BP3MI NTT Tangani Pemulangan Jenazah PMI ke-99 Asal Sikumana, 14 Tahun Bekerja di Malaysia
Kupang- Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memfasilitasi penjemputan dan pemulangan jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Filpin Tobe (56).
Jenazah Filpin Tobe tiba di Terminal Kargo Bandara El Tari Kupang, Senin (17/8/2026), sekitar pukul 06.00 WITA menggunakan pesawat Citilink QG 602. Filpin diketahui telah bekerja selama 14 tahun di Malaysia dan berstatus sebagai PMI nonprosedural.
Ia meninggal dunia akibat kanker usus dan komplikasi penyakit ginjal. Penanganan jenazah dilakukan oleh Tim Pemberdayaan BP3MI NTT yang terdiri atas Muhamad Geo Amang, Ujang Agus Sugema, Steven Gunawan, dan Achmad Abubakar Sidin.
Setelah tiba di Kupang, petugas BP3MI NTT melakukan penanganan penjemputan dan pemulangan lanjutan jenazah Filpin Tobe.
BP3MI NTT juga memfasilitasi biaya gudang kargo dan biaya pengambilan barang impor khusus. Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans BP3MI NTT menuju rumah duka.
Selain memfasilitasi proses pemulangan, BP3MI NTT memberikan penyuluhan hukum kepada keluarga jenazah mengenai tata cara bekerja ke luar negeri.
Petugas juga menjelaskan bahaya dan dampak pemberangkatan PMI secara nonprosedural sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
BP3MI NTT juga melakukan pengawasan dan pencegahan penempatan PMI secara ilegal melalui penyampaian informasi mengenai peluang kerja di luar negeri, migrasi aman, serta pentingnya menggunakan jalur resmi kepada keluarga PMI.
Dengan penanganan jenazah Filpin Tobe, BP3MI NTT mencatat telah menangani pemulangan 99 jenazah PMI sejak Januari hingga 17 Agustus 2026.
Jenazah PMI ke-98
Sebelumnya, BP3MI NTT juga memfasilitasi penjemputan dan pemulangan jenazah PMI ke-98 atas nama Wilibrodus Kabi, warga Desa Helon Langowuyo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur.
Jenazah Wilibrodus Kabi tiba di Kupang pada Minggu, 16 Agustus 2026, menggunakan pesawat Citilink QG 602 sekitar pukul 06.00 WITA.
Pada hari yang sama, jenazah kemudian dipulangkan menggunakan KM Bukit Siguntang menuju Lewoleba pada pukul 07.00 WITA.
Ketua Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Muhammad Geo Amang mengimbau masyarakat NTT yang ingin bekerja di luar negeri agar mengikuti prosedur resmi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Ia menuturkan, jalur legal memberikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja migran sejak proses keberangkatan, saat bekerja di luar negeri, hingga kembali ke tanah air.
“Karena di sana ada perlindungan-perlindungan yang diberikan kepada para migran, terutama asuransi dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Geo menjelaskan, PMI nonprosedural umumnya menghadapi pekerjaan berat dan kesulitan mendapatkan akses pelayanan kesehatan akibat keterbatasan dokumen resmi.
Selain itu, PMI nonprosedural yang meninggal dunia juga tidak mendapatkan santunan asuransi karena tidak terdaftar sebagai peserta asuransi ketenagakerjaan.
“Seandainya mereka berangkat prosedural, tentu ada uang santunan, uang duka kurang lebih Rp80 juta, dan yang memiliki anak pihak BPJS akan memberikan beasiswa sampai selesai sekolah,” tegasnya. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
BRI Peduli Hadir untuk Warga Terdampak Gempa Nagekeo dan Ngada
Jenazah Petrus Sinun Manuk Tiba di Kupang, Disambut Keluarga, Kwarcab, dan Kwarda NTT
BRI Peduli Jangkau Pengungsi dan Pasien Terdampak Gempa di Maumere
Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Bheramari, Ende, Mahasiswa KKN Unmuh Soroti Jarak dan Biaya Layanan
Lindungi PMI dari Sindikat Narkoba, BP3MI dan BNN NTT Perkuat Sinergi
PMI Asal Kupang Dipulangkan dari Arab Saudi Setelah Berangkat Lewat Jalur Nonprosedural
Jenazah PMI ke-97 Dipulangkan ke NTT, Keluarga Sebut Yustinus Meninggal Disambar Petir
2 Hari Disemayamkan di Biara Susteran PI, Jenazah PMI Asal Lembata Dipulangkan ke Larantuka - Lembata
Jenazah 2 CPMI Korban Kapal Tenggelam saat ke Malaysia Dipulangkan ke Malaka
PMI Asal TTS Meninggal di Malaysia, Penyebab Kematian Masih Menunggu Hasil Laboratorium