Kolaborasi STIKOM Artha Buana, Yayasan CIRMA, dan CJRF Percepat Transformasi Digital
Kota Kupang- STIKOM Artha Buana Kupang menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Project Meet Up dan Penguatan Kapasitas Teknis serta Manajerial Kelembagaan yang diselenggarakan Yayasan CIRMA bekerja sama dengan CJRF.
Kegiatan yang digelar di Hotel Bellavita, Kuanino, Kota Kupang, Rabu (29/7) bertujuan meningkatkan kompetensi organisasi dalam mengelola program, administrasi, serta pemanfaatan teknologi digital guna menghadapi tantangan di era transformasi digital.
Transformasi digital kini menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola organisasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, Yayasan CIRMA bersama CJRF menghadirkan forum pembelajaran yang tidak hanya memperkuat kapasitas teknis, tetapi juga meningkatkan kemampuan manajerial organisasi agar lebih profesional, transparan, dan adaptif.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut adalah pelatihan dan penguatan kapasitas kelembagaan dalam penggunaan aplikasi digital.
Pelatihan menghadirkan Yohanes Payong, S.Kom., M.T., dosen STIKOM Artha Buana Kupang, sebagai narasumber.
Dalam penyampaian materi, ia didampingi oleh Nikolaus B. Making, S.Kom., M.AP., yang turut memberikan pendampingan teknis sekaligus berbagi pengalaman mengenai implementasi teknologi informasi dalam mendukung tata kelola organisasi.
Dalam pemaparannya, Yohanes Payong menegaskan bahwa pemanfaatan aplikasi digital merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas organisasi.
Menurut dia, organisasi yang mampu mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam sistem kerja akan lebih mudah mengelola data, memantau pelaksanaan program, menyusun laporan, hingga memperkuat proses pengambilan keputusan berbasis data.
"Transformasi digital bukan sekadar menggunakan aplikasi, tetapi bagaimana organisasi mampu membangun budaya kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi," " jelas Yohanes Payong dalam keterangan, Senin, 3 Agustus 2026.
"Pengelolaan data yang terstruktur akan menghasilkan layanan organisasi yang lebih efektif, akuntabel, dan berkelanjutan," ujar Payong.
Sementara itu, Nikolaus B. Making menekankan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi faktor utama dalam keberhasilan transformasi digital.
Ia menjelaskan, teknologi hanya akan memberikan manfaat maksimal apabila diimbangi dengan kemampuan pengguna dalam mengoperasikan serta memanfaatkannya secara tepat.
Pelatihan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi penggunaan aplikasi, simulasi pengelolaan data, serta sesi diskusi dan tanya jawab.
Para peserta juga diberikan kesempatan mempraktikkan secara langsung penggunaan aplikasi yang diperkenalkan sehingga dapat memahami proses digitalisasi administrasi dan manajemen kelembagaan secara lebih aplikatif.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan transformasi digital.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, pelatihan ini juga memberikan wawasan mengenai pentingnya inovasi, kolaborasi, serta penerapan tata kelola organisasi yang profesional di era digital.
Partisipasi dosen STIKOM Artha Buana Kupang dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kontribusi keilmuan dan pengalaman praktis yang dimiliki, STIKOM Artha Buana Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta percepatan transformasi digital di berbagai sektor.
Melalui penyelenggaraan Project Meet Up dan Penguatan Kapasitas Teknis serta Manajerial Kelembagaan, Yayasan CIRMA dan CJRF berharap setiap organisasi peserta mampu mengembangkan sistem kerja yang lebih efektif, memanfaatkan teknologi informasi secara optimal, serta memperkuat tata kelola kelembagaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.
Kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil dan perguruan tinggi tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi serta mampu memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat. ** (HS)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi