RSA Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai, PDI Perjuangan Siap Kawal Bantuan Korban Gempa

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 66x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
RSA Laksamana Malahayati Tiba di Manggarai, PDI Perjuangan Siap Kawal Bantuan Korban Gempa
Ketua DPD PDI Perjuangan NTT, Yunus Takandewa bersama DPP PDI Perjuangan Kredit: FN/HLNTT

Manggarai- Ketua DPD PDI Perjuangan Nusa Tenggara Timur (NTT), Yunus Takandewa, menyambut kedatangan Rumah Sakit Apung (RSA) Laksamana Malahayati di Pelabuhan Kedindi, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Jumat, 4 September 2026.

Kehadiran RSA Laksamana Malahayati merupakan bagian dari misi kemanusiaan PDI Perjuangan untuk membantu masyarakat terdampak gempa Flores.

Bantuan tersebut terutama difokuskan pada pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana.

Yunus Takandewa mengapresiasi gerak cepat misi kemanusiaan tersebut. Menurut dia, kehadiran rumah sakit apung menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan hadir bersama rakyat, terutama ketika masyarakat sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.

“Kami menyampaikan penghormatan dan terima kasih. Kehadiran RS Apung Laksamana Malahayati adalah manifestasi nyata kerja kerakyatan yang menyentuh langsung nadi kehidupan warga,” ujar Yunus.

Ia mengatakan DPD PDI Perjuangan NTT bersama seluruh jajaran di daerah siap mengawal pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan agar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Kami akan mengawal penuh dan memastikan pelayanan serta bantuan ini benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan,” tegasnya.

RSA Laksamana Malahayati membawa tenaga kesehatan, obat-obatan, peralatan medis, serta bantuan logistik untuk mendukung penanganan warga yang terdampak gempa.

Ia menuturkan, kerja kemanusiaan tidak boleh berhenti pada masa tanggap darurat. PDI Perjuangan, kata dia, akan terus hadir mendampingi masyarakat hingga proses pemulihan pascabencana.

“Menangis dan tertawa bersama rakyat. Hadir ketika rakyat membutuhkan,” pungkas Yunus. ** (HP)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan