Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 146x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Gempa M6,1 Guncang Sumba Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Ilustrasi Gempa Bumi Kredit: Aset Highlight NTT

Sumba Barat Daya, Highlight NTT– Gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pagi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Berdasarkan hasil pemutakhiran parameter BMKG, gempa memiliki magnitudo 6,1 dengan pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur, sekitar 59 kilometer barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer.

BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif dan diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Guncangan gempa dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah. BMKG mencatat intensitas VI MMI di wilayah Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi. Pada skala tersebut, getaran dirasakan oleh seluruh penduduk dan sebagian warga terkejut hingga berlari keluar rumah.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di Kota Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Getaran juga tercatat hingga Kota Bima dengan intensitas III MMI.

Hingga pukul 08.05 WIB, BMKG mencatat sebanyak 62 aktivitas gempa bumi susulan dengan magnitudo berkisar antara 1,5 hingga 4,3.

Selain itu, terdapat laporan kerusakan bangunan warga dan sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Laporan lain menyebutkan satu orang mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa karena dapat membahayakan keselamatan.

Masyarakat diminta memperoleh informasi terkait perkembangan gempa hanya melalui kanal resmi BMKG dan instansi berwenang. **(Izal)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan