Peletakan Batu Pertama GBI Kasih Anugerah, Pemkot Kupang: Mulai dengan Yakin, Selesaikan Bersama

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 104x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
Peletakan Batu Pertama GBI Kasih Anugerah, Pemkot Kupang: Mulai dengan Yakin, Selesaikan Bersama
Peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kasih Anugerah atau LGC Church di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Jumat, 30 Oktober 2026. Kredit: Istimewa

Kupang, HighlightNTT- Pemerintah Kota Kupang mendukung pembangunan gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kasih Anugerah atau LGC Church di Kelurahan Fatukoa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Pembangunan rumah ibadah tersebut resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang dirangkaikan dengan ibadah bersama pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Dalam sambutan Wali Kota Kupang yang dibacakan Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kupang, Hengky Malelak, pemerintah menekankan pentingnya keyakinan untuk memulai sebuah pekerjaan dan kebersamaan untuk menyelesaikannya.

"Pesan "Mulai dengan Yakin, Selesaikan Bersama" menjadi penegasan bahwa cita-cita besar tidak cukup diwujudkan hanya dengan niat dan keberanian untuk memulai. Dibutuhkan konsistensi, kolaborasi, serta keterlibatan semua pihak hingga pekerjaan tersebut mencapai tujuan," ujar Hengky.

Kehadiran Pemerintah Kota Kupang dalam kegiatan itu juga menjadi bentuk perhatian terhadap kehidupan keagamaan serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat.

Pemerintah berharap pembangunan sarana peribadatan tersebut selain memberikan manfaat bagi jemaat, tetapi juga memperkuat kehidupan sosial, toleransi, persaudaraan, dan semangat kebersamaan dalam membangun Kota Kupang.

Peletakan batu pertama itu menandai dimulainya pembangunan gedung gereja yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan iman, pembinaan rohani, persekutuan, serta pelayanan sosial bagi jemaat dan masyarakat luas.

Kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang dipimpin Ketua Badan Pekerja Daerah (BPD) GBI Nusa Tenggara Timur (NTT), Pdt. Oder Max Sombu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Asisten I Setda Kota Kupang Hengky Malelak, yang mewakili Wali Kota Kupang; Ketua BPD GBI NTT Pdt. Oder Max Sombu; Sekretaris BPD GBI NTT Pdt. Daniel Gie.

Selain itu, hadir Ketua Badan Pekerja Wilayah (BPW) GBI Kota Kupang Pdt. Welhemus Radja, Gembala Sidang GBI Kasih Anugrah Ps. Petrus Yulius Ridho, serta anggota Majelis Pertimbangan Lembaga (MPL) GBI NTT, Pdt. Kirenius Bole, bersama jajaran pengurus BPD GBI NTT.

Turut hadir para hamba Tuhan, tokoh jemaat, tokoh masyarakat, panitia pembangunan, para donatur, seluruh jemaat GBI Kasih Anugrah, dan tamu undangan lainnya.

Kerinduan Iman dan Komitmen Jemaat

Ketua Panitia Pembangunan, Yesua Koro, dalam laporannya mengatakan pembangunan gedung gereja tersebut berawal dari kerinduan dan pergumulan iman yang kemudian diwujudkan melalui komitmen, persatuan, kerja keras, serta pengorbanan seluruh jemaat.

Menurut dia, membangun rumah Tuhan bukan semata-mata berbicara tentang kemampuan finansial ataupun kemegahan bangunan.

Lebih dari itu, pembangunan gereja merupakan wujud tanggung jawab dan keterlibatan umat untuk mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing, baik melalui doa, tenaga, pikiran, waktu, maupun persembahan.

Ia mengakui bahwa setiap proses pembangunan tentu menghadapi tantangan dan keterbatasan. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

Sebaliknya, semangat kebersamaan dan sikap saling menopang harus menjadi kekuatan untuk melewati setiap tantangan.

"Batu pertama yang kita letakkan hari ini bukan sekadar simbol dimulainya pembangunan sebuah gedung, tetapi menjadi simbol iman, pengorbanan, dan komitmen bersama," kata Yesua.

"Sebab, gereja yang kokoh tidak hanya dibangun dengan batu dan semen, tetapi juga dengan iman yang teguh, kasih yang tulus, serta persatuan umat Tuhan," lanjutnya.

Pada kesempatan itu, panitia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gembala Sidang, pimpinan BPD dan BPW GBI, dan Pemerintah Kota Kupang.

Selain itu, para hamba Tuhan, tokoh jemaat, seluruh jemaat, para donatur, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan bagi terlaksananya pembangunan gedung gereja.

Dalam ibadah tersebut, Ketua BPD GBI NTT, Pdt. Oder Max Sombu, menyampaikan firman Tuhan. Ia mengajak seluruh jemaat memaknai pembangunan rumah Tuhan bukan hanya sebagai pekerjaan fisik, melainkan bagian dari panggilan iman dan tanggung jawab pelayanan.

Melalui pemberitaan firman Tuhan, jemaat diajak terus membangun kehidupan rohani yang kokoh, menjaga kesatuan, mempererat persaudaraan, serta menghadirkan kasih Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, sambutan Ketua BPD GBI NTT, Pdt. Oder Max Sombu, turut disampaikan melalui Sekretaris BPD GBI NTT, Pdt. Daniel Gie.

Dalam sambutan tersebut, BPD GBI NTT memberikan perhatian terhadap dimulainya pembangunan gedung gereja sekaligus menekankan pentingnya menjaga kesatuan, kebersamaan, dan komitmen pelayanan dalam kehidupan bergereja.

Gembala Sidang Ajak Jemaat Bergandengan Tangan

Gembala Sidang GBI Kasih Anugrah Kota Kupang, Ps. Petrus Yulius Ridho berharap semangat kebersamaan dan dukungan yang telah terbangun dapat terus dipelihara hingga seluruh proses pembangunan gedung gereja rampung.

Menurut dia, pembangunan rumah Tuhan merupakan pekerjaan bersama yang membutuhkan ketulusan, pengorbanan, iman, dan komitmen seluruh umat.

Karena itu, seluruh jemaat diharapkan terus bergandengan tangan, saling menopang, dan mengambil bagian dalam setiap tahapan pembangunan.

Setelah seluruh rangkaian ibadah dan sambutan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama oleh perwakilan Pemerintah Kota Kupang, pimpinan BPD GBI NTT, pimpinan BPW GBI Kota Kupang, Gembala Sidang, serta perwakilan lainnya yang hadir. **(RHL)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan