Nyaman dan Strategis, Bupati TTU Dorong Hotel Sasando jadi Pilihan Menginap ASN di Kupang
Kota Kupang, Highlight NTT- Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, menyebut Hotel Sasando di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai tempat menginap yang nyaman.
Ia menilai hotel yang dikelola PD Flobamor itu memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilihan utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dan pemerintah daerah ketika berkegiatan di Kota Kupang.
Hal itu dikatakan Bupati Falen Kebo saat berada di Resto Hotel Sasando, Kota Kupang, Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 13.00 WITA.
"Saya lihat sudah bagus, sudah ada perubahan lah, yang tadinya orang kenal hanya menjadi tempat hiburan kemudian juga bisa balik lagi menjadi tempat orang menginap yang nyaman," kata Bupati Falen.
Ia berharap Hotel Sasando dapat menjadi pilihan yang lebih representatif bagi masyarakat yang membutuhkan tempat menginap di Kota Kupang. Menurut dia, salah satu keunggulan hotel tersebut adalah lokasinya yang strategis.
Purnawirawan TNI AD itu mendorong PD Flobamor sebagai pengelola Hotel Sasando untuk menangkap peluang bisnis dengan baik.
"Dan, satu yang kalian tidak boleh alergi bahwa kalau tidak mampu, berikan kepada pihak yang mampu. Jangan paksakan diri untuk berjalan dengan kemampuan yang terbatas, karena ini adalah bisnis," pesan Bupati TTU itu.
Ia menegaskan Hotel Sasando merupakan aset yang luar biasa dan memiliki nilai strategis yang tidak dimiliki hotel lain di Kota Kupang.
Selain lokasinya yang strategis di Jalan RA Kartini Nomor 1, Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, lanjut dia, hotel tersebut memiliki area parkir yang luas serta banyak gedung pertemuan.
"Saya melihat potensi hotel yang maju ke depan apabila di tangan yang tepat," ujar dia.
Ia mengatakan setiap pemerintah daerah akan datang ke ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk berbagai kegiatan. Demikian pula ASN yang setiap saat mengikuti kegiatan pemerintahan di Kota Kupang.
Oleh karena itu, kata dia, Hotel Sasando dapat menjadi salah satu rujukan tempat menginap bagi ASN dan pemerintah daerah.
Ia mendorong agar pengelola menyiapkan fasilitas yang memadai, menciptakan kenyamanan, sekaligus menetapkan harga yang kompetitif.
"Jangan sampai uang jalannya 500 di sini harganya 700," kata Falen.
Ia juga mengusulkan pemberian potongan harga bagi pemegang "kartu tanda anggota" (KTA) atau ASN. Kebijakan tersebut, kata dia, dapat menjadi strategi untuk membangun pasar yang jelas bagi Hotel Sasando.
"Ada diskon yang diberikan kepada mereka yang memiliki KTA atau berstatus ASN, sehingga ini menjadi market ASN," harap dia.
Bupati Falen menegaskan aset daerah dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola dengan baik.
Oleh karena itu, ia kembali menegaskan bahwa pihak yang diberi tanggung jawab mengelola aset tersebut harus bekerja sesuai dengan visi daerah. **(EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Mediasi Swasti Sari Buntu, Bildad Thonak Pertanyakan Netralitas Kementerian dan Pemprov NTT
Terhambatnya Pasokan dan Kendala Teknis Picu Antrean Panjang BBM di Ruteng
ESDM NTT: Antrean BBM di Kupang Bukan karena Pengurangan Kuota
Bulog Waikabubak Siapkan Bantuan Pangan untuk 3 Kabupaten di Sumba
Antrean BBM Terjadi Setiap Pagi di Sejumlah SPBU Sumba Barat Daya
Dinas Peternakan NTT Kendalikan Pengeluaran Ternak Melalui Kuota
Undana Dorong Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas di Perbatasan Indonesia - Timor Leste
Bedi Roma: Polemik KSP Swasti Sari Jangan Korbankan Pegawai
Bedah #RESET INDONESIA di Kupang, Dandhy Laksono: Setelah 81 Tahun Kemerdekaan, Kesenjangan Ekonomi Masih Ada
KUR BRI Bantu Hana Pertahankan Usaha Kantin di Tengah Persaingan, Kini Punya 2 Pekerja