Pemprov NTT Targetkan Pendataan Kerusakan Gempa Flores Rampung Awal Oktober

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 54x
Waktu Baca ± 5 Min
Bagikan Artikel
Pemprov NTT Targetkan Pendataan Kerusakan Gempa Flores Rampung Awal Oktober
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena saat menyambut kedatangan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di VIP Bandara El Tari Kupang, Senin, 14 September 2026. Kredit: DC/Humas Pemprov NTT

Kota Kupang- Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena sepakat mempercepat penanganan dan pemulihan Flores setelah gempa bumi yang berdampak pada tujuh kabupaten di wilayah tersebut.

Komitmen itu disepakati dalam rapat strategis yang berlangsung di VIP Bandara El Tari, Kupang, Senin, 14 September 2026. Rapat tersebut membahas penanganan bencana sekaligus rencana pemulihan pembangunan Flores pascagempa.

Rachmat mengatakan pemerintah pusat berkewajiban mendukung pemerintah daerah dan masyarakat yang terdampak bencana.

Ia meminta pemerintah dan masyarakat NTT tetap tegar menghadapi musibah serta bersama-sama mempercepat proses pemulihan.

"Saat ini kita sedang mengalami duka mendalam atas bencana alam gempa bumi di Flores, dan tentunya pada momentum ini juga menjadi kewajiban pemerintah pusat untuk membantu pemerintah daerah yang terdampak bencana," kata Rachmat.

Dalam rapat itu, Rachmat mendorong agar pembangunan pascabencana tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik.

Menurut dia, potensi ekonomi NTT perlu dikembangkan sebagai bagian dari rantai nilai yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia mengatakan setiap wilayah perlu saling terhubung sehingga potensi yang dimiliki satu daerah dapat mendukung pertumbuhan daerah lainnya.

"Kalau saja ini dikerjakan dengan baik, lima tahun pasti berubah. Pembangunan tidak pernah bisa mengubah sesuatu secara besar seketika, namun dari hal-hal sederhana," imbuh Rachmat.

Rachmat juga menekankan pentingnya pembangunan sumber daya manusia. Menurut dia, pembangunan jalan, jembatan, dan lahan pertanian memang penting, tetapi peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi faktor yang lebih menentukan pertumbuhan NTT dalam jangka panjang.

"Membangun fisik penting, membangun jalan penting, jembatan penting, bangun sawah penting, tapi membangun sumber daya manusia jauh lebih penting," tegasnya.

7 Kabupaten Terdampak

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan gempa Flores memberikan dampak besar terhadap tujuh kabupaten. Wilayah tersebut, kata dia, menyumbang sekitar 30 hingga 35 persen terhadap perekonomian NTT.

Pemerintah Provinsi NTT bersama tujuh kabupaten terdampak kini terus melakukan pendataan kerusakan sebagai persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Pendataan mencakup kerusakan rumah penduduk, kantor pemerintahan, sekolah, fasilitas kesehatan, serta berbagai infrastruktur lainnya.

Gubernur NTT menargetkan seluruh pendataan dampak gempa dapat diselesaikan sepanjang September hingga awal Oktober 2026.

Data tersebut kemudian akan diuji publik untuk memastikan akurasi dan validitasnya sebelum digunakan sebagai dasar penyusunan desain pemulihan dan pembangunan kembali Flores.

"Kita upayakan dari September ini sampai awal Oktober, itu seluruh urusan pendataan sudah selesai sampai diuji publik. Karena setelah itu kita harus menuju Jakarta bertemu lagi dengan Pak Menteri Bappenas beserta jajaran, dan tentu juga dengan Pak Menko PMK," ujar Melki.

Ia menuturkan, perkembangan penanganan gempa Flores juga telah dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat keduanya bertemu di Semarang, Jawa Tengah, dalam rangka pembukaan MTQ Nasional.

"Saya ketemu beliau kemarin di acara pembukaan MTQ di Semarang. Saya juga sudah melaporkan perkembangan penanganan di Flores. Sekarang kita sedang menuju tahapan pendataan dan persiapan desain baru untuk Flores," kata Melki.

Ia mengatakan Pratikno menekankan pentingnya perencanaan pemulihan yang matang, termasuk penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P).

Gubernur Melki menilai perencanaan yang baik dan dukungan pemerintah pusat dapat menjadikan momentum pascagempa sebagai kesempatan untuk menata kembali sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan di Flores.

"Pak Pratikno menyampaikan, kalau perencanaannya bagus, kalau kemudian mendapat atensi yang bagus, dan dipersiapkan dengan baik, termasuk R3P dan sebagainya, serta sejauh pemerintah daerah mampu merumuskan dengan baik berbagai penataan, maka momentum gempa Flores ini justru bisa dipakai untuk memperbaiki pembangunan di Flores," ujar Melki.

Rencana Induk Pembangunan Flores

Dalam rapat tersebut, Kepala Bapperida Provinsi NTT, Theresia Florentina memaparkan konsep pemulihan pascagempa sebagai bagian dari penataan kembali pembangunan Flores secara lebih terintegrasi.

Ia mengatakan, wilayah utara Flores yang terdampak gempa merupakan salah satu koridor penting karena menghubungkan Labuan Bajo hingga Lembata.

Labuan Bajo yang telah berkembang sebagai destinasi pariwisata premium diharapkan dapat menjadi lokomotif ekonomi bagi kabupaten-kabupaten di sekitarnya.

Pemerintah Provinsi NTT mendorong penyusunan rencana induk pembangunan Flores yang mengintegrasikan potensi produksi, pengolahan, pemasaran, pariwisata, dan rantai pasok antarkabupaten.

Infrastruktur jalur Pantura Flores dinilai memiliki posisi strategis untuk memperkuat konektivitas sekaligus distribusi barang dan jasa.

Konsep tersebut juga diarahkan untuk menghubungkan pengembangan Flores dengan Sumba dan Timor. Sumba memiliki potensi pariwisata minat khusus dan peternakan.

Flores memiliki pariwisata premium bahari dan berbagai komoditas unggulan. Adapun Timor memiliki posisi strategis sebagai kawasan perbatasan dengan Timor-Leste.

Meratus Serahkan 32 Kontainer Bantuan

Rapat strategis tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan bantuan penanganan gempa Flores dari Meratus Group kepada Pemerintah Provinsi NTT.

Bantuan itu berupa 32 kontainer berukuran 20 feet yang berisi paket sembako dan berbagai kebutuhan logistik lainnya.

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh CEO Meratus Group Marcel Menaro dan Direktur Utama PT Meratus Line Slamet Raharjo kepada Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena. Penyerahan tersebut disaksikan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.

Marcel berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak gempa sekaligus mengajak pihak lain untuk bergotong royong membantu warga Flores.

"Semoga bantuan ini bisa membantu saudara-saudara kita, teman-teman kita yang sedang mengalami musibah bencana gempa bumi di Flores," ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT selanjutnya akan menggunakan hasil pendataan dan pengujian publik sebagai salah satu dasar penyusunan desain rehabilitasi dan rekonstruksi Flores pascagempa. **(MN)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan