Penanganan Kebakaran dan Pengelolaan Sampah di TPA Ncolang Manggarai Terus Diupayakan di Tengah Berbagai Kendala
Ruteng, HighlightNTT.com- Pemerintah Kabupaten Manggarai melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya mengoptimalkan penanganan sampah dan pengendalian titik api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ncolang.
Langkah penanganan terus dilakukan di tengah tingginya volume sampah harian, tantangan geografis, hingga munculnya dugaan aksi pembakaran liar.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Manggarai, Charles Rihi, menjelaskan bahwa TPA Ncolang menerima pasokan sampah harian dalam jumlah yang cukup signifikan.
"Kira-kira kurang lebih 10 sampai 12 ton per hari volume sampah yang masuk ke TPA," ujar Charles Rihi, Jumat, 16 Oktober 2026.
Mengenai sistem pengelolaan di TPA Ncolang, Charles menegaskan bahwa DLH menggunakan sistem penimbunan dan tidak pernah menerapkan metode pembakaran sampah.
Ia mengungkapkan, kebakaran yang terjadi di kawasan TPA dipicu oleh kondisi alam akibat musim kemarau panjang serta tingginya kandungan gas metan di dalam tumpukan sampah yang padat.
"Sebab, kejadian alam di sana bahwa tumpukan sampah itu sempat terbakar, tetapi kami dari DLH berusaha semaksimal mungkin berkoordinasi dengan Damkar untuk mengatasi kebakaran yang ada," imbuhnya.
"Memang cukup sulit karena kontur tanahnya dengan kemiringan hampir 70 derajat di tebing itu," kata Charles Rihi melanjutkan.
Ia menambahkan bahwa titik api yang berada di dalam tumpukan sampah menyulitkan pemadaman permukaan.
"Setiap hari, kami punya tugas siram terus untuk mengantisipasi dan menjaga kelembapan agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar," kata dia.
"Titik apinya berada di posisi terjauh, sehingga kami harus meminta bantuan selang bahkan pipa untuk menyambung sampai ke lokasi," lanjutnya.
Sebagai langkah jangka panjang, DLH Kabupaten Manggarai telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk melakukan penimbunan sisa debu pembakaran dan penataan fisik area TPA.
Selain itu, DLH merencanakan pengadaan alat berat pada tahun mendatang guna mendukung pengelolaan penataan sampah di TPA Ncolang secara berkelanjutan.
Di sisi lain, para pekerja di TPA Ncolang mengungkapkan kondisi nyata yang mereka hadapi sehari-hari di lapangan. Menurut kesaksian pekerja, kemunculan titik api dan kebakaran hampir terjadi setiap hari di area pembuangan sampah.
Berdasarkan penuturan pekerja di TPA, keberadaan titik-titik api sejatinya sudah terdeteksi sejak awal tahun 2025. Namun, kebakaran terparah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.
Para pekerja juga mencurigai adanya pihak-pihak tertentu yang secara sengaja membakar sampah di kawasan TPA Ncolang, sehingga memicu kobaran api membesar dengan cepat dan meluas.
Persoalan di TPA Ncolang tidak berhenti pada masalah kebakaran. Kesadaran masyarakat yang masih rendah dalam membuang sampah turut menciptakan tumpukan sampah berserakan di sepanjang tepi jalan menuju area TPA.
Oknum warga kerap membuang sampah sembarangan pada malam hari saat petugas TPA sudah tidak lagi beroperasi di lokasi.
Meskipun menghadapi berbagai tantangan operasional, DLH bersama pihak terkait terus memprioritaskan pelayanan lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Pemeriksaan kesehatan gratis secara berkala dari Puskesmas setempat serta pembagian masker dari PMI telah disalurkan bagi warga dan pemulung yang beraktivitas di sekitar TPA Ncolang. **(Hafiz/HighlightNTT)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Diduga Mabuk Miras, Seorang Anak Diduga Aniaya Ayah Kandung hingga Luka di Kepala
Polda NTT Buka Kembali Kasus Dugaan TPPO, 2 Berkas Perkara Lengkap
Usai 1,5 Tahun Pimpin Polda NTT, Rudi Darmoko Serahkan Pataka kepada Reza Arief Dewanto
Mengapa Fenomena Haze di Manggarai Terjadi? Ini Penjelasan Resmi BMKG
Kapolda NTT Reza Arief Dewanto Tiba di Kupang, Serah Terima Pataka Digelar Malam Ini
Dua PMI Asal Lembata dan Flores Timur Meninggal di Malaysia, Ini Penyebabnya
Sepulang dari Gereja, Kalung Warga Kupang Dijambret, 2 Tersangka Diserahkan ke Jaksa
Kabur ke NTT, V.A.T. Ditangkap Polisi di Soe Usai Diduga Tendang Motor Korban hingga Tewas
Ahli Hukum Pidana Minta Kasus Dokter Icha Segera P-21: Jangan Ragu-ragu
Mengapa Paman dr Icha Ingin 3 Tersangka DPRD TTU Ditempatkan di Nusakambangan?