Surat Terbuka Gresyani untuk Bupati TTS dan Wakil Bupati TTS
TTS- Seorang siswi SMA di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), NTT, Gresyani Imelda Tenistuan, menyampaikan surat terbuka kepada Bupati dan Wakil Bupati TTS.
Surat tersebut berisi kekecewaan dan pertanyaan terkait proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) tingkat kabupaten tahun 2026 yang diikutinya.
Dalam suratnya, diterima HighlightNTT, Rabu (6/5/2026), Gresyani yang merupakan siswi SMA Kristen 1 Soe mengungkapkan latar belakangnya sebagai anak dari keluarga sederhana.
Gresyani berkata bahwa meski bukan berasal dari kalangan pejabat atau keluarga berada, dirinya memiliki semangat tinggi untuk mengikuti seleksi Paskibra.
Gresyani menjelaskan bahwa ia telah mempersiapkan diri sejak lama dengan mengikuti latihan intensif di sekolah selama berbulan-bulan.
Setelah mendaftar, ia dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhasil melewati berbagai tahapan seleksi berikutnya.
Namun, harapan tersebut pupus secara tiba-tiba. Ia mengaku diminta untuk bertemu dengan pihak terkait, lalu diarahkan untuk pulang tanpa penjelasan yang jelas.
Berikut isi surat Gresyani Imelda Tenistuan:
Nunumeu, 6 Mei 2026
Yth Bapak Bupati TTS & Wakil Bupati TTS
Saya Gresyani Imelda Tenistuan, siswi SMA Kristen 1 Soe yg lahir dari seorang Ibu Rumah Tangga biasa,,,
Saya memang bukan anak Pejabat bukan anak orang kaya, saya hanya seorang anak yang di besarkan dari Seorang ibu bisa dari desa, tapi saya punya Semangat untuk ikut seleksi paskib tingkat kab TTS dan karena semangat itu bahkan sebelum mengikuti seleksi saya sudah mengikuti latihan di sekolah berbulan-bulan, walaupun lelah saya tetap semangat karena ingin memberikan yang terbaik.
Tibalah hati di mana kami akan mengikuti seleksi tersebut
Setelah saya mendaftar dan lolos seleksi administrasi saya terus belajar dan berlatih untuk dapat mengikuti semua tahapan seleksi dan saya lolos semua tahapan seleksi dengan pengumuman saya selalu lolos, dalam perjuangan ini saya semakin yakin dan percaya bahwa saya bisa menjadi bagian dari Siswi paskib kab TTS 2026
Tapi hari di mana semua harapan itu seketika hilang hanya dengan perintah bertemu kaban dan saya di minta untuk pulang tanpa sebab tanpa akibat dan hal itu sangat membuat diri saya kehilangan rasa percaya diri, kecewa, menangis hingga berhari-hari,,,,,
Saya dan mama saya berjuang datang ke DPRD dan setelah bertemu dengan kaban kesbangpol dan jajaran pun tidak ada solusi bagi saya sampai saat ini....
Bapak Bupati & Wakil yang baik jika saya tidak berhak biarkan cerita dan rasa ini saya pikul sendiri dan biarkan menjadi pelajaran berharga yang akan terus saya doakan sampai kapanpun.....
Bapak Bupati & Wakil yang baik kiranya kejadian ini cukup terjadi kepada saya dan jangn terjadi lagi kepada yang lain.
Tangisan dan air mata saya mungkin biasa bagi anak seorang ibu rumah tangga yang gagal karena hak nya di hilangkan, mungkin juga saya tidak pantas dan tidak layak karena hanya seorang anak dari orang tua biasa yang tidak mampu,
Mohon maaf saya agak sulit melanjutkan tulisan ini karena saya tidak sanggup lagi mengetik.
Hormat saya
Gresyani Imelda Tenistuan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten TTS terkait isi surat terbuka tersebut. **(EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi