Komisi I DPRD TTS akan Panggil Kaban Kesbangpol terkait Seleksi Paskibra 2026
TTS- Komisi I DPRD Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, berencana memanggil Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) TTS, Apolos Banunaek.
Kaban Apolos dipanggil guna menglarifikasi terkait proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) tingkat Kabupaten TTS tahun 2026.
Wakil Ketua Komisi I DPRD TTS, Yerim Yos Fallo, kepada wartawan, Sabtu (9/5) mengatakan pihaknya telah menerima penjelasan awal dari Kesbangpol.
Namun, menurut Yerim, jawaban yang disampaikan masih belum lengkap dan dinilai keliru sehingga perlu dilakukan rapat klarifikasi lanjutan.
“Kami segera panggil Kesbangpol dan Kesbangpol hanya jawab keliru. Karena itu kami agendakan ulang untuk klarifikasi lengkap dan kami minta buka data tesnya. Rencana Senin akan dilakukan rapat klarifikasi,” ujar Yerim.
Ia menegaskan, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan hak peserta seleksi, khususnya Gresyani Imelda Tenistuan, sekaligus memperbaiki sistem seleksi Paskibra di Kabupaten TTS agar lebih terbuka, transparan, dan akuntabel.
Yerim berkata, Komisi I DPRD TTS memandang perlu mengundang Kesbangpol beserta jajaran terkait untuk memberikan penjelasan secara menyeluruh mengenai mekanisme dan proses seleksi Paskibra 2026.
“Untuk memastikan hak Gresyani Imelda Tenistuan dan menjaga serta memperbaiki agar seleksi Paskibra Kabupaten TTS ke depan terbuka, transparan, akuntabel, serta mengedepankan kebenaran dan keadilan," katanya.
Maka dari itu, lanjut Yerim, Komisi I menganggap perlu mengundang Kesbangpol beserta jajaran untuk melakukan klarifikasi lengkap dan membuka mekanisme proses seleksi Paskibra 2026.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur, bernama Gresyani Imelda Tenistuan menyampaikan surat terbuka kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS terkait seleksi Paskibra tingkat kabupaten tahun 2026.
Dalam surat terbuka yang diterima pada Rabu (6/5/2026), siswi SMA Kristen 1 Soe itu mengungkapkan kekecewaannya terhadap proses seleksi yang diikutinya.
Gresyani menjelaskan bahwa dirinya berasal dari keluarga sederhana dan bukan dari kalangan pejabat maupun keluarga berada.
Meski demikian, ia mengaku memiliki semangat tinggi untuk mengikuti seleksi Paskibra.
Ia juga menyampaikan telah mempersiapkan diri sejak lama dengan mengikuti latihan intensif di sekolah selama berbulan-bulan.
Setelah mendaftar, ia dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhasil melewati sejumlah tahapan seleksi berikutnya.
Namun, harapannya untuk menjadi anggota Paskibra tingkat kabupaten pupus secara tiba-tiba.
Gresyani mengaku diminta bertemu dengan pihak terkait sebelum akhirnya diarahkan untuk pulang tanpa penjelasan yang jelas.
Hingga berita ini diterbitkan, Kaban Kesbangpol TTS, Apolos Banunaek belum berhasil dihubungi. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi