Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 153x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Kadis Kominfo Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun (kiri) dan Kepala Satuan Pengawas Internal Perumda Tirta Komodo, Alexander Rafael (kanan) Kredit: Dok. HighlightNTT/Hafiz

MANGGARAI, HighlightNTT.com- Pemerintah daerah bersama Perumda Tirta Komodo mempercepat pemulihan layanan air bersih dan jaringan komunikasi setelah gempa bumi mengguncang Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gempa tersebut merusak jaringan perpipaan, fasilitas kantor perusahaan daerah, serta mengganggu layanan telekomunikasi, terutama pada hari-hari awal bencana.

Perbaikan jaringan air bersih difokuskan pada sejumlah wilayah pelayanan Perumda Tirta Komodo, antara lain Kota Ruteng, Kecamatan Iteng, dan Kecamatan Reok.

Sementara itu, pemulihan komunikasi dilakukan melalui koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait, termasuk pemasangan perangkat internet satelit Starlink di sejumlah posko tanggap darurat.

Kepala Satuan Pengawasan Internal sekaligus Ketua Posko Penanggulangan Air Perumda Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Alexander Rafael, mengatakan penanganan darurat dilakukan untuk memastikan kebutuhan air minum masyarakat tetap terpenuhi.

“Pasca gempa, infrastruktur air minum sangat terdampak karena terjadi pergeseran pada sistem penyambungan perpipaan serta masalah kekeruhan di titik sumber akibat longsoran batuan," kata Alexander saat diwawancarai di Kantor Perumda Tirta Komodo, Ruteng, Rabu, 7 Oktober 2026.

"Langkah awal kami adalah melakukan penanganan darurat dan memobilisasi armada tangki ke permukiman serta posko pengungsian agar kebutuhan vital warga tetap terpenuhi," sambungnya.

Kerusakan jaringan perpipaan terjadi akibat pergeseran sambungan, putusnya pipa, serta pipa yang patah karena longsoran dan tertimpa batuan saat gempa.

Sejumlah bangunan pelindung dan penangkap air atau bronkaptering pada sumber mata air juga mengalami kerusakan. Selain itu, beberapa sumber mata air menjadi keruh akibat material longsoran.

Kerusakan tersebut sempat mengganggu pemenuhan kebutuhan air bersih warga selama beberapa hari. Untuk mengatasi kondisi itu, Perumda Tirta Komodo melakukan perbaikan sementara pada jaringan pipa yang rusak dan menyalurkan air menggunakan mobil tangki ke permukiman serta posko pengungsian.

Alexander mengatakan pelayanan air bersih kini berangsur normal setelah dilakukan perbaikan sementara. Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan menyiagakan petugas untuk memenuhi kebutuhan air pelanggan.

Perumda Tirta Komodo juga telah mengusulkan perbaikan permanen infrastruktur air bersih kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sejak September 2026.

Menurut Alexander, usulan tersebut telah melalui verifikasi teknis. Perbaikan permanen diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan keandalan pelayanan kepada pelanggan.

Selain kerusakan jaringan distribusi, gempa berdampak berat pada fasilitas kantor Perumda Tirta Komodo. Ruangan di lantai dua gedung kantor, khususnya bagian teknik dan aula pertemuan, tidak dapat digunakan untuk pelayanan.

Aktivitas perusahaan untuk sementara masih memanfaatkan tenda darurat yang disediakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sebagai bentuk kebijakan bagi pelanggan yang terdampak bencana, manajemen Perumda Tirta Komodo juga membebaskan denda keterlambatan pembayaran rekening air selama masa tanggap darurat.

Jaringan Telekomunikasi Berangsur Pulih

Di sektor telekomunikasi, gangguan jaringan yang terjadi pada awal bencana mulai berangsur pulih. Pemerintah Kabupaten Manggarai berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mengatasi kendala komunikasi, terutama di lokasi yang mengalami keterbatasan sinyal.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Manggarai, Paulus Jeramun, mengatakan gangguan komunikasi pascagempa dapat ditangani dalam waktu relatif singkat melalui upaya darurat bersama sejumlah pihak.

“Persoalan gangguan jaringan terutama terjadi pada hari-hari awal bencana, namun memasuki minggu pertama kondisinya sudah berangsur normal," ujar Paulus saat diwawancarai di Kantor Dinas Kominfo Manggarai, Ruteng, Senin, 5 Oktober 2026.

"Untuk mendukung koordinasi penanganan bencana di lokasi yang terkendala sinyal, dilakukan intervensi pemasangan perangkat Starlink dari Kementerian Komdigi maupun lembaga non-pemerintah di titik posko tanggap darurat," kata Paulus.

Paulus menegaskan, Dinas Kominfo Kabupaten Manggarai terus memfasilitasi masyarakat desa yang mengalami kendala jaringan. Laporan warga akan diteruskan kepada penyedia layanan telekomunikasi maupun kementerian pusat. **(Hafiz/HighlightNTT)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan