Besok, Tiga Anggota DPRD TTU akan Dilaporkan ke Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha Pakaenoni

Emanuel Boli
Dilihat 88x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Besok, Tiga Anggota DPRD TTU akan Dilaporkan ke Polda NTT Terkait Dugaan Intimidasi terhadap Dokter Icha Pakaenoni
Viktor Emanuel Manbait, paman Dokter Icha Pakaenoni Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Besok, Jumat, 3 Juli 2026, keluarga almarhumah dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni akan melaporkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tiga anggota DPRD TTU yang akan dilaporkan, yakni berinisial TL dari Fraksi Partai Golkar, NT dari Fraksi PKB, dan VL dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ketiganya akan dilaporkan atas dugaan melakukan intimidasi terhadap dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, akrab disapa Icha Pakaenoni, saat melayani pasien gigitan ular berbisa di RSU Leona Kefamenanu pada 13 Juni 2026 lalu.

"Jadi, keluarga berencana melaporkan ke Polda NTT pada hari Jumat nanti, lusa ini. Ada keluarga didampingi kuasa hukum," kata Viktor Emanuel Manbait, paman Dokter Icha kepada wartawan di Perumahan RSS Baumata, Rabu, 1 Juli 2026 pukul 22.56 WITA.

Viktor berkata, langkah hukum yang ditempuh keluarga bukan dilakukan setelah Icha meninggal dunia. Ia menjelaskan, ketika kondisi dr. Icha mulai membaik setelah peristiwa dugaan intimidasi yang dialaminya, pihak keluarga bersama Dokter Icha telah lebih dahulu melaporkan persoalan tersebut ke Badan Kehormatan DPRD TTU.

"Sebenarnya keluarga sudah memberikan laporan resmi sejak awal ketika almarhumah masih hidup. Ketika dia sudah merasa sehat, justru saat itu kami sudah melaporkan ke Badan Kehormatan DPRD. Jadi bukan setelah beliau meninggal. Awalnya beliau sudah melaporkan itu dan sudah mulai berproses," jelas Manbait.

Ia menjelaskan, keluarga sebenarnya telah merencanakan membuat laporan polisi pada 29 Juni 2026 terkait dugaan tindak pidana kekerasan psikis dan perundungan yang dialami Dokter Icha.

Ia menegaskan, keluarga kini merasa memiliki tanggung jawab moral untuk melaksanakan amanah Dokter Icha dengan melanjutkan proses hukum.

Lebih lanjut , ia mengungkapkan bahwa sebelum meninggal dunia, dr. Icha Pakaenoni pernah menyampaikan sikapnya terhadap persoalan tersebut.

"Dia (dr. Icha) mengatakan bahwa 'saya memaafkan ketiga anggota DPRD itu, tetapi proses hukumnya harus tetap berjalan'."

Atas dasar itu, kata Viktor, keluarga memutuskan untuk tetap menempuh jalur hukum sebagai bentuk pelaksanaan amanah almarhumah.

Sebelumnya, anggota DPRD TTU berinisial VL yang namanya terseret dalam dugaan intimidasi terhadap dr. Icha menyatakan menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan siap memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diminta oleh aparat penegak hukum.

"Saya menghormati seluruh proses yang sedang berjalan dan siap bekerja sama memberikan keterangan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berwenang," ujarnya saat memberikan klarifikasi pada Minggu, 28 Juni 2026.

Di sisi lain, Kepolisian Resor (Polres) Timor Tengah Utara (TTU) memastikan akan memanggil tiga anggota DPRD Kabupaten TTU untuk dimintai klarifikasi terkait dugaan intimidasi terhada dr. Eliza P. Utami Pakaenoni.

Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote, menyampaikan hal itu saat melayat ke rumah duka di RSS Baumata, Kabupaten Kupang, Sabtu (27/6) malam.

"Kami sudah mengambil keterangan dari teman-teman dokter Icha yang berada saat di lokasi kejadian," tuturnya.

Setelah pemeriksaan saksi selesai, kata dia, pihaknya akan meminta rekam medis dari RS Leona serta berkoordinasi dengan RS Ben Mboi untuk memperoleh hasil pemeriksaan psikologis.

Selain itu, Polres TTU akan memanggil tiga anggota DPRD TTU untuk memberikan klarifikasi. Polisi juga akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD TTU terkait laporan yang akan disampaikan kepada Badan Kehormatan (BK) DPRD.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak ahli pidana dan ahli psikologi apakah kejadian ini ada tindak pidananya," terang Kapolres.

AKBP Eliana menegaskan, Polres TTU berkomitmen menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan terus berkoordinasi dengan pihak keluarga.

Hingga berita ini diturunkan, oknum anggota DPRD TTU berinisial TL dan NT belum berhasil dihubungi untuk dimintai tanggapannya. ** (EB)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan