KPU Lembata Dampingi Miniatur Pemilu di SMAS Frater Don Bosco, Ada Surat Suara Tidak Sah
Lewoleba- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata mendampingi pelaksanaan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) SMAS Frater Don Bosco Lewoleba, Sabtu, 12 September 2026.
Pemilihan tersebut dikemas sebagai miniatur pemilihan umum (pemilu) untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses dan mekanisme demokrasi.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMAS Frater Don Bosco itu dihadiri Anggota KPU Kabupaten Lembata, Ibrahim Kader dan Paulina Yesus Bengan Tokan, bersama sejumlah staf.
Pemilihan dilaksanakan menggunakan empat TPS (Tempat Pemungutan Suara), sesuai hasil bimbingan teknis (bimtek) dan simulasi yang dilakukan KPU Kabupaten Lembata bersama panitia pemilihan OSIS pada Jumat, 11 September 2026.
Dalam pelaksanaannya, para siswa mengikuti seluruh tahapan pemilihan, mulai dari menyerahkan surat undangan, mengantre, menunggu panggilan untuk mencoblos di bilik suara, hingga mencelupkan jari ke tinta sebagai tanda telah menggunakan hak pilih.
Paulina mengatakan pelaksanaan miniatur pemilu dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAS Frater Don Bosco berjalan dengan baik dan dapat dikatakan sukses, terlebih kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan.
"Melalui kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses dan mekanisme demokrasi, bukan hanya melalui teori, tetapi juga praktik," ujar Bengan Tokan.
Ia mengatakan, proses pembelajaran demokrasi itu berlangsung mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara, hingga rapat pleno untuk menetapkan dan mengumumkan calon terpilih. Seluruh tahapan dilakukan dan diikuti oleh para siswa.
Paulina juga mengucapkan selamat kepada pasangan calon yang terpilih. Ia berharap pengurus OSIS terpilih dapat menjalankan amanah dengan baik.
Dalam pemilihan tersebut, Bengan Tokan dan Paokuma bersama staf KPU Kabupaten Lembata turut berkeliling ke setiap TPS untuk memantau dan memastikan seluruh tahapan pemungutan hingga penghitungan suara berjalan dengan baik.
Para siswa terlihat aktif mengikuti setiap arahan dengan tertib. Namun, pelaksanaan pemilihan juga diwarnai sejumlah dinamika. Di antaranya terdapat pemilih tambahan dari siswa pindahan dan guru yang datang ke TPS tanpa membawa surat undangan.
Selain itu, ditemukan surat suara yang dicoblos pada dua calon sekaligus sehingga dinyatakan tidak sah. Berbagai dinamika tersebut menjadi pengalaman langsung bagi para siswa untuk memahami bahwa setiap proses pemilu membutuhkan ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab bersama.
7 Pasangan Calon (Paslon)
Sebelum pelaksanaan pemungutan suara, KPU Kabupaten Lembata telah melakukan sosialisasi menuju pemilihan OSIS di SMA Frater Don Bosco, Lewoleba, pada Kamis, 10 September 2026.
Sosialisasi yang berlangsung di aula sekolah tersebut menghadirkan Anggota KPU Kabupaten Lembata Paulina Y. B. Tokan dan Ibrahim Kader yang didampingi staf. Kegiatan diawali dengan penyampaian visi dan misi para calon.
Dalam pemilihan tersebut terdapat tujuh pasangan calon (paslon) Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMAS Frateran Don Bosco untuk periode 2026–2027.
Dalam pemaparannya saat sosialisasi, Paulina menjelaskan bahwa pemilihan OSIS merupakan miniatur pemilu. Ia memperkenalkan asas pemilu yang dikenal dengan Luber dan Jurdil, yakni langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.
"Asas pemilihan itu ada Luber dan Jurdil, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil. Adik-adik semua akan melakukan pemilihan secara langsung di hari Sabtu, 12 September 2026, nah itu tidak bisa diwakilkan. Adik-adik harus datang sendiri,"tegas Paulina.
Ia berharap sinergi yang telah dibangun KPU Kabupaten Lembata dengan SMA Frater Don Bosco dapat menjadi sumber untuk menanamkan budaya demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat serta terus mengakar kuat di lingkungan sekolah.
Sementara itu, Ibrahim memberikan arahan khusus kepada panitia pelaksana mengenai mekanisme pemilihan. Ia menjelaskan kebutuhan jumlah TPS yang diperlukan untuk mengakomodasi jumlah siswa yang mencapai kurang lebih 600 siswa.
Untuk diketahui, miniatur pemilu tersebut, para siswa memperoleh pengetahuan mengenai demokrasi secara teoritis, dan juga berkesempatan mempraktikkan secara langsung tahapan pemilihan, sebagaimana proses yang berlangsung dalam pemilu. ** (EB)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Rapat Kerja Internal STIKOM Artha Buana Kupang Bahas Persiapan Reakreditasi
Doktor Seni Pertama NTT Ungkap Transformasi Makna Tenun Atoin Meto dalam Orasi Ilmiah Wisuda Undana
Potret Kehidupan Warga Timor Timur di Indonesia Akan Dibukukan
Mahasiswa KKN UMKoe Edukasi Siswa SDK Nangakeo tentang Antibullying dan Literasi
Terpilih Lagi, Johanis Jermias Siapkan Hilirisasi Riset dan Penguatan Peran Mahasiswa Politani Kupang
Raih 37 Suara, Johanis Jermias Kembali Terpilih sebagai Direktur Politani Kupang
STIPAS Keuskupan Agung Kupang Seleksi Mahasiswa Baru melalui TPA dan Wawancara
STIKOM Artha Buana Kupang Lepas 47 Mahasiswa Magang untuk Perkuat Kompetensi dan Kesiapan Kerja
Manfaatkan Aplikasi E-SPMI-BSC, STIKOM Artha Buana Tingkatkan Kompetensi Auditor Internal
Angel Leba, Polisi Humanis yang Sambut Hangat Kontingen Kwarcab Lembata di Polda NTT