Jenazah Wili Mbuik Korban Penembakan di Papua Dipulangkan ke Rote Ndao untuk Dimakamkan
Kota Kupang- Jenazah Willi Mbuik, perempuan (25) korban penembakan kelompok TPNPB OPM Kodap III Ndugama, tiba di Terminal Kargo Bandara Internasional El Tari Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat, 11 September 2026.
Jenazah tiba menggunakan pesawat Batik Air ID 6541 dari Jakarta. Pesawat yang mengangkut jenazah asal Kabupaten Rote Ndao itu mendarat di Bandara Internasional El Tari Kupang pada pukul 05.59 WITA.
Jenazah kemudian dibawa ke Terminal Kargo Bandara Internasional El Tari Kupang di Jalan Adi Sucipto, Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.
Pada pukul 06.21 WITA, jenazah tiba di terminal kargo dan selanjutnya dipindahkan ke mobil ambulans untuk diserahkan kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pihak keluarga.
Wakil Gubernur NTT Drs. Johni Asadoma, Sekretaris Daerah NTT Fransiskus Sales Sodo, seluruh kepala dinas di lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta Satgaspam hadir untuk menjemput jenazah.
Berdasarkan data yang dihimpun, Wili Mbuik lahir di Mbaoen pada 29 November 2001. Wili merupakan calon pegawai negeri sipil atau CPNS Pemerintah Kabupaten Jayawijaya.
Ia datang dari Kupang, NTT, dan berdomisili di Jalan Jenderal Sudirman, Wamena Kota, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.
Willi dinyatakan meninggal dunia akibat luka tembak pada bagian rusuk kanan depan.
Setelah proses penyerahan di Terminal Kargo Bandara Internasional El Tari selesai, pada pukul 06.32 WITA jenazah langsung dibawa oleh Pemerintah Provinsi NTT bersama keluarga menuju pelabuhan.
Jenazah selanjutnya akan dipulangkan ke Kabupaten Rote Ndao melalui jalur laut untuk diserahkan kepada keluarga dan dimakamkan.
Sebelumnya diberitakan, Tiga warga sipil yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dan calon pegawai negeri sipil (CPNS) pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).
Identitas ketiga korban diungkap Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf. Ilham Datu Ramang pada Rabu, 9 September 2026 malam.
"Para korban bersama lima rekan sebelumnya dihadang KKB dan dipisah antara orang asli Papua (OAP) dan non-OAP," kata Ilham dilansir dari Antara, Kamis, 10 September 2026.
Ilham mengatakan ketiga korban yang meninggal ialah Aprida Rapi (49), Alfonsius Albinus Mehan (35), dan Willi Mbuik (25).
Ketiganya saat itu sedang mengantar bantuan pangan berupa bibit babi untuk masyarakat bersama lima rekan mereka.
Berdasarkan laporan yang diterima Kodim 1702/Jayawijaya, setelah kelompok tersebut dipisahkan antara OAP dan non-OAP, anggota KKB kemudian menembak ketiga ASN tersebut hingga meninggal dunia. **(VH)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Operasi Patuh Turangga 2026 Dimulai, Polresta Kupang Kota Sasar 11 Pelanggaran
Polda NTT Sita 350 Liter BBM Bersubsidi, Diduga akan Dijual Rp13 Ribu per Liter
Polresta Kupang Kota Periksa 24 LC dalam Razia Narkoba, Ini Hasil Tes Urine
Diduga Curi Rp145 Juta, Pria di Kupang Gunakan Uang untuk Judi Togel dan Cicilan Motor
Kasus Dugaan Perdagangan Orang NTT, 2 Tersangka Ditahan
Kapolda NTT Beri Penghargaan kepada Kasat Lantas Berprestasi dalam Rakernis 2026
Pemkab SBD Tegur Hotel Mario soal Pengecoran di Pesisir Pantai Mananga Aba
DPD KAI NTT Tolak Seluruh Aduan Etik Izhak Rihi terhadap Bildad Thonak
Polresta Kupang Kota Bubarkan Kerumunan Pemuda yang Diduga Hendak Balap Liar
Yuni Tefa Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Presidium PMKRI Kupang 2026/2027