Dua PMI Nonprosedural Asal Belu dan Nagekeo Meninggal di Malaysia, BP3MI NTT Fasilitasi Pemulangan Jenazah
Kupang, HighlightNTT- Tim BP3MI NTT kembali menangani pemulangan dua jenazah pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu dan Kabupaten Nagekeo yang meninggal dunia di Malaysia.
Kedua jenazah tersebut tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang pada Minggu, 1 November 2026, menggunakan pesawat Citilink QG 602 sekitar pukul 05.50 Wita.
Dua PMI tersebut masing-masing bernama Hardi alias Longginus Loe (56), asal Desa Fulur, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu, dan Marthen Muhamad alias Kornelis Bitura (56), asal Desa Wokowoe, Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.
Berdasarkan laporan BP3MI NTT, Hardi telah bekerja di Malaysia selama 24 tahun. Ia meninggal akibat septic shock secondary to pneumonia with multiorgan failure atau syok septik sekunder akibat pneumonia yang disertai kegagalan multiorgan.
Sementara itu, Marthen Muhamad telah bekerja di Malaysia selama 30 tahun. Penyebab kematiannya tercatat sebagai coronary atherosclerosis atau aterosklerosis koroner, yakni kondisi penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak.
"Keduanya tercatat sebagai pekerja migran Indonesia berstatus nonprosedural atau tidak melalui prosedur penempatan resmi," kata Kepala BP3MI NTT, Suratmi Hamida melalui Ketua Tim Layanan Pemberdayaan, Muhammad Geo Amang.
Penjemputan dan penanganan pemulangan kedua jenazah dilakukan Tim Pemberdayaan BP3MI NTT yang terdiri atas Yonas Y. Bahan, Steven Gunawan, dan Marianus E. Murin.
Dalam proses pemulangan tersebut, BP3MI NTT memfasilitasi biaya gudang kargo, biaya pengambilan barang impor khusus, serta ambulans untuk mengantar jenazah ke rumah duka.
Khusus jenazah Hardi alias Longginus Loe, BP3MI NTT memfasilitasi pengantaran ke rumah duka di kampung halamannya di Kabupaten Belu.
Sementara itu, jenazah Marthen Muhamad alias Kornelis Bitura terlebih dahulu diantar menggunakan ambulans ke rumah duka di Kelurahan Penfui, Kota Kupang, untuk disemayamkan sementara sambil menunggu jadwal keberangkatan kapal menuju Kabupaten Nagekeo.
Dalam kesempatan tersebut, Suster Laurentina, SDP, dari Yayasan Penyelenggaraan Ilahi menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.
Ia juga memimpin doa singkat sebelum kedua jenazah dipulangkan ke daerah asal masing-masing untuk dimakamkan oleh keluarga.
Dengan penanganan dua jenazah tersebut, jumlah jenazah PMI asal NTT yang ditangani BP3MI NTT sejak Januari hingga 1 November 2026 mencapai 126 orang.
Hardi alias Longginus Loe merupakan jenazah PMI ke-125, sedangkan Marthen Muhamad alias Kornelis Bitura menjadi jenazah PMI ke-126 yang ditangani BP3MI NTT sepanjang 2026. **(EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Kapolresta Kupang Kota: Tertib Berlalu Lintas Bukan karena Takut Ditilang
Peletakan Batu Pertama GBI Kasih Anugerah, Pemkot Kupang: Mulai dengan Yakin, Selesaikan Bersama
PMI Asal Adonara Meninggal akibat Pneumonia di Malaysia, Jenazah Tiba di Kupang
GMNI Kritik Rencana Bupati TTS Laporkan Media dan Pengguna Media Sosial
BP3MI NTT Tangani 123 Jenazah PMI hingga Oktober 2026, Terbaru dari Solor Selatan
Ribuan KPM PKH di Manggarai Terindikasi Judi Online, Kemensos Ambil Langkah Penonaktifan dan Penguatan Edukasi
BRI Perkuat Dukungan Sosial melalui Bantuan Ambulans di Ruteng
PMKRI Kupang Soroti Kemiskinan hingga Korupsi dalam Mimbar Bebas Sumpah Pemuda
Penanganan Stunting di Ruteng Terkendala Pemahaman Orang Tua dan Keterbatasan Alat Ukur
Bupati SBD Turun Langsung ke SPBU, Batasi Pembelian BBM