Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Kota Kupang, HighlightNTT.com- Jenazah Yumina Oematan (48) pekerja migran Indonesia (PMI) asal Desa Nenas, Kecamatan Fatumnasi, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, Kamis, 15 Oktober 2026.
Yumina meninggal dunia di Malaysia pada 4 Oktober 2026 akibat posterior circulation infarct, gangguan aliran darah pada bagian belakang sirkulasi otak.
Pemulangan jenazah Yumina tercatat sebagai pemulangan PMI Nusa Tenggara Timur (NTT) ke-120. Setibanya di Kupang, jenazah disambut petugas BP3MI NTT, Tim Kargo, keluarga, dan perwakilan Yayasan Penyelenggaraan Ilahi (PI).
Dalam kesempatan itu, Pendeta Ina Bara Pa menyampaikan belasungkawa kepada keluarga almarhumah sekaligus memimpin doa singkat sebelum jenazah diberangkatkan menuju kampung halamannya di Desa Nenas.
"Kami menyerahkan duka cita keluarga. Mereka telah datang bersama kami di sini. Berkati perjalanan menuju ke Mollo. Dalam Nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus, Amen," ujar Pendeta Ina dalam doanya.
Agnes Marfiana Muda, sepupu kandung Yumina, mengatakan almarhumah meninggalkan dua anak laki-laki kembar yang kini duduk di kelas IV sekolah dasar.
"Di Malaysia, almarhumah kerja sebagai asisten rumah tangga. Meninggal karena struk ringan," ungkap Agnes saat ditemui di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Setelah proses penjemputan di bandara, petugas BP3MI NTT bersama keluarga mengantar jenazah Yumina menuju Desa Nenas menggunakan ambulans BP3MI NTT.
Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida, melalui Penyuluh Hukum BP3MI NTT, Marianus E. Murin, mengungkapkan bahwa Yusmina berstatus sebagai PMI nonprosedural.
Murin mengimbau masyarakat NTT yang hendak bekerja di luar negeri agar menempuh jalur prosedural agar pekerja migran memperoleh perlindungan hukum sejak keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga kembali ke Indonesia.
Keterangan Kematian dari KJRI Penang
Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 00206/SBPM-PN/1026/04 yang diterbitkan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Penang, Malaysia, Yusmina dinyatakan meninggal dunia pada 4 Oktober 2026 pukul 17.12 waktu setempat.
Surat tersebut merujuk pada Daftar Kematian Nomor 2349032 tertanggal 4 Oktober 2026 dari Hospital Pulau Pinang. Penyebab kematian tercatat sebagai posterior circulation infarct. KJRI Penang juga menyatakan bahwa jenazah tidak menjalani autopsi.
Jenazah PMI NTT ke-119 Dipulangkan ke Manggarai
Sebelum pemulangan Yumina, BP3MI NTT juga memfasilitasi pemulangan jenazah Albertus Namal (53), PMI asal Desa Golo Cador, Kecamatan Wae Rii, Kabupaten Manggarai.
Albertus tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, pada Selasa, 13 Oktober 2026, menggunakan pesawat Batik Air ID 6333 yang mendarat pukul 09.10 Wita.
Petugas BP3MI NTT melakukan pemantauan proses penjemputan dan membantu penyediaan ambulans untuk mengantar jenazah ke rumah duka di Kabupaten Manggarai.
Berdasarkan data BP3MI NTT, Albertus telah bekerja di Malaysia selama 10 tahun dan berstatus sebagai PMI nonprosedural.
Penyebab kematiannya tercatat sebagai coronary atherosclerosis atau aterosklerosis koroner, yakni kondisi penyempitan pembuluh darah jantung akibat penumpukan plak. **(EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka
Masyarakat Desa Lalong Harap Kehadiran KDMP jadi Solusi Masalah Pertanian dan Ekonomi