“Gerakan dari Hati”, Kopdit Swasti Sari Galang Donasi untuk Korban Gempa Flores
Kota Kupang- KSP Kopdit Swasti Sari menggelar aksi sosial bertajuk “Kopdit Swasti Sari Peduli Bencana Alam” untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores.
Gerakan kemanusiaan tersebut mengusung tagline “Gerakan dari Hati, Mari Membuat Flores Tersenyum Kembali" sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Flores yang terdampak bencana.
"KSP Kopdit Swasti Sari mengajak seluruh anggota, masyarakat, dan pihak-pihak yang tergerak untuk turut ambil bagian dalam membantu meringankan beban warga Flores yang terdampak gempa bumi," kata General Manager Kopdit Swasti Sari, Imelda Anin didampingi Wakil Ketua Manager, Kasmir Kopong kepada media di Kupang, Rabu (19/8).
Dia menuturkan, bantuan tidak harus selalu dalam jumlah besar. Setiap donasi yang diberikan dengan ketulusan diyakini dapat memberikan arti bagi masyarakat yang membutuhkan.
Untuk mendukung gerakan tersebut, Kopdit Swasti Sari menyediakan "Kotak Donasi" yang dapat diakses oleh seluruh anggota dan masyarakat umum. Donasi yang terkumpul akan disalurkan langsung kepada para korban gempa di Flores.
Pengumpulan donasi berlangsung mulai 19 Agustus hingga 28 Agustus 2026. Kotak donasi tersedia di seluruh Kantor Pelayanan KSP Kopdit Swasti Sari yang tersebar di berbagai wilayah.
Melalui kegiatan ini, Kopdit Swasti Sari mengajak seluruh anggota dan masyarakat untuk bergerak bersama meringankan beban saudara-saudara di Flores.
Kopdit Swasti Sari sendiri dikenal sebagai koperasi kredit dengan semboyan “Melayani yang Benar”. Aksi peduli bencana ini menjadi salah satu wujud nyata semangat solidaritas dan pelayanan kepada sesama. ** (HS/R003)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah di Sumba Barat Daya
Pendeta Ina Pimpin Doa untuk Jenazah PMI NTT ke-120 yang Tinggalkan Anak Kembar
Dua Dusun di Mandeu Raimanus Belum Terjangkau Listrik, 80 KK Menanti Kepastian
Pascagempa Manggarai, Pemulihan Air Bersih dan Jaringan Komunikasi Dikebut
Polisi Hentikan Musik Pesta yang Ganggu Warga Oebufu
PMKRI: Polisi Harus jadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan yang Dekat dengan Masyarakat
Dari RS Boromeus Bello ke Gereja Haukoto, Polisi Kawal Pengantaran Jenazah Romo Yalo
Pascagempa, DP3A Manggarai dan Plan Indonesia Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
Warga Lapor Lewat 110, Polsek Maulafa Hentikan Musik Pesta yang Mengganggu
4 PMI Ilegal Asal NTT Dideportasi dari Malaysia, 3 Dipulangkan ke TTS dan Malaka