Ketua HKTI Lembata Paul Dolu: Bendera HKTI Harus Berkibar sampai Desa

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 55x
Waktu Baca ± 3 Min
Bagikan Artikel
Ketua HKTI Lembata Paul Dolu: Bendera HKTI Harus Berkibar sampai Desa
Ketua DPC HKTI Lembata, Paulus Makarius Dolu saat menerima panji HKTI Lembata dari Waketum OKK DPN HKTI, Sonny Soerojo Junior di Aula Hotel Harper, Kota Kupang, Selasa, 12 September 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT

Kota Kupang- Ketua DPC Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lembata periode 2026–2031, Paulus Makarius Dolu, mengatakan HKTI akan memperjuangkan terwujudnya kemandirian pangan di Kabupaten Lembata.

Ia berkata, HKTI akan memperluas keberadaan organisasi hingga tingkat desa. Langkah itu dilakukan dengan menggandeng Pemerintah Kabupaten Lembata dan penyuluh pertanian lapangan (PPL) untuk memastikan kebutuhan petani dapat terpenuhi.

“Kita berjuang di bawah bendera HKTI untuk memastikan Lembata yang kabupaten satu pulau ini mandiri pangan,” kata Paul Dolu usai kegiatan pelantikan DPC HKTI se- NTT di Aula Hotel Harper, Kota Kupang, Selasa (15/9).

Menurut dia, keberadaan HKTI di tingkat desa diperlukan agar organisasi dapat lebih dekat dengan petani sekaligus memfasilitasi berbagai kebutuhan mereka.

Upaya tersebut, kata Paulus, akan dilakukan seirama dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto, yakni swasembada pangan.

Selain sektor pertanian, mantan Wakil Ketua DPRD Lembata itu mengatakan HKTI Lembata juga akan memperjuangkan kemajuan nelayan dan peternak.

Pelantikan pengurus HKTI Kabupaten/Kota se-NTT dilakukan oleh Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI periode 2025–2030, Sonny Soerojo Junior.

Sonny secara resmi melantik 22 pengurus yang terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara DPC HKTI kabupaten/kota se-Nusa Tenggara Timur.

Dia mengatakan penyelesaian kepengurusan HKTI di tingkat DPD dan DPC seluruh Indonesia ditargetkan rampung pada 2026. Setelah itu, organisasi akan memperluas struktur hingga tingkat kecamatan dan desa pada 2027.

“Tahun ini, 2026, seluruh DPD, DPC selesai, itu target kita. Tahun 2027, target kita adalah PAC dan juga pengurus ranting. PAC itu tingkat kecamatan, pengurus ranting tingkat desa,” kata Sonny dalam sambutannya.

Ia melanjutkan, target tersebut berarti pada 2027 seluruh desa di Indonesia diharapkan telah memiliki kepengurusan HKTI.

"Jadi, tahun 2027 seluruh desa yang di Indonesia itu ada HKTI-nya. Sehingga, tahun 2028 target kita 1 juta kader HKTI, kalau bisa meningkat, jauh lebih baik,” harap dia.

Sementara itu, Fernando Jose Osorio Soares terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Nusa Tenggara Timur periode 2026–2031.

Setelah terpilih secara aklamasi, Fernando mengatakan HKTI akan hadir lebih dekat dengan petani untuk memperjuangkan kesejahteraan mereka.

Organisasi itu juga akan memperjuangkan akses terhadap pupuk, bibit, alat pertanian, hingga penyelesaian persoalan lahan petani.

“Saya oleh mayoritas, hampir semua pengurus kabupaten dan kota, meminta saya sebagai Ketua HKTI Provinsi NTT dan saya memutuskan untuk menerima,” kata Soares.

Ia menuturkan keberadaan HKTI penting bagi NTT karena hampir 50 persen masyarakat di provinsi tersebut bermata pencaharian di sektor pertanian.

“Kami HKTI merasa bahwa kita harus hadir di tengah-tengah petani kita. Kita harus hadir di tengah-tengah sawah mereka. Kita memberikan kepastian bahwa petani kita harus naik kelas, petani kita harus mencapai kesejahteraan,” ujar Nando Soares. **(RHLNTT001)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan