533 Jamaah Haji NTT Siap Berangkat ke Tanah Suci Mekkah
Kupang- Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), H. Hasan Manuk, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa sebanyak 533 jamaah haji asal NTT siap diberangkatkan menuju Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Hasan Manuk kepada wartawan di Kantor Kanwil Kementerian Haji dan Umrah NTT, Jalan Amabi, Oebufu, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis, 7 Mei 2026 pukul 14.16 WITA.
“Kuota awal jamaah haji NTT sebanyak 516 orang. Namun, dalam perkembangan di Embarkasi Surabaya terdapat tambahan seat yang memungkinkan untuk diisi. Kami mengusulkan penambahan dan Alhamdulillah disetujui pusat sebanyak 17 orang. Jadi total jamaah haji NTT yang siap berangkat saat ini sebanyak 533 orang,” ujar Hasan Manuk Langoday.
Hasan berkata, ratusan jamaah tersebut berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT dan akan diberangkatkan melalui tiga bandara berbeda sebelum berkumpul di Embarkasi Surabaya.
Dia mengatakan, jamaah asal Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat akan diberangkatkan melalui Bandara Komodo Labuan Bajo. Sementara empat kabupaten di Pulau Sumba, yakni Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, dan Sumba Barat akan berangkat melalui Bandara Tambolaka.
Sedangkan, lanjut dia, jamaah dari Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, Timor Tengah Utara (TTU), Timor Tengah Selatan (TTS), Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Sabu Raijua, dan Rote Ndao akan diberangkatkan melalui Bandara El Tari Kupang.
“Hari ini jamaah dari Lembata sudah masuk Asrama Haji Kupang. Dalam satu hingga dua hari ke depan, jamaah dari Malaka, Alor, Rote, dan Sabu juga akan masuk,” tuturnya.
Hasan menuturkan, sebagian jamaah dari daerah tertentu hanya transit di bandara sebelum melanjutkan penerbangan menuju Surabaya menggunakan maskapai Lion Air yang terhubung dengan Wings Air dari daerah asal.
Menginap di Surabaya Sebelum Masuk Embarkasi
Seluruh jamaah haji asal NTT dijadwalkan tiba di Surabaya pada 11 Mei 2026 malam dan akan masuk ke Embarkasi Surabaya dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 80 dan Kloter 81.
“Sebelum masuk embarkasi, jamaah akan menginap terlebih dahulu di hotel sesuai pengaturan masing-masing pemerintah daerah dan Kementerian Haji kabupaten/kota,” jelas Hasan.
Selanjutnya, jamaah akan berada di Embarkasi Surabaya selama 24 jam sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Rencananya pelepasan jamaah akan dilakukan oleh Gubernur NTT bersama Ketua DPRD Provinsi NTT serta pejabat terkait lainnya.
Hasan Manuk menjelaskan bahwa jamaah haji NTT tahun ini masuk dalam gelombang kedua pemberangkatan haji Indonesia. Dengan demikian, jamaah akan langsung mendarat di Jeddah dan melanjutkan perjalanan ke Mekkah untuk melaksanakan umrah wajib.
“Karena masuk gelombang kedua, jamaah sejak dari Embarkasi Surabaya sudah menggunakan pakaian ihram. Berbeda dengan gelombang pertama yang mendarat di Madinah terlebih dahulu,” ujar Manuk.
Ia menambahkan, sesuai ketentuan maskapai Saudi Airlines, jamaah harus sudah bersiap menuju bandara enam jam sebelum keberangkatan.
Lansia Prioritas Khusus
Dalam kesempatan itu, Hasan juga menyampaikan bahwa terdapat 33 jamaah kategori lanjut usia (lansia) asal NTT yang memperoleh prioritas keberangkatan tahun ini.
Dia berkata, prioritas lansia diberikan berdasarkan usia tertua dan syarat minimal masa tunggu lima tahun sejak pendaftaran.
“Ada jamaah usia 82 tahun yang belum bisa berangkat karena masa tunggunya belum mencapai lima tahun. Jadi sistem tetap membaca seluruh persyaratan secara otomatis,” katanya.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses keberangkatan haji dilakukan melalui sistem digital yang ketat sehingga tidak memungkinkan adanya manipulasi data.
“Informasi bahwa keberangkatan haji bisa dipercepat melalui jalur tertentu itu tidak benar. Semua melalui sistem. Bahkan manipulasi data, termasuk akta kematian, tetap akan terdeteksi,” tandasnya.
Arab Saudi Dijamin Aman untuk Jamaah Haji
Menanggapi situasi geopolitik di Timur Tengah, Hasan memastikan pemerintah Arab Saudi menjamin keamanan pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
“Pemerintah Indonesia sudah melakukan koordinasi intensif. Arab Saudi menjamin pelaksanaan ibadah haji aman,” ujarnya.
Ia mengakui sempat muncul pembahasan mengenai jalur alternatif penerbangan melalui Afrika, namun opsi tersebut tidak digunakan karena akan memperpanjang perjalanan dan menambah biaya.
Terkait biaya haji, Hasan menjelaskan bahwa total biaya perjalanan ibadah haji untuk embarkasi Surabaya mencapai sekitar Rp93,8 juta per jamaah.
Namun, jamaah tidak membayar seluruh nominal tersebut karena sebagian ditanggung melalui nilai manfaat yang dikelola Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
“Biaya perjalanan ibadah haji yang ditanggung jamaah sekitar Rp60,6 juta. Karena sebelumnya sudah menyetor Rp25 juta saat pendaftaran, maka saat pelunasan jamaah hanya membayar sekitar Rp32 juta,” jelasnya.
Menurut Hasan, embarkasi Surabaya menjadi embarkasi dengan biaya tertinggi di Indonesia karena menggunakan maskapai Saudi Airlines dan memiliki jarak tempuh lebih jauh dibanding embarkasi lainnya.
Hasan juga menjelaskan bahwa jumlah jamaah haji NTT tahun ini mengalami perubahan dibanding tahun sebelumnya karena adanya perubahan sistem penetapan kuota nasional.
“Sekarang penetapan kuota tidak hanya berdasarkan proporsi jumlah umat Islam, tetapi juga mempertimbangkan masa tunggu sesuai amanat Undang-Undang Haji,” pungkasnya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi