Wabah ASF Ancam Peternak Sumba Barat, Picu Kelangkaan dan Kenaikan Harga Babi
Sumba Barat, highlightntt.com- African Swine Fever (ASF) kembali menjadi ancaman serius bagi populasi babi dan perekonomian masyarakat di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Penyakit dengan daya tular sangat tinggi itu telah memiliki riwayat paparan di hampir seluruh wilayah kecamatan di Sumba Barat.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan (Nakkeswan) Kabupaten Sumba Barat, G. Umbu Yapu Ndapamede bersama Kepala Bidang Kesehatan Hewan, drh. Piter Mada di Kota Waikabubak, Selasa, 29 September 2026.
Kadis Umbu Yapu mengatakan ancaman ASF di Sumba Barat merupakan bagian dari gelombang wabah besar yang penyebarannya berlangsung cepat karena memiliki daya tular sangat tinggi, dengan tingkat morbiditas mendekati 100 persen.
Menurut dia, sejak gelombang berulang pada 2022–2024, kasus ASF kerap kembali meningkat (re-emerging)menjelang musim pelaksanaan ritual adat.
Kondisi itu terjadi ketika mobilitas masyarakat dan perdagangan babi meningkat secara drastis.
"Peternak yang melakukan pembibitan kembali tanpa biosekuriti ketat kerap mengalami kematian ternak berulang," kata Umbu Yapu.
Hampir seluruh wilayah kecamatan di Sumba Barat, ungkap dia, telah mencatat riwayat paparan ASF.
Kondisi tersebut menjadikan penyakit ini sebagai salah satu ancaman endemik yang membahayakan populasi babi lokal.
Ia mengatakan ASF juga menimbulkan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat Sumba Barat yang sebagian menggantungkan tabungan keluarga pada ternak babi.
Sebab, bagi masyarakat, babi memiliki fungsi ekonomi penting untuk membiayai pendidikan anak, kebutuhan medis, hingga kebutuhan mendadak keluarga.
Ia menyebutkan bahwa kematian ribuan ekor babi akibat ASF menyebabkan kerugian finansial bernilai miliaran rupiah dan dapat memicu kemiskinan mendadak bagi peternak rakyat.
Selain itu, lanjut dia, wabah ASF juga berdampak terhadap tatanan adat dan budaya Sumba. Kelangkaan babi sehat dapat mengganggu pembayaran belis atau mas kawin, pesta pernikahan, hingga upacara pemakaman adat.
"Kematian massal babi menyebabkan stok babi sehat semakin terbatas," kata Umbu Yapu.
Kondisi tersebut kemudian dapat mendorong harga babi di pasaran melonjak hingga dua sampai tiga kali lipat sehingga menyulitkan masyarakat melaksanakan berbagai ritual adat.
Biosekuriti jadi Kunci
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Nakkeswan Sumba Barat, drh. Piter Mada, mengatakan pengendalian ASF perlu dilakukan melalui sejumlah langkah strategis.
Salah satunya dengan memperkuat biosekuriti di kandang serta meningkatkan edukasi kepada peternak.
Piter mengatakan sosialisasi mengenai biosekuriti sederhana perlu dilakukan secara masif.
"Salah satu langkah yang dapat diterapkan peternak adalah penyemprotan desinfektan secara rutin," ujar dia.
Menurut dia, pendekatan kesehatan hewan perlu diperkuat sebagai bagian dari upaya memutus penyebaran virus ASF di Sumba Barat.
Selain itu, pemerintah daerah perlu meningkatkan jumlah vaksinasi terhadap hewan yang belum terpapar.
Langkah tersebut perlu dibarengi dengan pendekatan sosial dan kultural yang melibatkan masyarakat.
Piter menuturkan tokoh adat perlu dirangkul untuk merumuskan aturan adat mengenai penanganan hewan sakit.
Pendekatan tersebut penting karena ternak babi memiliki hubungan erat dengan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumba.
"Sebagai kunci utama, biosekuriti diperlukan untuk memutus mata rantai penularan virus," ujar Piter. **(Darus)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka