar yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan tersebut, Decky Nurmansyah meninjau secara langsung berbagai aspek pelayanan di Rutan Kefamenanu, mulai dari pelayanan publik, kesiapan sarana dan prasarana, hingga kondisi blok hunian.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh layanan berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), menjaga kualitas pelayanan dan keamanan, serta memastikan pemenuhan hak-hak WBP terlaksana dengan baik.
Selain itu, Kakanwil NTT juga meninjau berbagai program pembinaan kemandirian yang telah dikembangkan Rutan Kelas IIB Kefamenanu.
Program tersebut meliputi kerajinan tangan, pelatihan menjahit, layanan barbershop, unit produksi UMKM WBP, hingga Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) yang menghasilkan berbagai komoditas hortikultura.
Ia menjelaskan, pemasyarakatan saat ini tidak hanya berorientasi pada aspek pengamanan, tetapi juga harus mampu menghadirkan pembinaan yang memberikan perubahan nyata bagi WBP.
"Pemasyarakatan hari ini tidak hanya berbicara mengenai pelaksanaan tugas pengamanan, tetapi juga bagaimana kita menghadirkan pembinaan yang mampu memberikan perubahan," kata Kakanwil Decky.
Ia menuturkan, WBP harus diberikan ruang untuk belajar, berkarya, dan memiliki keterampilan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat.
Berbagai program pembinaan tersebut, kata dia, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden serta 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang semakin produktif, humanis, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Ketika WBP mampu menghasilkan karya dan keterampilan, maka manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh mereka sendiri, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Kefamenanu, Muhamad Nurseha, menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat berbagai program pembinaan yang telah berjalan agar semakin memberikan manfaat bagi WBP.
"Kami terus berupaya mengembangkan potensi WBP melalui berbagai kegiatan produktif. Harapannya, keterampilan yang diperoleh selama menjalani masa pembinaan dapat menjadi bekal bagi mereka untuk lebih siap kembali ke tengah masyarakat," ungkap Nurseha.
Untuk diketahui, Ditjenpas NTT menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan, meningkatkan inovasi pembinaan, serta menghadirkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada perubahan, pemberdayaan, dan kebermanfaatan bagi masyarakat. ** (VN/EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi