NTT SASARAN EMPUK: MENGAPA KITA MASIH GAGAL MEMUTUS RANTAI PERDAGANGAN ORANG?
Kupang - Provinsi Nusa Tenggara Timur masih menjadi daerah yang disebut-sebut paling marak mengalami kasus perdagangan orang, bahkan dikenal sebagai wilayah daerah sumber banyak korban.
Ini berlangsung lama dan menjadi litani tahunan bak benang basah yang sulit diurai. Padahal kita memiliki perangkat hukum yang jelas, aparat penegak hukum yang memadai hingga tim bentukan seperti satgas.
Ada apa dengan NTT kita? Apakah praktek perdagangan orang sudah menyusup masuk dalam celah sistem sosial, masuk dalam relasi kuasa di daerah, hingga diam-diam membangun jaringan yang kuat seolah-olah menjadi bagian dari mekanisme kehidupan modern?
Bersama Aktivis Kemanusiaan sekaligus Tokoh Agama Pdt. Emmy Sahertian, kita kupas prahara Perdagangan Orang di Nusa Tenggara Timur ini.
Selengkapnya di YouTube Channel Teman Cerita: https://www.youtube.com/watch?v=-G2E_V2NJXY
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Video Terkait Artikel
Tonton ulasan selengkapnya
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka