Antrean BBM Terjadi Setiap Pagi di Sejumlah SPBU Sumba Barat Daya

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 171x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Antrean BBM Terjadi Setiap Pagi di Sejumlah SPBU Sumba Barat Daya
Salah satu SPBU di Tambolaka, Sumba Barat Daya, Jumat, 2 Oktober 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT/Izal

Sumba Barat Daya, Highlight NTT- Antrean kendaraan terjadi setiap pagi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), NTT. Kondisi tersebut terjadi seiring tingginya jumlah masyarakat yang datang untuk membeli BBM bersubsidi.

Pantauan di lapangan menunjukkan kendaraan roda dua maupun roda empat mulai memadati SPBU sejak pagi, Jumat, 2 Oktober 2026. Banyaknya masyarakat yang membeli BBM subsidi membuat antrean dengan cepat bertambah panjang.

Tingginya jumlah pembeli juga menyebabkan BBM bersubsidi yang tersedia di SPBU lebih cepat terserap. Masyarakat yang datang lebih siang harus mengantre lebih lama dan berisiko tidak mendapatkan BBM subsidi ketika stok telah habis.

Saat ini, terdapat 8 SPBU dan 4 Pertashop yang melayani kebutuhan BBM masyarakat di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya. Dengan jumlah sarana penyalur tersebut, antrean masih terlihat terutama pada pagi hari ketika jumlah pembeli BBM subsidi meningkat.

Di sisi lain, Pemerintah Provinsi NTT menerapkan ketentuan terkait penggunaan BBM bersubsidi melalui Peraturan Gubernur NTT Nomor 13 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pajak Kendaraan Bermotor, Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat.

Dalam ketentuan tersebut, kendaraan yang belum melunasi kewajiban PKB dilarang menggunakan BBM bersubsidi, dan kendaraan bermotor dari luar daerah juga diatur untuk tidak menggunakan BBM bersubsidi di SPBU wilayah NTT.

Kebijakan tersebut berkaitan dengan upaya meningkatkan kepatuhan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) sekaligus memastikan penggunaan BBM bersubsidi sesuai dengan ketentuan.

Pemprov NTT juga menjelaskan bahwa kebijakan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan optimalisasi penerimaan daerah.

Karena itu, tingginya jumlah masyarakat yang membeli BBM bersubsidi perlu diimbangi dengan penyaluran yang tertib dan sesuai ketentuan.

Hal tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan BBM subsidi bagi masyarakat yang berhak sekaligus mengurangi antrean panjang di SPBU.

Masyarakat berharap ketersediaan BBM subsidi dapat memenuhi kebutuhan pengguna akhir serta penyalurannya dilakukan secara tertib, sehingga antrean panjang yang terjadi setiap pagi di sejumlah SPBU SBD dapat diminimalkan.

Hingga saat ini, antrean pada pagi hari masih menjadi pemandangan di sejumlah SPBU di Sumba Barat Daya, terutama ketika jumlah masyarakat yang datang untuk membeli BBM subsidi meningkat. **(Izal)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan