Veronika dan Anisa Sambut Positif Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri

Emanuel Boli
Dilihat 93x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Veronika dan Anisa Sambut Positif Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri
Veronika (kanan) dan Anisa, Mahasiswa Universitas San Pedro Kupang saat diwawancarai di Hotel Harper Kupang, Selasa, 9 Juni 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Mahasiswa Universitas San Pedro Kupang menyambut positif kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman yang diselenggarakan melalui kerja sama Workshop FED & Ausbildung GIZ Jerman Indonesia dengan Universitas San Pedro Kupang di Hotel Harper Kupang, Selasa,9 Juni 2026.

Kegiatan tersebut dapat membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang kerja di luar negeri sekaligus meningkatkan kesiapan sumber daya manusia menghadapi persaingan global.

Veronika, mahasiswa Semester IV Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas San Pedro Kupang, mengatakan sosialisasi tersebut sangat baik karena memberikan informasi yang luas mengenai kesempatan bekerja di luar negeri.

"Sangat baik karena dapat membuka wawasan, mendorong peningkatan diri," kata Veronika kepada wartawan di tengah kegiatan sosialisasi di Hotel Harper.

Sementara itu, Maria Avrisia Katon, mahasiswa Semester IV PGSD Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas San Pedro, berharap peluang kerja ke luar negeri dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.

“Harapannya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat, saling menghormati budaya dan kedaulatan negara mitra,” ujar Maria, akrab disapa Anisa.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT), Suratmi Hamida, mengungkapkan bahwa angka pengangguran terbuka di NTT saat ini mencapai 102.428 orang, termasuk lulusan sarjana yang belum memperoleh pekerjaan.

Ia menuturkan bahwa tingginya angka pengangguran menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera diatasi melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta pemanfaatan peluang kerja yang tersedia, baik di dalam maupun luar negeri.

“Sarjana menganggur di NTT, pengangguran terbuka adalah 102.428 orang yang hari ini menjadi PR kita bersama,” ujar Suratmi.

Ia mengapresiasi kerja sama antara Universitas San Pedro dan GIZ Jerman Indonesia sebagai langkah strategis untuk membuka akses informasi, meningkatkan kompetensi calon pekerja migran Indonesia (PMI), serta memperluas peluang kerja yang aman, legal, dan bermartabat.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan GIZ ZME Indonesia, Jesika Iren Wibowo, mengatakan pihaknya sebagai mitra Pemerintah Jerman di Indonesia menjalankan program penguatan tata kelola migrasi dan ketenagakerjaan yang aman.

Ia berkata, GIZ berkomitmen mendukung Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dan BP3MI dalam melakukan advokasi migrasi aman bagi calon pekerja migran Indonesia.

Jesika menjelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja di Jerman saat ini cukup tinggi, terutama pada sektor-sektor yang membutuhkan keterampilan.

“Peluang kerja di luar negeri, termasuk di Jerman, terus berkembang. Kebutuhan tenaga kerja terampil sangat tinggi, namun harus diimbangi kemampuan bahasa yang memadai, pemahaman mengenai peluang kerja, dan kompetensi yang sesuai,” katanya.

Sementara itu, Rektor Universitas San Pedro Kupang, Dr. Bertolomeus Bolong, M.Si., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut merupakan implementasi dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Universitas San Pedro bersama GIZ Jerman sekitar tiga bulan lalu.

Ia menegaskan bahwa Universitas San Pedro tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga berupaya membuka akses dan peluang kerja bagi mahasiswa serta alumni melalui berbagai kemitraan dengan lembaga di dalam maupun luar negeri.

“Kami tidak hanya mendidik generasi muda menjadi cerdas, kreatif, inovatif, produktif, dan mandiri, tetapi juga membuka peluang kerja melalui berbagai kemitraan,” tukasnya.

Menurut Bertolomeus, masih tingginya angka tenaga kerja terdidik yang belum bekerja di NTT, termasuk lulusan sarjana, menjadi tantangan yang harus direspons secara nyata.

Oleh karena itu, Universitas San Pedro terus membangun kerja sama dengan berbagai institusi untuk membuka kesempatan magang, pelatihan, dan penempatan kerja bagi mahasiswa maupun alumni.

Kegiatan Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman berlangsung mulai pukul 08.00 WITA hingga selesai dan diikuti sekitar 120 peserta.

Peserta terdiri atas pimpinan dan pegawai Universitas San Pedro, mahasiswa dan alumni Universitas San Pedro, mahasiswa Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang, Unwira Kupang, Universitas Muhammadiyah Kupang, Politeknik Kelautan dan Perikanan Kupang, Universitas Citra Bangsa, serta BP3MI NTT.

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan