Mengapa Paman dr Icha Ingin 3 Tersangka DPRD TTU Ditempatkan di Nusakambangan?

Emanuel Boli
Dilihat 427x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Mengapa Paman dr Icha Ingin 3 Tersangka DPRD TTU Ditempatkan di Nusakambangan?
Paman dr Icha Pakaenoni, Fabianus Banase Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kota Kupang, Highlight NTT- Paman dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha, Fabianus Banase, menegaskan akan berjuang agar tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara (TTU) nonaktif yang menjadi tersangka dalam kasus dr. Icha ditempatkan di Lapas Nusakambangan, bukan di Lapas TTU.

Ketiga tersangka tersebut ialah Therensius Lazakar dari Fraksi Golkar, Norbertus Tubani dari Fraksi PKB, dan Veronika Lake dari Fraksi PDI Perjuangan.

"Saya akan berjuang tempat mereka bukan di lapas TTU, tapi Lapas Nusakambangan. Catat ini, kalian bertiga tempatnya nanti di Lapas Nusakambangan, bukan di TTU," kata Fabianus kepada sejumlah wartawan di Kota Kupang, Selasa, 6 Oktober 2026.

Fabi Banase mengatakan alasan dirinya meminta ketiga tersangka ditempatkan di Nusakambangan karena, menurut dia, hingga saat ini tidak adanya penyesalan dari ketiganya.

Selain itu, Fabianus menduga ketiga tersangka menggunakan akses dan relasi kekuasaan untuk mempermainkan proses hukum.

"Sudah salah, masih lawan Polda lagi. Anak kami sudah tiada, ya, sudah meninggal. Nah, mereka dapat bonus. Bonusnya sudah tersangka, tidak ditahan," ujar dia.

Ia juga menilai tekanan yang dialami dr. Icha sebelum meninggal diduga merupakan bentuk intimidasi yang serius.

"Perlu kita catat bahwa intimidasi lebih kejam daripada teroris. Anak kami bukan meninggal, tewas karena diintimidasi secara barbar oleh tiga tersangka yang sebentar lagi terdakwa, tiga anggota DPRD, Norbertus Tubani, Veronika Lake, dan Therensius Lazakar," tegasnya.

Pernyataan Fabianus tersebut disampaikan setelah Pengadilan Negeri Kupang menolak permohonan praperadilan yang diajukan tiga anggota DPRD TTU nonaktif tersebut terkait penetapan mereka sebagai tersangka.

Kuasa hukum ketiga tersangka, Rian Van Frits Kapitan, saat dikonfirmasi pada Rabu, 7 Oktober 2026 hanya menanggapi singkat atas pernyataan Fabianus.

"Oh, saya tidak perlu menanggapi yang bersangkutan," kata Rian. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan