Bupati di NTT Kecam Penembakan ASN Papua Pegunungan: Negara Tidak Boleh Takut Kaum Separatis 

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 571x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Bupati di NTT Kecam Penembakan ASN Papua Pegunungan: Negara Tidak Boleh Takut Kaum Separatis 
Tiga warga sipil yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kredit: Istimewa

NTT- Tiga warga sipil yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Identitas ketiga korban diungkap Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang pada Rabu, 9 September  2026 malam.

"Para korban bersama lima rekan sebelumnya dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP," kata Ilham dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026.

Ilham mengatakan ketiga korban yang meninggal ialah  Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Willi Mbuik (25).

Ketiganya saat itu sedang mengantar bantuan pangan berupa bibit babi untuk masyarakat bersama lima rekan mereka.

Berdasarkan laporan yang diterima Kodim 1702/Jayawijaya, setelah kelompok tersebut dipisahkan antara OAP dan non-OAP, anggota KKB kemudian menembak ketiga ASN tersebut hingga meninggal dunia.

Jenazah ketiga korban telah berada di RSUD Wamena. Sementara lima ASN yang merupakan rekan para korban kini berada di Polres Jayawijaya di Wamena untuk dimintai keterangan.

Ilham memastikan penembakan dilakukan oleh KKB. Namun, pihaknya masih mendalami kelompok yang terlibat dalam penembakan tersebut.

"Belum bisa dipastikan KKB kelompok mana yang melakukan penembakan terhadap ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya," kata Ilham.

Salah satu korban, Alfonsius Albinus Mehan (35), diketahui berasal dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Sementara Aprida Rapi (49) berasal dari Toraja dan Willi Mbuik (25) berasal dari Kabupaten Rote.

Bupati Sikka, NTT Minta Perlindungan Negara

Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago  turut menyampaikan dukacita atas meninggalnya Alfonsius Albinus Mehan dalam penembakan tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati Juventus Kago kepada wartawan di Kota Kupang melalui pesan WhatsApp, Kamis, 10 September 2026 sore.

"Kami mohon perlindungan ke pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Mereka menjadi warga diaspora kami yang sudah membaktikan diri. Perlu ada pengamanan ekstra untuk memastikan keselamatan mereka semua," ungkap Bupati Juventus.

Bupati Juventus juga menyampaikan dukacita sekaligus mengecam keras aksi penembakan terhadap para ASN tersebut.

"Tentu sebagai pemerintah daerah Pemerintah Kabupaten Sikka, kami turut berdukacita dan mengecam keras pelaku dan menuntut negara untuk bertanggung jawab terhadap penyelesaian kasus ini," ungkapnya.

Bupati Juventus menegaskan negara tidak boleh menunjukkan ketakutan dalam menghadapi kelompok yang melakukan aksi kekerasan bersenjata.

"Negara tidak boleh takut terhadap teroris. Atau negara tidak boleh takut terhadap kaum separatis. Saya pikir demikian," kecamnya.

"Kami sampaikan turut berduka. Semoga diberi kekuatan dan ketabahan," pungkasnya.

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan