PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Soe, Highlight NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Soe St. Arnoldus Janssen mendorong Kepolisian Resor Timor Tengah Selatan (Polres TTS) memperkuat pengawasan pembangunan, pelayanan publik, perlindungan masyarakat, dan ruang demokrasi di Kabupaten TTS.
Hal itu disampaikan PMKRI dalam audiensi dan silaturahmi bersama Kapolres TTS AKBP Kristiyan B. Martino beserta jajaran di Mapolres TTS, Kamis, 8 Oktober 2026. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, dan penuh kekeluargaan.
Audiensi tersebut sekaligus menjadi momentum PMKRI menjalin komunikasi dengan Kapolres TTS yang baru menjabat. Organisasi mahasiswa tersebut menyatakan dukungan terhadap kepemimpinan Kapolres dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah TTS.
"Kehadiran kami hari ini adalah bentuk keinginan tulus organisasi kami untuk menyambung silaturahmi dengan Bapak Kapolres yang baru menjabat. Kami ingin menyampaikan dukungan penuh PMKRI terhadap kepemimpinan Bapak di Kabupaten TTS," kata Ketua Presidium PMKRI Soe, Yulius Tamonob.
PMKRI Soe menyatakan percaya pengalaman dan komitmen Kapolres TTS dapat memperkuat peran kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Dalam audiensi itu, PMKRI menegaskan posisi organisasi sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi kepolisian. Mereka menyatakan siap berjalan bersama Polres TTS untuk menjaga kondusivitas, keamanan, dan keadilan di wilayah tersebut.
Sejumlah aspirasi strategis disampaikan dalam pertemuan itu. Pertama, PMKRI mendorong Polres TTS mengawal pembangunan di seluruh wilayah TTS, baik yang bersumber dari Dana Desa, APBD, maupun APBN.
Pengawasan itu penting agar pembangunan berlangsung transparan, bebas dari pungutan liar, dan tepat sasaran untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kedua, PMKRI menyoroti perlindungan masyarakat dan ruang demokrasi. Menurut mereka, masyarakat harus dapat menyampaikan pendapat maupun laporan tanpa rasa takut.
PMKRI juga mengapresiasi Polres TTS yang dinilai terus menjaga ruang demokrasi tetap aman serta menindak kasus-kasus yang merugikan masyarakat.
Ketiga, PMKRI mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik kepolisian. Pelayanan yang ramah, bersih dari pungutan liar, dan transparan dinilai menjadi salah satu kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
PMKRI menyatakan siap membantu menyebarluaskan informasi mengenai prosedur pelayanan kepolisian yang benar kepada masyarakat.
Keempat, PMKRI menawarkan kerja sama kemitraan dengan Polres TTS. Organisasi tersebut menyatakan siap menjadi mitra kritis yang konstruktif dalam menjaga kondusivitas wilayah, menyampaikan aspirasi masyarakat, dan terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Apresiasi terhadap Kinerja Polres TTS
Dalam pertemuan tersebut, PMKRI juga memberikan apresiasi kepada Kapolres TTS beserta jajaran atas kepedulian terhadap peningkatan pendidikan dan kesehatan masyarakat TTS.
Secara khusus, PMKRI menyampaikan dukungan terhadap kinerja Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA), termasuk upaya penindakan dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
PMKRI juga mendukung program sosialisasi pengurangan konsumsi minuman keras di tengah masyarakat serta sosialisasi bahaya judi online kepada pelajar dan masyarakat umum.
"Bersama-sama kita mewujudkan Kabupaten TTS yang nyaman dan aman, serta terus menjaga dan mengharumkan nama Kota Soe sebagai Kota Kasih dan Kota Doa," tegas Yulius.
Di akhir pertemuan, PMKRI mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui dukungan terhadap berbagai program Pemerintah Kabupaten TTS.
Menurut PMKRI, keamanan dan kondusivitas wilayah merupakan salah satu prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi. Dengan situasi keamanan yang terjaga, geliat ekonomi masyarakat diharapkan semakin tumbuh dan berkembang. (Agra/Highlight NTT)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka
Masyarakat Desa Lalong Harap Kehadiran KDMP jadi Solusi Masalah Pertanian dan Ekonomi