Jenazah 2 CPMI Korban Kapal Tenggelam saat ke Malaysia Dipulangkan ke Malaka
Kupang- Dua jenazah Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) asal Desa Umanelawalu, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Grace Maria Banobisik (21) dan Alexander Rifaldi Napan (23), yang menjadi korban kapal tenggelam di perairan Sumatera saat hendak berangkat ke Malaysia, akhirnya dipulangkan ke kampung halaman.
Kedua jenazah tiba di Bandara El Tari Kupang menggunakan Pesawat Garuda Indonesia GA 456, Sabtu (8/8/2026) sekitar pukul 10.45 WITA.
Kedua jenazah dijemput Tim Kargo, Tim Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Yayasan Penyelenggaraan Ilahi, Rumah Harapan, serta puluhan keluarga korban.
Grace Maria dan Alexander Rifaldi merupakan dua warga yang berasal dari satu kampung dan masih memiliki hubungan sepupu.
Keduanya menjadi korban musibah kapal tenggelam di perairan Sumatera saat hendak berangkat menuju Malaysia pada Mei 2026 lalu.
Ibu kandung Grace Maria Banobisik, Angelina Hoar Bria (50), mengatakan kedua korban merupakan warga satu kampung meski berasal dari dusun yang berbeda.
"Mereka dua satu kampung, beda dusun, masih sepupu ju, pertama kali ke Malaysia, mereka pergi karena niatan sendiri, saya sudah larang agar mereka kuliah, tapi mereka mau pi (pergi) cari kerja," kata Angelina saat ditemui di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Angelina menuturkan, informasi mengenai kapal yang ditumpangi kedua korban tenggelam diperoleh keluarga pada 11 Mei 2026.
Dia berkata, saat itu kapal yang ditumpangi Grace dan Alexander hampir sampai di pelabuhan di Malaysia. Namun, kapal diterjang ombak besar hingga pecah dan akhirnya tenggelam.
Kedua korban kemudian ditemukan oleh nelayan di wilayah tersebut dan selanjutnya dilakukan proses identifikasi.
Untuk memastikan identitas Grace Maria Banobisik, petugas mengambil sampel darah dan air liur untuk dilakukan tes DNA.
Hasil pemeriksaan tersebut dinyatakan cocok dengan identitas korban. Proses serupa juga dilakukan terhadap Alexander Rifaldi Napan.
Tidak lupa, Angelina menyampaikan terima kasih kepada pemerintah melalui BP3MI NTT yang telah memfasilitasi proses kepulangan kedua jenazah hingga ke kampung halaman.
Sementara itu, Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang, mengatakan kedua korban merupakan jenazah CPMI asal NTT yang telah difasilitasi dalam proses pemulangan.
"Kedua korban merupakan jenazah yang ke-95 dan ke-96," ujar Geo Amang.
Ia menjelaskan, kedua korban mengalami musibah saat proses keberangkatan ke luar negeri sekitar 9 Mei 2026.
"Waktu itu pemberangkatan mereka dari Perairan Kisaran, Sumatra Utara menuju Malaysia, namun terjadi musibah di mana kapal mengalami tenggelam sehingga beberapa dinyatakan tidak selamat dan empat di antaranya berasal dari NTT yang sudah diidentifikasi, dua dari Ende dan dua dari Kabupaten Malaka," tuturnya.
Dia menyebutkan, untuk dua korban asal Kabupaten Malaka, jenazah telah dijemput di Kupang dan selanjutnya difasilitasi untuk diserahkan kepada keluarga di kampung halaman.
"Untuk dari Kabupaten Malaka hari kita melakukan penjemputan dan sudah difasilitasi untuk penyerahan kepada keluarga di kampung halaman, sedangkan untuk jenazah dari Ende, mereka dikebumikan di negara penempatan," ungkapnya.
Geo Amang juga mengimbau masyarakat, khususnya pemerintah desa, agar meningkatkan pengawasan terhadap warganya yang hendak bekerja ke luar negeri.
Dia menegaskan, perlindungan terhadap calon pekerja migran harus dimulai dari desa asal, termasuk dari tingkat RT/RW. Hal tersebut penting untuk mencegah keberangkatan pekerja migran melalui jalur nonprosedural.
"Kita mulai perlindungan dari desa asal, baik itu mulai dari RT/RW sehingga proses-proses yang nonprosedural seperti ini dapat kita cegah," kata dia.
Sebelum kedua jenazah diberangkatkan menuju Kabupaten Malaka untuk dimakamkan di kampung halaman, Suster "Kargo" Laurentina memimpin doa bersama di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang.
Berdasarkan data BP3MI NTT, kedua jenazah juga tercatat sebagai jenazah ke-95 dan ke-96 yang difasilitasi penjemputan dan pemulangannya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi