Manfaatkan Aplikasi E-SPMI-BSC, STIKOM Artha Buana Tingkatkan Kompetensi Auditor Internal
Kota Kupang- STIKOM Artha Buana Kupang terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas tata kelola perguruan tinggi melalui penyelenggaraan Pelatihan Audit Mutu Internal (AMI) yang mencakup Audit Dokumen dan Audit Lapangan berbasis Aplikasi E-SPMI-BSC (Balanced Scorecard).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin hingga Selasa, 3–4 Agustus 2026, ini diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan (tendik) di lingkungan STIKOM Artha Buana Kupang.
Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi auditor internal dan seluruh sivitas akademika dalam mengimplementasikan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) secara efektif melalui pemanfaatan teknologi informasi.
Aplikasi E-SPMI-BSC dirancang untuk mendukung seluruh proses audit, mulai dari audit dokumen, audit lapangan, penyusunan temuan, hingga pelaporan hasil audit secara terintegrasi.
Kegiatan menghadirkan Hironimus Tangi, dosen Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Katolik Widya Mandira Kupang sekaligus mahasiswa Program Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang (UM), sebagai pemateri dan fasilitator.
Berbekal pengalaman akademik dan keahlian di bidang penjaminan mutu pendidikan, Hironimus membimbing peserta memahami konsep, mekanisme, serta praktik pelaksanaan Audit Mutu Internal berbasis digital.
Dalam pemaparannya, Hironimus Tangi menegaskan bahwa Audit Mutu Internal merupakan salah satu instrumen strategis dalam menjamin terlaksananya standar mutu pendidikan tinggi.
Ia menjelaskan, audit tidak hanya berfungsi sebagai proses evaluasi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi institusi untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
"Audit Mutu Internal harus dipandang sebagai budaya organisasi yang mendorong peningkatan kualitas secara terus-menerus," kata Tangi.
Melalui pemanfaatan teknologi informasi seperti aplikasi E-SPMI-BSC, jelas dia, proses audit menjadi lebih sistematis, terdokumentasi, objektif, dan menghasilkan rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti secara terukur.
Sementara itu, Ketua STIKOM Artha Buana Kupang, Yohanes Payong, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi institusi dalam memperkuat sistem penjaminan mutu berbasis teknologi informasi.
Ia menuturkan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam membangun perguruan tinggi yang unggul dan adaptif terhadap berbagai perubahan.
Ia berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dalam pelaksanaan Audit Mutu Internal di setiap unit kerja.
"Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis mengenai Audit Mutu Internal, tetapi juga membangun komitmen bersama dalam menumbuhkan budaya mutu di lingkungan STIKOM Artha Buana Kupang," ujar Payong.
Ia menjelaskan bahwa dengan pemanfaatan aplikasi E-SPMI-BSC, proses penjaminan mutu akan menjadi lebih efektif, efisien, transparan, dan terdokumentasi dengan baik.
Pada akhirnya, tambah dia, seluruh hasil audit diharapkan menjadi dasar pengambilan keputusan serta perbaikan berkelanjutan demi meningkatkan kualitas layanan akademik, tata kelola institusi, dan daya saing STIKOM Artha Buana Kupang.
Yohanes menegaskan bahwa implementasi Audit Mutu Internal yang berkualitas akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian Standar Nasional Pendidikan Tinggi, peningkatan akreditasi institusi maupun program studi, serta penguatan budaya evaluasi yang berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Untuk diketahui, melalui pelatihan ini, STIKOM Artha Buana Kupang kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sistem penjaminan mutu yang modern, terintegrasi, dan berbasis digital.
Dengan meningkatnya kompetensi auditor internal serta optimalisasi pemanfaatan teknologi dalam proses audit, setiap unit kerja diharapkan mampu melaksanakan siklus penjaminan mutu secara konsisten.
Selain itu, dapat menghasilkan layanan pendidikan tinggi yang semakin berkualitas, profesional, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan di era digital. ** (EM)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi