ESDM NTT: Antrean BBM di Kupang Bukan karena Pengurangan Kuota

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 180x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
ESDM NTT: Antrean BBM di Kupang Bukan karena Pengurangan Kuota
Antrean di SPBU TDM, Kota Kupang, belum lama ini Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kota Kupang, HighlightNTT.com– Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut keterlambatan distribusi dari kilang dan kedatangan kapal pengangkut sebagai pemicu kelangkaan serta antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kupang dan beberapa wilayah lainnya.

Kepala Dinas ESDM NTT Viktor Manek mengatakan pasokan BBM tiba di Integrated Terminal (IT) Tenau, Kupang, pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Keterlambatan tersebut berdampak pada pola penyaluran, terutama setelah aktivitas pelayanan pada Minggu mengalami penyesuaian.

"Kami sudah koordinasi dengan Pertamina, hari Minggu yang tidak pelayanan, kemudian dibuka pelayanan. Sehingga boleh dikatakan ada kelangkaan," kata Viktor kepada wartawan di Kota Kupang, Senin, 12 Oktober 2026.

Ia mengatakan, setelah kapal pengangkut tiba, pembongkaran BBM langsung dilakukan dengan total volume 6,5 juta liter. Penyaluran kemudian dipercepat ke sejumlah wilayah di Pulau Timor, termasuk 248 ribu liter untuk 15 SPBU yang tersebar di Kota Kupang.

Ia menegaskan, persoalan tersebut bukan disebabkan oleh pengurangan kuota BBM. Pemerintah memastikan kuota tetap tersedia, sedangkan hambatan yang terjadi lebih berkaitan dengan aspek teknis distribusi.

"Kalau dari aspek kuota tidak ada kendala, hanya ada kendala aspek teknis tadi karena dari asalnya terlambat," ujar dia.

Khusus di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), penyaluran BBM dilakukan melalui skema alih suplai. Langkah ini diambil karena pasokan melalui Fuel Terminal (FT) Atapupu juga mengalami keterlambatan. Pertamina kemudian mengalihkan sebagian pasokan dari IT Tenau di Kupang untuk memenuhi kebutuhan wilayah TTU hingga Atambua.

Viktor berharap percepatan distribusi tersebut dapat mengurai antrean yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sementara itu, penyaluran BBM ke wilayah Flores dan Sumba juga terus dipercepat.

Ia memastikan kebutuhan BBM bersubsidi bagi masyarakat NTT tetap dipenuhi. Namun, pemerintah juga meningkatkan pengawasan terhadap pembelian BBM menggunakan kendaraan modifikasi maupun pengisian dalam jumlah besar yang berpotensi menyimpang dari ketentuan.

Ia menambahkan, pemerintah berkolaborasi dengan Pertamina untuk mengawasi dan menindak SPBU yang melakukan pelanggaran. Praktik pengisian BBM melebihi ketentuan serta penggunaan kendaraan modifikasi menjadi salah satu perhatian utama.

"Kita tidak bisa membalikkan dan beres. Kita lagi mengatur itu, mohon dukungannya," kata dia.

Viktor kembali menegaskan bahwa tidak ada pengurangan kuota BBM di NTT. Ia menyebut keterlambatan pasokan dari kilang menjadi penyebab utama gangguan distribusi yang memicu antrean di sejumlah SPBU.

Pertamina Normalisasi Penyaluran Pertalite

Secara terpisah, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus menyatakan penyaluran BBM jenis Pertalite di Pulau Timor kembali dinormalisasi setelah kapal pengangkut BBM tiba di IT Tenau pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, penyaluran ke seluruh SPBU di Pulau Timor telah dinormalisasi dengan memprioritaskan SPBU yang mengalami peningkatan konsumsi dan kebutuhan BBM. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, Senin, Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa potensi keterlambatan kedatangan kapal pengangkut Pertalite sebelumnya menyebabkan penyesuaian pola penyaluran ke sejumlah SPBU.

Di sisi lain, peralihan sebagian konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat perbedaan harga turut meningkatkan permintaan. Kondisi tersebut menyebabkan antrean di beberapa SPBU sedikit lebih panjang dibandingkan biasanya.

Untuk wilayah Atambua hingga TTU, sebagian pasokan dialihkan melalui IT Tenau guna menjaga kesinambungan distribusi.

Namun, skema tersebut berdampak pada waktu tempuh pengiriman BBM ke SPBU yang sedikit lebih lama dibandingkan pengiriman melalui FT Atapupu.

Pertamina memastikan seluruh SPBU di Pulau Timor tetap beroperasi dan melayani kebutuhan masyarakat. Pertamax juga tetap tersedia sebagai produk alternatif bagi konsumen, khususnya di tengah peningkatan permintaan Pertalite.

Sementara itu, penyaluran Biosolar, Pertamax, dan Pertamina Dex dilaporkan berjalan normal tanpa kendala. Suplai ke SPBU terus dilakukan setiap hari untuk menjaga ketersediaan BBM.

Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga menambah jumlah mobil tangki melalui skema spot charter. Penambahan armada tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dan mempercepat pengiriman BBM, terutama di wilayah Kupang hingga Atambua.

Ahad mengatakan Pertamina terus memantau kondisi di lapangan, terutama perkembangan konsumsi BBM di wilayah timur Pulau Timor.

Pemantauan tersebut menjadi dasar untuk mengoptimalkan pola distribusi dan mempercepat kedatangan kapal pemasok.

“Pertamina Patra Niaga terus memantau perkembangan kebutuhan BBM di lapangan, termasuk peningkatan konsumsi di wilayah timur Pulau Timor," ujar Ahad.

"Kami juga mengoptimalkan koordinasi operasional untuk mempercepat pasokan melalui kapal penyuplai serta memastikan ketersediaan Pertamax sebagai BBM unggulan bagi masyarakat."

"Kami berkomitmen menjaga kelancaran distribusi agar seluruh SPBU tetap dapat melayani kebutuhan energi masyarakat,” tegas dia.

Ia menambahkan, Pertamina akan terus mengoptimalkan pengiriman BBM, kesiapan armada mobil tangki, serta pemantauan stok dan kebutuhan di setiap SPBU.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar pelayanan di SPBU tetap berlangsung tertib. **(EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan