3 PMI Habis Kontrak, 1 Sakit, dan 1 Repatriasi Dipulangkan ke NTT
Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendata lima Pekerja Migran Indonesia (PMI). Kelima PMI tersebut tiba di Bandara El Tari Kupang, Kamis, 16 Juli 2026.
Dari jumlah tersebut, tiga orang kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan masa kontrak kerja, satu orang dipulangkan karena sakit, dan satu lainnya berstatus pekerja migran terkendala (repatriasi).
Pendataan dilakukan melalui kegiatan monitoring pelayanan kepulangan dan pendataan PMI di Helpdesk Bandara El Tari Kupang.
Kegiatan berlangsung dengan lancar dan dipantau langsung oleh petugas BP3MI NTT, terdiri atas Januarius Kopong Tadon, Wiwin Baharudin, Elsy Sayang Kalendi Wawu, dan Baltasar Richie Roma.
"Selama monitoring, petugas memantau kedatangan PMI melalui sejumlah maskapai penerbangan domestik yang menghubungkan Kupang dengan Jakarta maupun Surabaya," kata Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida kepada HighlightNTT, Jumat, 17 Juli 2026 siang.
Berdasarkan data yang dihimpun dar BP3MI NTT, penerbangan Batik Air ID6540 membawa tiga PMI, Garuda Indonesia GA456 nihil PMI, Super Air Jet IU796 membawa satu PMI, Lion Air JT694 membawa dua PMI.
Adapun lima PMI yang tiba di Bandara El Tari Kupang, yakni:
1. Selfince Meda (34), perempuan, asal Kelurahan Tarus, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang. Selfince berangkat bekerja ke Malaysia pada 2025 melalui jalur prosedural di bawah PT Al-Hikmah Jaya Bhakti.
Ia dipulangkan dengan status PMI terkendala (repatriasi) melalui Jakarta dan tiba di Kupang menggunakan Batik Air pada pukul 06.10 WITA.
2. Septenita Nestano (29), asal Desa Pathau, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang. Septenita berangkat ke Malaysia pada 2026 melalui PT Genta Karya Sejahtera dengan status PMI legal.
Nestano dipulangkan karena sakit melalui Jakarta dan tiba menggunakan Batik Air pada pukul 06.10 WITA.
3. Yanuaria Hoar Nahak (34), asal Desa Rainawe, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka. Yanuaria bekerja di Malaysia sejak 2023 dengan status PMI nonprosedural.
Hoar Nahak dipulangkan ke Indonesia setelah habis kontrak melalui Jakarta dan tiba menggunakan Batik Air pada pukul 06.10 WITA.
4. Yelly Yumima Loi (25), asal Dusun Tulakaboak, Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang. Yelly bekerja di Malaysia sejak 2023 melalui PT Anugerah Diantas dengan status PMI prosedural.
Dia kembali ke Indonesia karena telah menyelesaikan masa kontraknya melalui Surabaya dan tiba di Kupang menggunakan Lion Air pada pukul 09.18 WITA.
5. Tresia Dada Zangga (33), perempuan, asal Desa Bera Dolu, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat. Tresia bekerja di Singapura sejak 2025 melalui PT Akka Al-Matar dengan status PMI legal.
Ia kembali ke Indonesia setelah habis kontrak melalui Jakarta dan tiba di Kupang menggunakan Super Air Jet pada pukul 10.15 WITA.
Selain melaporkan data kedatangan harian, BP3MI NTT juga merilis rekapitulasi pendataan PMI dan anak PMI selama periode Januari hingga 16 Juli 2026.
Dalam kurun waktu tersebut, BP3MI NTT mencatat sebanyak 174 PMI habis kontrak, 97 PMI cuti, 8 PMI sakit, dan 30 PMI terkendala. Selain itu, terdapat 22 anak PMI serta 3 anak PMI terkendala yang turut didata.
"Dengan demikian, hingga 16 Juli 2026, BP3MI NTT telah melakukan pendataan terhadap 309 Pekerja Migran Indonesia dan 25 anak PMI," jelas Suratmi Hamida. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
BP3MI NTT dan KBRI Bantu Cairkan Gaji PMI Asal Belu yang Tertahan 10 Tahun
Kemlu Pastikan Penanganan Jenazah PMI Chatrine Rohi di Malaysia Sesuai Prosedur
Jenazah PMI Asal Kupang Diautopsi, BP3MI NTT: Tidak Ada Pengambilan Organ
GEMPA FLORES: KEWASPADAAN BENCANA DAN KEBIJAKAN ANTISIPATIF DI NTT
PMI Asal Kupang dan Sumba Barat Dipulangkan, 1 Korban Kecelakaan dan 1 Meninggal karena Sakit
Dandhy Laksono: Jangan Hanya Bicara Reset Indonesia dari Jakarta, Mulailah dari NTT
26 Tahun Bekerja di Malaysia, Jenazah PMI ke-103 Dipulangkan ke Kupang
Meninggal akibat Tuberkulosis Paru Berat, Jenazah PMI NTT ke- 102 Dipulangkan ke Malaka
Jenazah PMI NTT ke- 101 Tiba di Kupang, Meninggal karena Serangan Jantung di Malaysia
BRI Salurkan Sembako, Air Bersih hingga Selimut untuk Korban Gempa Flores