IKL Kupang Gelar City Tour Edukatif bagi Kontingen Kwarcab Lembata Jelang Jambore Nasional

Emanuel Boli
Dilihat 134x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
IKL Kupang Gelar City Tour Edukatif bagi Kontingen Kwarcab Lembata Jelang Jambore Nasional
Pengurus Ikatan Keluarga Lembata (IKL) Kupang bersama Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Lembata saat mengunjungi Museum Daerah NTT di Kota Kupang, Selasa, 4 Agustus 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kota Kupang- Pengurus Ikatan Keluarga Lembata (IKL) Kupang menggelar kegiatan City Tour bersama Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Lembata di Kota Kupang, Selasa, 4 Agustus 2026, dimulai sekitar pukul 09.30 WITA hingga 12.30 WITA.

Kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan peserta menjelang keikutsertaan mereka dalam Jambore Nasional di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–21 Agustus 2026 mendatang.

Menggunakan bus Universitas Nusa Cendana, rombongan mengawali perjalanan dengan mengunjungi Museum Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di museum, peserta mendapatkan penjelasan dari petugas museum mengenai sejarah NTT, kekayaan budaya, pengetahuan umum, objek wisata, serta berbagai potensi daerah.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Gubernur NTT untuk melihat secara langsung aktivitas pemerintahan di tingkat provinsi. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Markas Polda NTT.

Di Polda NTT, rombongan dipandu oleh Bripda Angel Leba dari Humas Polda NTT. Para peserta diajak mengenal berbagai fungsi dan tugas kepolisian melalui kunjungan ke sejumlah bidang dan direktorat.

Mereka mengunjungi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT), Bidang Humas, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO), hingga Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba).

Ketua IKL Kupang, Dr. Hamza Huri Wulakada, mengatakan bahwa kegiatan City Tour tersebut telah dipersiapkan jauh hari sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman belajar kepada Kontingen Kwarcab Lembata setelah mengikuti Jamda X NTT.

"Kami sudah mengagendakan sejak jauh-jauh hari agar beberapa titik di Kota Kupang bisa dikunjungi. Minimal ini menjadi cerita dan pengetahuan bagi mereka sebelum mengikuti Jambore Nasional," ujar Dr. Hamza.

Direktur Pascasarjana Universitas Nusa Cendana itu menuturkan bahwa pengalaman yang diperoleh peserta selama mengikuti City Tour akan menjadi pengalaman dan bekal berharga yang dapat dikenang hingga puluhan tahun mendatang.

"Selain menjadi pengalaman tersendiri 10 hingga 20 tahun ke depan, mereka adalah generasi emas yang kita bangun bersama," kata dia.

Dr. Hamza menjelaskan, Museum Daerah NTT dipilih sebagai destinasi pertama karena merupakan ruang pembelajaran yang menghubungkan sejarah dengan masa depan.

"Museum adalah tempat masa lalu dan masa depan dibangun. Keberadaan museum hampir tidak lagi mendapat perhatian. Bahkan mungkin teman-teman di Kota Kupang sendiri jarang berkunjung," tuturnya.

"Adik-adik datang dari jauh agar mereka mengetahui seperti apa kehidupan nenek moyang kita, memahami kondisi saat ini, sekaligus melihat tantangan masa depan yang harus dipersiapkan sejak dini," lanjut dia.

Ia menambahkan, kunjungan ke Kantor Gubernur NTT bertujuan memperkenalkan peserta pada aktivitas pemerintahan daerah sebagai bagian dari proses pembangunan yang kelak akan mereka hadapi sebagai generasi penerus.

"Ke Kantor Gubernur NTT agar mereka melihat aktivitas pemerintahan di sana. Masa depan mereka juga tidak akan terlepas dari berbagai kebijakan dan proses pembangunan yang berlangsung di lingkungan pemerintahan," imbuhnya.

Sementara itu, kunjungan ke Markas Polda NTT dimaksudkan untuk menanamkan semangat bela negara sekaligus membangun kesadaran mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Ini generasi emas yang harus kita jaga bersama. IKL memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun dan membimbing mereka," tegas Dr. Hamza.

Ia juga berpesan kepada seluruh anggota Kontingen Kwarcab Lembata agar menjaga nama baik Lembata selama mengikuti Jambore Nasional di Cibubur.

"Ceritakan tentang sembur paus, bagaimana paus ada di Lembata, NTT, budaya kita, serta tunjukkan persahabatan sebagai sesama anak Indonesia," pesannya.

Sementara itu, Pembina Kwartir Cabang (Kwarcab) Lembata, Sujadi Safrudin, mengaku sangat terkesan dengan rangkaian City Tour yang difasilitasi IKL Kupang.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung seru dan menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar yang tidak diperoleh di ruang kelas serta mempererat kebersamaan antara peserta dengan keluarga besar IKL Kupang.

"Banyak ilmu luar biasa yang kami dapatkan secara langsung di luar kelas. Tidak hanya teori di buku, tetapi pengalaman nyata yang sangat berharga. Pelayanan dan pengaturan jadwal dari Ikatan Keluarga Lembata Kupang juga sangat rapi dan meninggalkan kesan yang mendalam di hati," ujar Sujadi.

Ia berharap program Studi Wisata Budaya seperti ini dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang sehingga semakin banyak generasi muda Lembata memperoleh pengalaman, wawasan, dan pembelajaran yang bermanfaat.

"Semoga kegiatan positif seperti ini terus berlanjut untuk angkatan-angkatan berikutnya, dengan destinasi yang semakin menarik, edukatif, dan menggembirakan," pungkasnya. ** (EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan