Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
Kota Kupang, Highlight NTT- Personel Polsek Kota Raja menghentikan musik pesta yang mengganggu kenyamanan warga di RT 46, Kelurahan Oebufu, Kota Kupang, Jumat, 9 Oktober 2026.
Tindakan itu dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat melalui Layanan Kepolisian 110.
Personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Kota Raja yang dipimpin Kepala SPKT, AIPTU Marthen Dolowala, langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan tersebut.
Setibanya di tempat kejadian, petugas memberikan imbauan kepada penyelenggara pesta agar menghentikan musik yang dinilai mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Polisi mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.
Respons tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat sekaligus bagian dari pelayanan Polri dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi warga.
Kapolresta Kupang Kota Kombes Filipe Dias Quintas melalui Kapolsek Kota Raja AKP Leyfrids D. Mada menegaskan bahwa setiap aduan masyarakat menjadi perhatian kepolisian dan akan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Masyarakat kami imbau untuk selalu menjaga ketertiban saat menggelar acara atau pesta, khususnya dalam penggunaan pengeras suara atau musik, sehingga tidak mengganggu waktu istirahat dan kenyamanan warga lainnya,” kata Leyfrids, Jumat.
Menurut dia, berkat respons cepat personel piket SPKT Polsek Kota Raja, musik pesta tersebut akhirnya dihentikan. Situasi di RT 46, Kelurahan Oebufu, setelah penanganan itu dilaporkan aman dan terkendali.
Polsek Kota Raja juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu memanfaatkan Layanan Kepolisian 110 apabila membutuhkan bantuan polisi atau hendak melaporkan gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.
"Polri hadir, merespons aduan, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tandas Kapolsek Kota Raja. **(SM)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka
Masyarakat Desa Lalong Harap Kehadiran KDMP jadi Solusi Masalah Pertanian dan Ekonomi