Eks Relawan Jokowi di NTT: Jokowi, Stop Pencitraan, Rakyat Lagi Susah

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 89x
Waktu Baca ± 5 Min
Bagikan Artikel
Eks Relawan Jokowi di NTT: Jokowi, Stop Pencitraan, Rakyat Lagi Susah
Mantan Sekretaris DPD Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) NTT, Hildebertus Seli Kredit: Dok. Pribadi

Kupang- Besok, Jumat, 31 Juli 2026, mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo dikabarkan akan mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya di Kota Kupang dan sekitarnya.

Menanggapi rencana safari Jokowi, mantan Sekretaris DPD Barisan Relawan Jokowi Presiden (BaraJP) NTT, Hildebertus Seli, menyampaikan pernyataan sikap yang berisi kritik terhadap Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo itu.

Dalam keterangan tertulis, diterima HighlightNTT, Kamis (30/7), Hildebertus mengaku menyesali kepercayaan yang pernah ia berikan kepada Jokowi setelah bertahun-tahun menjadi bagian dari relawan yang memenangkan mantan presiden dua periode tersebut.

Hildebertus mengatakan, dirinya merupakan bagian dari BaraJP sejak 2013 dan berada di garis depan memenangkan Joko Widodo di Nusa Tenggara Timur.

Bersama rekan-rekan relawan lainnya, ia mengaku telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, bahkan nama baik demi meyakinkan masyarakat bahwa Jokowi merupakan harapan baru bagi demokrasi Indonesia.

Ia juga mengingat kembali keterlibatannya dalam penyelenggaraan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BaraJP di Kabupaten Rote Ndao pada 2018 yang dihadiri langsung oleh Joko Widodo.

Ia menyebutkan, momentum tersebut menjadi salah satu bagian dari kerja politik yang turut memperkuat kemenangan Jokowi di NTT pada Pemilihan Presiden 2019.

"Saya masih ingat bagaimana setiap kedatangan Jokowi ke NTT kami sambut dengan semangat yang luar biasa. Kami memperlakukannya dengan penghormatan yang begitu tinggi; dalam perasaan saya saat itu, seolah-olah Tuhan sendiri datang mengunjungi NTT," ungkap dia.

"Begitu besar keyakinan dan harapan yang kami letakkan pada sosok yang kami percaya akan menjaga demokrasi dan kepentingan rakyat," tulis Hildebertus Seli dalam pernyataan sikapnya.

Namun, menurut dia, kondisi tersebut kini telah berubah. Hildebertus menyatakan dirinya menyesali kepercayaan yang pernah diberikan kepada Jokowi.

"Dalam penilaian saya, di penghujung masa kekuasaannya, Jokowi tidak lagi mencerminkan harapan yang dahulu kami perjuangkan," kata dia.

Saya melihat arah politik yang berkembang justru membuat saya mempertanyakan komitmen terhadap demokrasi, etika kekuasaan, dan semangat reformasi," lanjutnya.

Sebagai mantan relawan, Hildebertus menilai perjuangan yang selama ini dilakukan telah disia-siakan. Ia menyatakan bahwa perjuangan para relawan, menurut penilaiannya, bukan untuk melahirkan praktik politik yang menimbulkan kesan bahwa kepentingan kekuasaan ditempatkan di atas kualitas demokrasi.

Ia juga menyoroti kondisi masyarakat yang, menurutnya, tengah menghadapi berbagai kesulitan. Oleh karena itu, ia berpendapat bahwa yang dibutuhkan saat ini bukan pencitraan politik atau manuver untuk menjaga popularitas.

Ia berharap, Joko Widodo menunjukkan sikap kenegarawanan, tanggung jawab moral, serta dukungan nyata terhadap pemerintahan yang sedang menghadapi berbagai tantangan.

"Saya tidak akan diam hanya karena pernah menjadi relawan. Kesetiaan kepada demokrasi harus lebih besar daripada kesetiaan kepada seorang tokoh. Ketika saya menilai demokrasi mengalami kemunduran, maka berbicara adalah kewajiban moral," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Hildebertus menyampaikan pesan yang ditujukan kepada Joko Widodo. "Jokowi, stop pencitraan. Rakyat lagi susah. Dengarkan suara rakyat, bukan tepuk tangan kekuasaan," tutupnya.

DPW PSI NTT Ajak Masyarakat Sambut Kedatangan Jokowi di Kupang

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Christian Widodo, mengajak seluruh masyarakat NTT untuk menyambut kedatangan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), yang dijadwalkan menghadiri sejumlah agenda di Kota Kupang pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Menurut Christian Widodo, kunjungan Jokowi ke Kupang merupakan bagian dari pemenuhan undangan masyarakat sekaligus menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kota Kupang.

Selain mengikuti agenda internal partai, Jokowi juga dijadwalkan menghadiri kegiatan Jalan Santai dalam rangka Car Free Day serta Karnaval Gajah bersama masyarakat.

"Pak Jokowi datang ke Kupang dalam rangka memenuhi undangan masyarakat sekaligus menghadiri Rakorda DPD PSI Kota Kupang. Ini menjadi momentum kebersamaan yang sangat dinantikan oleh masyarakat Nusa Tenggara Timur," kata Christian Widodo, sebagaimana dilansir dari seputarntt.com.

Berdasarkan agenda yang telah disusun, kegiatan Jalan Santai akan dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026, pukul 06.00 WITA di kawasan El Tari, Kupang. Sementara itu, Karnaval Gajah akan digelar pada pukul 15.00 WITA di kawasan LLBK.

Christian mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kedatangan Jokowi sangat tinggi. Menurutnya, banyak warga telah lama menantikan kesempatan untuk kembali bertemu secara langsung dengan mantan Presiden RI tersebut.

"Banyak yang rindu dengan Pak Jokowi. Masyarakat sudah tidak sabar untuk bertemu langsung dengan beliau. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat datang bersama-sama menyambut kehadiran Pak Jokowi dalam suasana yang penuh kebersamaan," ujarnya.

Ia menilai, kehadiran Jokowi tidak hanya menjadi daya tarik bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, semangat gotong royong, dan optimisme dalam membangun daerah.

"Kegiatan ini bukan sekadar jalan santai maupun karnaval. Ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, mempererat persaudaraan, dan menunjukkan semangat kebangsaan yang selama ini menjadi kekuatan bangsa Indonesia," katanya.

Christian menambahkan, kegiatan Car Free Day di kawasan El Tari menjadi simbol gaya hidup sehat sekaligus wadah interaksi masyarakat. Sementara itu, Karnaval Gajah di kawasan LLBK diharapkan menjadi panggung yang menampilkan kekayaan budaya serta kreativitas masyarakat NTT.

Christian mengimbau seluruh masyarakat yang akan mengikuti rangkaian kegiatan agar bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kebersihan sehingga seluruh agenda dapat berlangsung dengan lancar serta memberikan kesan positif bagi seluruh tamu dan peserta yang hadir. ** (R/001/SN)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan