Baru 13 Hari di Malaysia, PMI Asal Belu Meninggal Dunia dan Dipulangkan ke NTT

Emanuel Boli
Dilihat 81x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Baru 13 Hari di Malaysia, PMI Asal Belu Meninggal Dunia dan Dipulangkan ke NTT
Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI), Julio Dos Santos, asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, saat didoakan di Kargo Bandara El Tari Kupang sebelum dipulangkan ke kampung halamannya. Kredit: Dok. HighlightNTT/EB

Kupang- Jenazah Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), Julio Dos Santos (39), tiba di Kargo Bandara El Tari Kupang,; Senin (8/6/2026) pukul 10.45 WITA menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA 456.

Almarhum merupakan warga Kampung Baru, Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu. Ia meninggalkan seorang istri dan dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah.

"Jadi, jenazah ini yang ke-71 asal NTT yang tiba hari ini," ujar Ujang Agus Sugema, perwakilan Tim Layanan Pemberdayaan BP3MI NTT, Ujang Agus Sugema kepada wartawan di Kargo Bandara El Tari.

Berdasarkan surat yang diterima BP3MI NTT, kata Ujang, penyebab meninggalnya Julio Dos Santos diduga karena penyakit koroner atau sakit jantung.

Selain itu, Ujang mengungkapkan bahwa status keberangkatan almarhum ke Johor, Malaysia dilakukan secara nonprosedural.

"Menurut dari keluarga, ia berangkat ke Kalimantan dulu baru ke Malaysia," katanya.

BP3MI NTT kembali mengingatkan masyarakat yang berencana bekerja di luar negeri agar mengikuti seluruh prosedur yang telah ditetapkan pemerintah guna menjamin perlindungan selama bekerja.

"Kalau dari kami, intinya pemerintah tidak melarang masyarakat, khususnya masyarakat NTT, pergi bekerja ke luar negeri. Namun, kalau bisa sesuai aturan yang berlaku," tutur Ujang.

Ia menambahkan, pekerja migran yang berangkat secara prosedural akan memperoleh perlindungan yang lebih terjamin, mulai dari sebelum keberangkatan, selama bekerja di negara tujuan, hingga setelah bekerja.

Sementara itu, keluarga almarhum, Tuti Haria (34), yang turut menjemput jenazah di Bandara El Tari, mengatakan Julio baru berada di Malaysia selama 13 hari sebelum meninggal dunia.

"Sebelumnya kerja di Kutai Timur, Kalimantan Timur, belum sampai empat bulan. Dia dengan kakaknya ke Kalimantan. Kakaknya tetap di Kutai Timur, dia yang masuk Malaysia," ungkap Tuti.

Di Kargo Bandara El Tari, jenazah disambut oleh lima anggota keluarga yang datang dari Atambua.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan BP3MI NTT, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTT, pihak keluarga, serta Susteran Penyelenggaraan Ilahi.

Suster Laurentina, SDP, yang hadir dalam prosesi penyerahan jenazah menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan dan berharap proses pemulangan jenazah ke kampung halaman berjalan lancar.

Ia juga memimpin doa sebelum jenazah diberangkatkan menuju Desa Kenebibi menggunakan ambulans milik anggota DPR RI Daerah Pemilihan NTT II, Stevano Rizki Adranacus.

Setelah prosesi doa, jenazah kemudian diberangkatkan menuju kampung halamannya untuk dimakamkan oleh keluarga. ** (EB)

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan