Rita Wuisan Resmi Jabat Komisaris Independen Bank NTT Periode 2026–2031

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 77x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
Rita Wuisan Resmi Jabat Komisaris Independen Bank NTT Periode 2026–2031
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen PT Bank NTT untuk masa bakti 2026–2031, Senin, 26 Oktober 2026.  Kredit: Dio Ceunfin

Kupang, HighlightNTT- Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena melantik Flouri Rita Wuisan sebagai Komisaris Independen PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT) untuk masa bakti 2026–2031, Senin, 26 Oktober 2026.

Dalam pelantikan tersebut, Melki menekankan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan, keamanan sistem digital perbankan, serta peningkatan kontribusi bank terhadap perekonomian daerah.

Pelantikan berlangsung di Aula Fernandez, Lantai IV, Kantor Gubernur NTT. Acara itu dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi NTT Fransiskus Sales Sodo, para bupati dan wali kota se-NTT.

Selain itu, hadir pimpinan Bank Indonesia wilayah NTT, perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kupang, para pemegang saham, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta jajaran manajemen Bank NTT.

Pengangkatan Flouri Rita Wuisan didasarkan pada Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 386/KEP/HK/2026 tentang Pengangkatan dalam Jabatan untuk Masa Bakti 2026–2031.

Dalam sambutannya, Melki mengucapkan selamat kepada Rita atas kepercayaan dan tanggung jawab yang diberikan. Ia berharap kehadiran komisaris independen tersebut dapat memperkuat fungsi pengawasan sekaligus melengkapi komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Bank NTT.

Menurut Melki, Bank NTT harus terus memperkuat perannya sebagai penggerak perekonomian daerah, mendukung pelayanan publik, dan memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat serta pelaku usaha di seluruh wilayah NTT.

"Sebagaimana harapan kami dengan sudah lengkapnya komposisi di komisaris ini, Bank NTT terus menjadi instrumen penggerak perekonomian daerah, penggerak pelayanan publik, dan juga turut berkontribusi nyata bagi perkembangan KRD dan juga menggerakkan ekonomi di seluruh NTT dengan baik," ujar Melki.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara manajemen Bank NTT dan kepala daerah di seluruh kabupaten dan kota. Koordinasi rutin setiap bulan, menurut dia, diperlukan agar perbankan daerah dapat merespons kebutuhan riil perekonomian lokal.

Selain itu, Bank NTT mendukung pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengoptimalkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara transparan dan tepat sasaran.

Selain mendorong pertumbuhan bisnis dan peningkatan profitabilitas, Melki mengingatkan Bank NTT agar menjadikan penguatan tata kelola perusahaan atau Good Corporate Governance (GCG) sebagai prioritas.

Prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran, kata dia, harus diterapkan secara konsisten dalam seluruh proses pengelolaan bank.

Gubernur Ingatkan Risiko Kejahatan Siber

Melki secara khusus menyoroti keamanan sistem digital perbankan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber. Ia meminta jajaran direksi memperketat sistem keamanan teknologi informasi untuk melindungi dana nasabah sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Bank NTT.

"Saya pesan betul, berkali-kali saya panggil Dirut dan berbagai direksi di Bank NTT, perkuat dan perketat security sistem untuk urusan digital kita. Jangan sampai kalau uang kita pernah begitu, kita juga membawa beban ke perusahaan, kasihan masyarakat,” ujar Melki.

Ia menegaskan, tingginya ancaman kejahatan siber di era digitalisasi perbankan menuntut penerapan manajemen risiko yang ketat dan pengamanan sistem teknologi informasi secara berlapis. Langkah tersebut diperlukan untuk melindungi aset nasabah dari berbagai risiko, termasuk penipuan atau fraud.

Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh pemegang saham berharap kepemimpinan baru di jajaran Dewan Komisaris dapat memperkuat komunikasi antara bank, regulator, pemerintah daerah, dan pelaku ekonomi.

Dengan begitu, Bank NTT diharapkan terus bertransformasi menjadi lembaga perbankan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan dalam melayani masyarakat.

Konsolidasi jadi Agenda Awal Komisaris Baru

Usai dilantik, Flouri Rita Wuisan menyatakan komitmennya untuk segera menjalankan fungsi pengawasan dan memberikan saran strategis kepada Direksi Bank NTT guna mendukung peningkatan kinerja perusahaan.

Rita mengatakan, langkah awal yang akan dilakukan adalah konsolidasi internal bersama manajemen untuk menyusun rencana kerja dan menetapkan target yang jelas serta terukur.

Meski tahun anggaran 2026 hanya menyisakan sekitar dua bulan, ia menilai penetapan target tetap diperlukan sebagai pedoman pelaksanaan tugas.

"Tentunya, kami akan duduk bersama lagi, karena saya baru bergabung, akan duduk bersama untuk menyusun rencana kerja. Walaupun sekarang tahun anggarannya tinggal dua bulan, tetapi tentunya kita punya target-target yang harus kita tetapkan untuk menjalankan tugas itu,” jelas Rita.

Konsolidasi tersebut juga akan mencakup penguatan koordinasi lintas pemangku kepentingan. Rita menyebut koordinasi dengan jajaran direksi, para pemegang saham, pemerintah provinsi, serta para bupati dan wali kota se-NTT menjadi bagian penting dari agenda awal kepengurusannya.

Ia juga menyinggung koordinasi dengan kelompok pemegang saham syariah, termasuk pihak dari Jawa Timur, sebagaimana disampaikannya dalam keterangan seusai pelantikan.

"Kemudian setelah kita konsolidasi, kita akan melakukan agenda-agenda kerja, baik dengan direksi maupun dengan menjalin koordinasi dengan pemegang saham Syariah, baik untuk Jawa Timur maupun pemerintah provinsi NTT, juga seluruh bupati dan wali kota sebagai pemegang saham, termasuk yang pemegang saham Syariah. Jadi tentunya satu-dua hari ke depan kita akan rapat untuk menyusun rencana kerja,” tambahnya. **Agustin Luju/E/RHLNTT

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan