Jenazah PMI Asal Ende Tiba di Kupang, Disemayamkan Sementara di Biara Susteran PI

Emanuel Boli
Dilihat 323x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Jenazah PMI Asal Ende Tiba di Kupang, Disemayamkan Sementara di Biara Susteran PI
Steven Gunawan BP3MI NTT dan tim kargo saat mengangkat jenazah Yoseph Lagi, PMI asal Ende, di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, Sabtu, 3 Oktober 2026 sekitar pukul 06.50 WITA Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang, Highlight NTT- Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) Nusa Tenggara Timur (NTT) ke-114 asal Kabupaten Ende, Yoseph Lagi (42), tiba di Kupang pada Sabtu, 3 Oktober 2026.

Pemulangan jenazah tersebut difasilitasi oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT. Jenazah dijemput di Terminal Kargo Bandara El Tari sekitar pukul 06.50 WITA.

Jenazah kemudian disemayamkan sementara di Biara Susteran Penyelenggaraan Ilahi (PI) di Nasipanaf, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang sambil menunggu jadwal kapal atau pesawat menuju Ende pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Almarhum merupakan warga Desa Ndetundora III, Kecamatan Ende. Ia dipulangkan dari Malaysia setelah dinyatakan meninggal dunia di Hospital Sultan Idris Shah, Serdang, Selangor, pada 1 Oktober 2026 pukul 05.31 waktu setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Suster Laurentina, SDP, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Suster Laurentina meminta keluarga, mahasiswa, maupun diaspora Ende yang berada di Kota Kupang ikut menjaga jenazah dan doa bersama.

"Tolong sampaikan atau hubungi keluarga, mahasiswa, atau diaspora Ende di Kota Kupang agar kita jaga jenazah dan doa bersama," ujar Suster Laurentina, yang dijuluki Suster "Kargo" itu.

Meninggal karena Syok Kardiogenik

Berdasarkan Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 01704/SBPM-KL/1026/04 dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Yoseph Lagi tercatat sebagai warga negara Indonesia bekerja sebagai PMI undocumented.

Penyebab kematiannya adalah cardiogenic shock secondary to acute coronary syndrome atau syok kardiogenik akibat sindrom koroner akut.

Kematian Yoseph telah tercatat dalam Daftar Kematian Warga Negara Indonesia di Kuala Lumpur, Malaysia. Berdasarkan informasi dari Hospital Sultan Idris Shah, terhadap jenazah tidak dilakukan autopsi.

Sebelumnya, pada Senin, 28 September 2026, BP3MI NTT juga memfasilitasi penjemputan dan pemulangan jenazah PMI ke-112 dan ke-113.

Kedua jenazah tersebut, Lepuf Delianti Baitanu (42) asal Desa Bitobe, Kecamatan Amfoang Tengah, Kabupaten Kupang, dan Anus Hiwa Ndulamang (46) asal Desa Praing Kareha, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur.

Lepuf Delianti Baitanu telah bekerja selama tiga tahun. Jenazahnya tiba di Kupang menggunakan pesawat Lion Air JT 690 pada pukul 08.45 Wita.

Sementara itu, Anus Hiwa Ndulamang juga telah bekerja selama tiga tahun. Jenazahnya tiba di Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456 pada pukul 10.45 Wita.

Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, mengimbau masyarakat NTT yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti prosedur resmi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ia menjelaskan, jalur resmi memberikan perlindungan bagi pekerja migran sejak proses keberangkatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.

“Karena di sana ada perlindungan-perlindungan yang diberikan kepada para migran, terutama asuransi dan pelayanan kesehatan,” ujar Geo.

Ia menjelaskan, PMI nonprosedural umumnya menghadapi pekerjaan berat dan kesulitan memperoleh akses pelayanan kesehatan karena keterbatasan dokumen resmi.

Selain itu, PMI nonprosedural yang meninggal dunia tidak mendapatkan santunan asuransi karena tidak terdaftar sebagai peserta asuransi ketenagakerjaan.

“Seandainya mereka berangkat prosedural, tentu ada uang santunan, uang duka kurang lebih Rp80 juta, dan yang memiliki anak pihak BPJS akan memberikan beasiswa sampai selesai sekolah,” tegasnya. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan