Pascasarjana dan FKIP Undana Sukses Jadi Host Jalan Sehat "Budayakan Ramah Lingkungan"

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 161x
Waktu Baca ± 4 Min
Bagikan Artikel
Pascasarjana dan FKIP Undana Sukses Jadi Host Jalan Sehat "Budayakan Ramah Lingkungan"
Program Pascasarjana bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menjadi tuan rumah kegiatan jalan sehat bertajuk "Budayakan Ramah Lingkungan" dalam rangka menyambut Dies Natalis Undana ke-64, Jumat (17/7) Kredit: Dok. Panlak

Kupang– Program Pascasarjana bersama Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Nusa Cendana (Undana) sukses menjadi tuan rumah kegiatan jalan sehat bertajuk "Budayakan Ramah Lingkungan" dalam rangka menyambut Dies Natalis Undana ke-64, Jumat (17/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kampus Undana Kota Baru, Kelapa Lima, ini diikuti lebih dari 400 civitas akademika sebagai bagian dari rangkaian menuju puncak perayaan hari jadi universitas.

Mengusung tema besar Dies Natalis ke-64, "Mengabdi untuk Ilmu, Berdampak untuk Bangsa", kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana memperkuat kebersamaan sekaligus mengampanyekan kepedulian terhadap lingkungan melalui aksi nyata.

Berbeda dengan pelaksanaan jalan sehat pada tahun-tahun sebelumnya yang berpusat di Kampus Penfui, kali ini kegiatan digelar di kawasan Kota Baru.

Langkah tersebut menjadi simbol bahwa Undana ingin semakin dekat dengan masyarakat serta menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang hadir dan berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya.

Sebanyak lebih dari 400 peserta yang terdiri atas Rektor, para Wakil Rektor, jajaran dekan, Direktur Pascasarjana, kepala dan koordinator unit, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut.

Seluruh peserta dilepas langsung oleh Rektor Undana Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., dari garis start dan menempuh rute sepanjang lebih dari lima kilometer.

Rute dimulai dari Kampus Undana Kota Baru menuju Jalan Perintis Kemerdekaan, melintasi Gereja Kota Baru dan Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, kemudian menuju Jalan Ade Irma.

Selanjutnya, singgah di Taman Nostalgia untuk melaksanakan aksi pungut sampah dan deklarasi kampanye ramah lingkungan, dilanjutkan melalui Jalan Frans Seda sebelum kembali ke titik awal.

Panitia menjelaskan bahwa rute tersebut dipilih bukan sekadar sebagai lintasan olahraga, tetapi juga mengandung pesan edukatif.

Perjalanan yang melintasi rumah ibadah, kantor pemerintahan, ruang publik, hingga kawasan bersejarah menggambarkan semangat kolaborasi antara dunia akademik, pemerintah, masyarakat, dan nilai-nilai toleransi dalam membangun daerah.

Salah satu agenda utama kegiatan adalah aksi peduli lingkungan melalui kampanye "Budayakan Ramah Lingkungan". Seluruh peserta diwajibkan memungut sampah sepanjang rute menggunakan kantong yang telah disiapkan panitia. Sampah yang terkumpul selanjutnya akan diproses melalui mekanisme daur ulang.

Kegiatan tersebut merupakan implementasi kampanye Green Campus yang menjadi salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) Undana sekaligus bentuk dukungan terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Melalui aksi tersebut, UNDANA ingin menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak.

Setelah seluruh peserta menyelesaikan rute, kegiatan dilanjutkan dengan senam bersama, atraksi zumba, serta tarian tradisional yang melibatkan seluruh sivitas akademika.

Suasana kebersamaan juga terlihat ketika Ketua Senat bersama para anggota, dosen senior, dan sejumlah guru besar mengisi waktu dengan bermain catur sebagai simbol eratnya kebersamaan lintas generasi di lingkungan kampus.

Rektor beserta jajaran pimpinan turut berbaur bersama mahasiswa dan tenaga kependidikan mengikuti senam bersama. Panitia juga menyediakan berbagai kuliner lokal bagi peserta, sebelum kegiatan ditutup dengan pembagian door prize.

Hadiah yang dibagikan pun mengandung pesan edukatif, antara lain tumbler sebagai simbol pengurangan sampah plastik, tas dan dompet untuk mengajak masyarakat membiasakan hidup hemat dan gemar menabung, serta perlengkapan dapur yang merepresentasikan pentingnya pola hidup sehat.

Direktur Pascasarjana Undana Dr. Hamza H. Wulakada, mengatakan bahwa setiap rangkaian kegiatan Dies Natalis harus memiliki makna dan memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan.

"Kami ingin mewarnai setiap rangkaian kegiatan ini dengan makna. Sekecil apa pun kegiatannya, harus ada pesan berdampak yang ditorehkan. Kami ingin inklusivitas benar-benar tercermin dari leburan semua status dalam berolahraga, sekaligus menunjukkan kepedulian sosial dan ekologis kita," kata Doktor Hamza.

"Ini tampak sederhana, tetapi kami menginginkan setiap etape menyambut usia ke-64 Undana ini memiliki makna—itulah ekspresi rasa syukur bersama atas dukungan publik kepada Undana agar terus berdampak ke depannya," lanjut dia.

Ia berharap rangkaian kegiatan selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak mahasiswa agar semakin menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampus sebagai bagian dari perjalanan besar Undana.

Sementara itu, Ketua Panitia Dies Natalis Undana ke-64, Dr. Simplex Asa, mengapresiasi Pascasarjana dan FKIP Undana yang sukses menjadi host pada etape jalan sehat tersebut.

"Kami berharap, semakin dekat dengan puncak acara, rangkaian kegiatan dapat terus diperkaya dengan berbagai program yang lebih bermanfaat dan berdampak nyata," katanya.

"Kami terus melakukan koordinasi lintas unit dan lintas elemen civitas, agar pada usia ke-64 tahun ini Undana benar-benar menjadi milik bersama yang berkontribusi nyata dan berdampak luas," katanya lagi.

Jalan sehat bertema "Budayakan Ramah Lingkungan" menjadi salah satu rangkaian menuju puncak Dies Natalis Undana ke-64 yang diinisiasi oleh Fakultas Hukum dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana selaku panitia besar, dengan Pascasarjana dan FKIP Undana sebagai host kegiatan.

Melalui kegiatan tersebut, Undana menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata di bidang sosial dan lingkungan.

Memasuki usia ke-64 tahun, Undana terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang berdampak bagi masyarakat, melalui semangat merawat bumi, mempererat kebersamaan, serta mengabdi untuk ilmu demi kemajuan bangsa. ** (R/HLNTT02)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan