IPH Beras di Manggarai Raya Melonjak, Bulog dan Pemkab Perkuat Operasi Pasar
Ruteng, HighlightNTT.com- Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras di Manggarai Raya mengalami kenaikan. Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dan Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Manggarai Barat mencatat kenaikan IPH beras tertinggi secara nasional sebesar 5,61 persen. Kabupaten Manggarai Timur berada di posisi kedua dengan kenaikan 4,82 persen, sedangkan Kabupaten Manggarai menempati peringkat ke-14 dengan kenaikan 2,45 persen.
Merespons kenaikan tersebut, Perum Bulog Kantor Cabang Ruteng bersama pemerintah daerah memperkuat intervensi pasar melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta pelaksanaan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga dan menjaga daya beli masyarakat.
Kenaikan IPH beras dipengaruhi keterbatasan pasokan beras komersial lokal akibat siklus musim tanam. Selain itu, distribusi beras dari luar daerah terkendala kerusakan jalur transportasi darat di Pelabuhan Reo. Akibatnya, pasokan dialihkan melalui Pelabuhan Labuan Bajo yang berdampak pada peningkatan biaya logistik pedagang.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Ruteng, Yermi R.F. Djami, mengatakan kenaikan harga terutama terjadi pada beras premium dan medium yang didatangkan dari luar daerah.
“Yang naik itu adalah beras premium sama beras medium yang dari luar. Posisi sekarang ini masyarakat baru musim tanam lagi setelah dampak gempa dan masalah air, makanya produksinya menurun. Terus faktor angkutan juga berpengaruh karena jalur Pelabuhan Reo rusak, jadi suplai barang dialihkan lewat Labuan Bajo,” kata Yermi di Ruteng, Kamis, 22 Oktober 2026.
Bulog Pastikan Stok Beras 5.000 Ton
Di tengah kenaikan IPH beras komersial, Bulog memastikan cadangan beras pemerintah untuk wilayah Manggarai Raya dalam kondisi aman. Saat ini, stok beras yang tersimpan di gudang Bulog Ruteng mencapai 1.800 ton. Selain itu, terdapat 3.200 ton beras yang masih dalam proses pengiriman dan pemuatan.
Dengan total 5.000 ton tersebut, Bulog menilai persediaan beras pemerintah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah Manggarai Raya.
“Untuk ketersediaan beras sendiri di Manggarai Raya ini sangat cukup. Stok ada 1.800 ton punya kita, sementara dalam proses pengiriman dan muat ada 3.200 ton lagi,” ujar Yermi.
Bulog Salurkan Beras SPHP Sesuai HET
Untuk meredam gejolak harga, Bulog mengoptimalkan penyaluran beras SPHP melalui jaringan pasar tradisional yang terdata dalam Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) serta kios Rumah Pangan Kita (RPK).
Di wilayah Zona 2, Harga Eceran Tertinggi (HET) beras SPHP ditetapkan sebesar Rp13.100 per kilogram. Bulog menyatakan penjualan melalui mitra tetap mengacu pada ketentuan tersebut.
Asisten Manajer Pemasaran Perum Bulog Cabang Ruteng, Madiana, mengatakan Bulog memiliki mitra penjualan di dalam maupun di luar pasar untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras SPHP.
“Bulog sudah ada mitra di dalam pasar melalui SP2KP dan di luar pasar ada Rumah Pangan Kita (RPK). Selama ini di mitra kami, beras SPHP tetap dijual sesuai HET yang ada. Bulog tidak pernah menjual harga di atas itu, bahkan ketika terdapat pelaksanaan kegiatan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar, Bulog menjual di harga Rp12.000,” jelas Madiana.
Harga Rp12.000 per kilogram tersebut berlaku saat pelaksanaan Gerakan Pangan Murah atau operasi pasar, sedangkan penjualan melalui mitra tetap mengacu pada HET yang ditetapkan.
TPID dan Satgas Pangan Awasi Harga
Pemantauan pergerakan harga dan kelancaran distribusi pangan di Kabupaten Manggarai dilakukan secara terpadu oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Satuan Tugas (Satgas) Pangan yang dipimpin Kepolisian Resor Manggarai.
Analis Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Manggarai, Esi Dinar, mengatakan pemerintah daerah terus memantau perkembangan IPH dan berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan intervensi pasar berjalan efektif.
“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama TPID dan Satgas Pangan terus memantau pergerakan Indeks Perkembangan Harga secara berkala serta berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pelaksanaan Operasi Pasar dan distribusi beras SPHP berjalan tepat sasaran,” ujar Esi Jumat, 23 Oktober 2026.
Melalui operasi pasar, penyaluran beras SPHP, dan pengawasan rantai pasok, pemerintah daerah bersama Bulog berupaya menjaga stabilitas harga pangan, mempertahankan daya beli masyarakat, serta menekan kenaikan IPH beras di Kabupaten Manggarai. **(Hafiz/HighlightNTT)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Anggota KSP Swasti Sari Kecewa Tak Bisa Tarik Simpanan, Ada yang Ingin Mundur
Mediasi Swasti Sari Buntu, Bildad Thonak Pertanyakan Netralitas Kementerian dan Pemprov NTT
Terhambatnya Pasokan dan Kendala Teknis Picu Antrean Panjang BBM di Ruteng
ESDM NTT: Antrean BBM di Kupang Bukan karena Pengurangan Kuota
Bulog Waikabubak Siapkan Bantuan Pangan untuk 3 Kabupaten di Sumba
Antrean BBM Terjadi Setiap Pagi di Sejumlah SPBU Sumba Barat Daya
Nyaman dan Strategis, Bupati TTU Dorong Hotel Sasando jadi Pilihan Menginap ASN di Kupang
Dinas Peternakan NTT Kendalikan Pengeluaran Ternak Melalui Kuota
Undana Dorong Pengembangan Kawasan Perdagangan Bebas di Perbatasan Indonesia - Timor Leste
Bedi Roma: Polemik KSP Swasti Sari Jangan Korbankan Pegawai