Gubernur NTT: Konflik Adonara Harus Diselesaikan hingga ke Akar Persoalan

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 61x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Gubernur NTT: Konflik Adonara Harus Diselesaikan hingga ke Akar Persoalan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) penyelesaian konflik horizontal di Adonara, Flores Timur, Senin, 3 Agustus 2026 Kredit: DC

Kota Kupang- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelesaian Konflik Horizontal antara warga Dusun Bele, Desa Waiburak, dan warga Dusun Lewonara, Desa Narasaosina, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Gubernur NTT, Senin (3/8), menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi NTT mempercepat penyelesaian konflik yang telah berlangsung sejak 6 Maret 2026.

Rakor tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT serta pimpinan perangkat daerah terkait sebagai bentuk sinergi pemerintah dalam menangani konflik dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki menegaskan bahwa penyelesaian konflik tidak cukup hanya menghentikan bentrokan, tetapi juga harus menyentuh akar persoalan agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

"Untuk kejadian yang terjadi di Adonara ini mesti kita cari cara untuk segera diselesaikan. Kita mesti cari akar persoalannya agar kejadian seperti ini tidak terulang di kemudian hari," tegas Gubernur Melki.

Konflik horizontal tersebut telah menimbulkan dampak yang cukup besar bagi masyarakat. Data yang dihimpun menunjukkan tiga orang meninggal dunia, 17 orang mengalami luka-luka, 68 unit rumah terbakar, sembilan unit kendaraan roda dua hangus terbakar, serta 14 unit peralatan elektronik mengalami kerusakan.

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Melki mengajak seluruh masyarakat, khususnya kedua belah pihak yang bertikai, untuk menahan diri dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi maupun tindakan yang berpotensi memperkeruh situasi.

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT berkomitmen mengawal seluruh proses penyelesaian konflik hingga tercapai kesepakatan damai yang dapat diterima semua pihak.

Pemerintah Provinsi NTT bersama Forkopimda berkomitmen memperkuat koordinasi lintas sektor guna memastikan setiap langkah penanganan konflik berjalan secara terukur, komprehensif, dan berorientasi pada rekonsiliasi.

Dengan langkah tersebut, diharapkan masyarakat Adonara dapat kembali hidup dalam suasana yang aman, damai, dan harmonis setelah konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. ** (BS)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan