Ende dan Malaka jadi Daerah Asal Terbanyak Pemulangan Jenazah PMI di NTT

Emanuel Boli
Dilihat 102x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Ende dan Malaka jadi Daerah Asal Terbanyak Pemulangan Jenazah PMI di NTT
Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Sebanyak 75 jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing sepanjang tahun 2026.

Jumlah tersebut terdiri atas 73 jenazah PMI dan dua jenazah anak PMI yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di NTT. Dan, hanya dua yang prosedural atau berangkat melalui jalur resmi.

Dua hari lalu, Senin (15/6), BP3MI NTT menerima jenazah ke- 75 PMI atas nama Cheristofel Jerianto Giri (45), warga Desa Ofalangga, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, dipulangkan dari Malaysia setelah meninggal dunia akibat pendarahan otak.

Berdasarkan data Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, Kabupaten Ende menjadi daerah dengan jumlah pemulangan jenazah PMI terbanyak, yakni 12 orang.

Kemudian, disusul Kabupaten Malaka sebanyak 11 orang, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) delapan orang, serta Kabupaten Sikka, Kabupaten Kupang, dan Flores Timur masing-masing tujuh orang.

Selanjutnya, Kabupaten Belu mencatat enam kasus pemulangan jenazah PMI, Kabupaten Nagekeo empat kasus, Kabupaten Lembata tiga kasus, serta Kabupaten Manggarai, Rote Ndao, dan Kota Kupang masing-masing dua kasus.

Sementara Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, dan Timor Tengah Utara (TTU) masing-masing mencatat satu kasus.

Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, melalui Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam proses pemulangan jenazah PMI hingga tiba di daerah asal.

“Atas nama BP3MI NTT, kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan semua pihak yang telah mengupayakan pelayanan terbaik dalam setiap proses pemulangan jenazah hingga ke daerah asal,” ujarnya kepada HighlightNTT, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia berkata, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, keluarga PMI, serta berbagai pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memastikan proses pemulangan jenazah berjalan lancar dan bermartabat.

BP3MI NTT juga berharap pemerintah daerah terus meningkatkan upaya penyadaran kepada masyarakat mengenai pentingnya bekerja ke luar negeri melalui jalur resmi.

Sebab, langkah tersebut penting untuk menjamin perlindungan dan keamanan pekerja migran selama bekerja di luar negeri.

“Harapan kami agar pemerintah daerah terus berupaya memberikan penyadaran publik kepada setiap masyarakat yang memilih bekerja ke luar negeri untuk menggunakan jalur resmi sehingga terlindungi,” kata Muhammad Geo Amang.

Sebelumnya, Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida mengatakan tingginya angka PMI nonprosedural asal NTT tidak terlepas dari pola migrasi keluarga yang sudah berlangsung lama, khususnya ke Malaysia.

Orang NTT, kata dia, akan pulang dalam tiga hal. Satu, peti mati. Dua, sakit. Ketiga, dideportasi. "Selagi belum memenuhi tiga hal itu, dia tidak akan pulang,” ungkapnya.

Ia berkata, migrasi masyarakat NTT ke Malaysia telah berlangsung sejak lama, bahkan sejak tahun 1934, sebelum Indonesia merdeka.

Ia menuturkan, masyarakat asal Flores Timur, (orang Lamaholot), sudah lama menetap dan membangun kehidupan di Malaysia.

“Orang NTT sudah merantau ke Malaysia sejak lama. Di sana sudah beranak-pinak. Bahkan ada yang sudah menjadi warga negara Malaysia dan memiliki IC (identity card),” jelas Suratmi.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi dari Ketua Flobamora NTT di Malaysia, jumlah warga asal NTT yang tinggal di negeri jiran tersebut diperkirakan mencapai lebih dari 40 ribu orang. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan