Jenazah PMI ke-97 Dipulangkan ke NTT, Keluarga Sebut Yustinus Meninggal Disambar Petir

Emanuel Boli
Dilihat 158x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Jenazah PMI ke-97 Dipulangkan ke NTT, Keluarga Sebut Yustinus Meninggal Disambar Petir
Jenazah PMI atas nama Yustinus Lak Asa saat tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, Senin, 10 Agustus 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Tim Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali memfasilitasi penjemputan dan pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Kali ini, jenazah Yustinus Lak Asa (31), warga Desa Numponi, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, tiba di Kupang pada Senin, 10 Agustus 2026.

Jenazah Yustinus tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456 sekitar pukul 10.45 WITA. Dia bekerja selama sekitar sembilan tahun di Malaysia.

Dalam proses penjemputan di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, hadir Tim Yayasan Penyelenggaraan Ilahi, Rumah Harapan, serta puluhan keluarga almarhum.

Salah satu keluarga, Veronika Asa, sepupu kandung Yustinus, mengatakan keluarga memperoleh informasi dari Malaysia bahwa Yustinus meninggal setelah disambar petir saat mandi.

“Ini kita dengar informasi dari sana itu bilang kena sambar petir waktu mandi,” ujar Veronika Asa saat ditemui di Terminal Kargo.

Ia mengatakan, Yustinus telah lama bekerja di Malaysia. Ia sempat pulang ke Malaka pada 2022, kemudian kembali lagi ke Malaysia pada 2023.

Ia mengatakan Yustinus belum menikah, memiliki empat saudara. Kedua orang tua Yustinus bekerja sebagai petani di Desa Numponi.

Selama bekerja di Malaysia, kata Veronika, Yustinus juga kerap mengirimkan uang kepada keluarganya di kampung halaman, termasuk membantu membiayai pendidikan saudarinya yang sedang menempuh kuliah.

“Sering kirim uang untuk keluarga, termasuk saudarinya yang sedang kuliah,” ujar Veronika sambil menunjuk saudari Yustinus yang hadir di Terminal Kargo.

Berdasarkan  Surat Bukti Pencatatan Kematian Nomor 01343/SBPM-KL/0826/04 yang diterbitkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur, Yustinus Lak Asa tercatat sebagai PMI undocumented atau PMI tanpa dokumen (nonprosedural).

Yustinus dinyatakan meninggal dunia pada 4 Agustus 2026 pukul 02.00. Dalam surat tersebut, penyebab kematian tercatat “PENDING LABORATORY ANALYSIS” atau masih menunggu hasil analisis laboratorium.

Dokumen KBRI juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi dari Hospital Taiping, Perak, terhadap jenazah Yustinus telah dilakukan autopsi.

Atas permintaan Fransiskus Riu Bria, yang disebut sebagai saudara dengan nomor paspor E3738323, jenazah Yustinus akan dikebumikan oleh keluarganya di Malaka.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, jenazah Yustinus diberangkatkan dari Kuala Lumpur menuju Jakarta pada Minggu (9/8/2026) menggunakan penerbangan Garuda Indonesia GA 821 dengan rute Kuala Lumpur-Jakarta, dengan jadwal keberangkatan pukul 12.50 dan tiba pukul 14.00.

Setelah tiba di Kupang pada Senin (10/8/2026), salah satu anggota keluarga memimpin doa di Terminal Kargo Bandara El Tari sebelum jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman.

Jenazah kemudian diberangkatkan menggunakan ambulans BP3MI NTT dan ambulans Yayasan Penyelenggaraan Ilahi bersama keluarga almarhum.

Untuk diketahui, pemulangan jenazah Yustinus Lak Asa menjadi pemulangan jenazah PMI ke-97 asal NTT yang difasilitasi BP3MI NTT.

Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang mengimbau masyarakat yang ingin bekerja di luar negeri agar menggunakan jalur resmi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dia mengatakan, apabila bekerja secara di luar negeri prosedural, pekerja migran akan memperoleh perlindungan sejak proses penempatan, selama bekerja di luar negeri, hingga kembali ke Tanah Air.

"Kalau kita berangkat secara prosedural, tentu hak-hak terkait asuransi akan diserahkan secara utuh. Biaya pemakaman, biaya uang duka, dan kemudian beasiswa akan diberikan kepada anak yang masih usia sekolah. Kalau berangkat secara nonprosedural, hak-hak itu tidak bisa diberikan," kata dia, belum lama ini. ** (EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan