Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 233x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Jenazah almarhum Romo Yakobus Longa saat tiba di Gereja St. Petrus Haukoto, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis, 8 Oktober 2026. Kredit: Tribratanewskupangkota

Kota Kupang, Highlight NTT- Personel Kepolisian Sektor (Polsek) Maulafa mengawal prosesi pengantaran jenazah almarhum Romo Yakobus Longa dari Rumah Sakit Boromeus Bello menuju Gereja St. Petrus Haukoto, Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis, 8 Oktober 2026 pagi.

Pengawalan dan pengamanan rute perjalanan dipimpin langsung Kapolsek Maulafa AKP Marthen Luter Peterson Riwu didampingi Kanit Lantas Polsek Maulafa IPDA Abdul Haris. Pengamanan juga melibatkan personel Unit Lantas dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Fatukoa.

Rangkaian pengawalan dimulai sekitar pukul 10.25 WITA dari RS Boromeus Bello. Petugas mengamankan jalur lalu lintas untuk memastikan rombongan jenazah dapat melintas dengan aman, tertib, dan lancar hingga tiba di Gereja St. Petrus Haukoto.

Kapolresta Kupang Kota Kombes Pol. Nelson Filipe Dias Quintas melalui Kapolsek Maulafa AKP Marthen Luter Peterson Riwu mengatakan pengawalan tersebut merupakan bentuk pelayanan sekaligus wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman.

"Pengawalan dan pengaturan arus lalu lintas dilakukan agar perjalanan rombongan jenazah berjalan lancar tanpa hambatan, sekaligus menjaga situasi kamtibmas di sepanjang rute serta kawasan tempat ibadah tetap kondusif," ujar AKP Marthen.

Setibanya di Gereja St. Petrus Haukoto, jenazah almarhum imam katolik akrab disapa Romo Yalo itu diserahkan kepada pihak pengurus gereja untuk dilanjutkan ke rangkaian acara keagamaan berikutnya. Seluruh prosesi pengawalan hingga penyerahan jenazah berlangsung aman dan terkendali. **(RA)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan