Lima Mahasiswa STIKOM Artha Buana Kupang Ditempatkan di Lima Desa Kabupaten Belu
Kupang- Sebanyak lima mahasiswa STIKOM Artha Buana Kupang mengikuti Program Mahasiswa Berdampak Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026.
Keikutsertaan tersebut merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat.
Program ini merupakan inisiatif Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) yang bekerja sama dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV.
Program tersebut bertujuan memperkuat peran mahasiswa dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya percepatan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem.
Melalui Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik, mahasiswa didorong menjadi agen perubahan (agent of change) dengan mengedepankan pendekatan kolaboratif, edukatif, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pencapaian target pembangunan berkelanjutan.
Pada pelaksanaan tahun 2026, STIKOM Artha Buana Kupang menempatkan lima mahasiswa di sejumlah desa di Kabupaten Belu.
Selama pelaksanaan KKN, mereka akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
Kelima mahasiswa tersebut adalah:
Nofriano Raselio Kali, ditempatkan di Desa Teun, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.Oktovianus Gama, ditempatkan di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu.
Sementara, Semardi Taneo, ditempatkan di Desa Tialai, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.
Putra Edo, ditempatkan di Desa Halimodok, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu. Dan, Charles Kimku, ditempatkan di Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Selama mengikuti KKN Tematik, para mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat.
Selain melaksanakan edukasi mengenai pencegahan stunting, mereka juga akan terlibat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pendataan sosial, literasi digital, edukasi kesehatan, serta mendukung berbagai program pemerintah desa yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ketua STIKOM Artha Buana Kupang, Yohanes Payong menyampaikan bahwa keikutsertaan mahasiswa dalam Program Mahasiswa Berdampak merupakan wujud nyata komitmen perguruan tinggi dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan mampu berkontribusi terhadap pembangunan daerah.
"Program ini menjadi ruang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, serta kemampuan memecahkan persoalan masyarakat secara langsung," kata Payong.
"Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan dampak positif, khususnya dalam mendukung percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Belu," lanjutnya.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai peserta Kuliah Kerja Nyata, tetapi juga sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung implementasi berbagai program prioritas nasional.
Kehadiran mereka diharapkan mampu menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan terhadap berbagai tantangan pembangunan di daerah.
Partisipasi lima mahasiswa STIKOM Artha Buana Kupang dalam Program Mahasiswa Berdampak KKN Tematik Gerakan NTT Tuntas Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2026 menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian kepada masyarakat.
Pengalaman selama KKN Tematik ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kabupaten Belu, tetapi juga membentuk karakter mahasiswa yang adaptif, inovatif, memiliki jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian yang tinggi sebagai generasi penerus bangsa. ** (HLNTT02)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi