Sahabat Kenang dr. Icha sebagai Dokter yang Rajin dan Peduli Pasien
Kupang- Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau akrab disapa dr. Icha dikenang sebagai sosok yang rajin, ramah, dan memiliki kepedulian tinggi terhadap pasien.
Kenangan itu disampaikan sahabatnya, dr. Pito Jella, yang telah mengenal almarhumah selama kurang lebih 10 tahun sejak menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang.
Dokter Pito mengatakan, persahabatan mereka terjalin sejak 2016 ketika sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Undana.
Setelah menyelesaikan kuliah, keduanya menjalani masa internship bersama sebelum akhirnya bertugas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
“Sudah 10 tahun, kami kawan kuliah dari 2016, setelah itu bersama-sama internship dan sekarang tugas bersama di TTU,” tulis dr. Pito melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/6/2026).
Di mata dr. Pito, almarhumah merupakan pribadi yang disiplin, sangat, dan mudah bergaul.
Ia mengungkapkan bahwa dr. Icha bukan sosok yang tertutup, melainkan pribadi yang ceria dan selalu menunjukkan semangat dalam menjalankan tugas.
“dr. Icha pribadi yang ceria, beliau paling rajin sehingga selalu datang tepat waktu. Beliau juga orang yang ramah kepada semua orang,” ujarnya.
Tidak hanya dikenal sebagai tenaga medis yang profesional, dr. Icha juga memiliki hubungan yang akrab dengan rekan-rekan sejawat.
Menurut dr. Pito, mereka kerap menghabiskan waktu bersama di luar jam kerja.
“Beliau ini saat bersama-sama dengan orang yang sudah dikenal, suka bercerita dan kami di TTU sering aktivitas bersama seperti kemping, mendaki gunung, dan ke air terjun bersama,” kenangnya.
Dokter Pito mengatakan, mereka juga pernah bertugas di fasilitas kesehatan yang sama, yakni Puskesmas Ponu.
Namun sejak 2025, lanjut dia, keduanya ditempatkan di lokasi tugas yang berbeda.
“Ya, kami bersama di satu puskesmas dulu hingga di tahun 2025, kami sudah pisah tempat tugas,” katanya.
Terkait peristiwa yang menimpa dr. Icha, dr. Pito menegaskan dirinya tidak berada di lokasi saat dugaan intimidasi yang dialami almarhumah terjadi di RSU Leona Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara.
“Saya tidak bersama-sama dengan beliau saat kejadian,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan dedikasi almarhumah dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Menurut dia, dr. Icha selalu mengutamakan kepentingan pasien dan tidak segan mencari solusi ketika pasien mengalami kendala dalam pengobatan.
“Beliau sangat ramah dengan pasien. Sangat sering bila pasien ada kendala dalam pengobatan, beliau selalu mencari cara agar pasien tenang," ungkap Pito.
"Saat di tempat tugas beliau juga sering kunjungan ke rumah pasien dan rajin ke desa untuk kunjungan ke pasien,” terangnya.
Di akhir keterangannya, dr. Pito berharap kasus meninggalnya dr. Icha dapat ditangani secara serius dan tuntas oleh aparat penegak hukum.
Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menjadikan peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Yang saya harapkan kepada polisi adalah, untuk segera ditangani proses hukum dengan baik. Kepada Pemda TTU dan NTT, untuk ini menjadi bahan evaluasi untuk ke depannya,” tutupnya. ** (EB/S)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi