Aliansi NTT Menggugat Demo 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Sampaikan 15 Tuntutan
Kupang, HighlightNTT.com- Aliansi NTT Menggugat menggelar demonstrasi di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Selasa, 20 Oktober 2026, petang hingga malam.
Dalam aksi untuk mengevaluasi dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu, massa menyampaikan 15 tuntutan terkait kebijakan nasional dan persoalan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Aliansi tersebut terdiri atas dua organisasi gerakan mahasiswa, yakni Front Mahasiswa Nasional (FMN) Kupang dan Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) Eksekutif Kota Kupang.
Koordinator Umum Aliansi NTT Menggugat, Rise Ha'e, mengatakan bahwa selama dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, rakyat Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan yang menurutnya mencerminkan penindasan dan eksploitasi.
“Kalau kita uraikan dari awal kepemimpinan, awal berkuasanya Prabowo Subianto, tentu tidak ada satu pun program, tidak ada satu pun kebijakan dari rahim Prabowo yang benar-benar menyelesaikan persoalan rakyat Indonesia,” ujar Rise dalam orasinya.
Sementara itu, Koordinator Lapangan, Yali Fariyon, menilai sejumlah regulasi dan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah lebih mengutamakan kepentingan elite daripada kepentingan masyarakat.
“Kami, rakyat tertindas, merasa bahwa itu tidak adil. Itu adalah ketertindasan yang lahir dari sistem Prabowo-Gibran,” kata Yali.
Atas dasar itu, Aliansi NTT Menggugat mendesak evaluasi besar-besaran terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran.
Mereka juga menyoroti kondisi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), khususnya di kawasan Indonesia timur.
Aliansi NTT Menggugat, kata Yali, terus menyuarakan berbagai persoalan yang dialami masyarakat di wilayah timur Indonesia agar mendapat perhatian pemerintah pusat.
Dalam aksi tersebut, Aliansi NTT Menggugat menyampaikan 15 tuntutan yang mencakup kebijakan program pemerintah, persoalan lingkungan, pendidikan, agraria, energi, hingga kebutuhan pokok masyarakat.
Berikut 15 tuntutan Aliansi NTT Menggugat:
1. Stop MBG, KDMP, dan Yonif TP.
2. Hentikan militer di ranah sipil.
3. Turunkan harga kebutuhan pokok rakyat.
4. Bubarkan IMF-WB.
5. Wujudkan reforma agraria sejati dan bangun industrialisasi nasional.
6. Wujudkan pendidikan gratis yang ilmiah, demokratis, dan mengabdi pada rakyat.
7. Padamkan api, selamatkan rakyat.
8. Hukum berat korporasi pembakar hutan.
9. Tambahkan dan dan perbaikan sistem BNPB secara adil.
10. Segera cabut KepMen ESDM No.2268/K/30/MEM/2017 tentang penetapan Flores sebagai pulau panas bumi.
11. Segera Cabut SK Menteri KLHK No. 357 tentang penetapan Hutan Laob Tambnes sebagai hutan produksi tetap.
12. Cabut SK Menteri KLHK No. 946 Tahun 2024 tentang perubahan fungsi status Cagar Alam Mutis menjadi Taman Nasional.
13.Tolak geotermal di Nusa Tenggara Timur.
14. Pemerintah segera selesaikan kelangkaan BBM di NTT.
15. Turunkan harga BBM dan Kebutuhan pokok rakyat. **(Eman Boli)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Reza Arief Dewanto jadi Kapolda NTT, Rudi Darmoko Pindah ke Mabes Polri
Lewati Seleksi Ketat dan Latihan 6 Bulan, 8 Personel Polda NTT Siap Bertugas di Afrika Tengah
Mahasiswa dan Warga Demo di Polda NTT Tuntut Reformasi Agraria
Hari Tani Nasional, Massa RARN NTT Desak Penyelesaian Konflik Agraria
Bos BGN Sebut Fernando Soares Dikenal Prabowo Sejak Bayi: Apa yang Diminta Mestinya Ada Semua
Ketum HKTI Sudaryono Siap Bantu Petani NTT, dari Kultivator hingga Sumur Bor
Ketua DPN HKTI Sudaryono: Irigasi Terdampak Gempa jadi PR Pertanian NTT
Kepala BGN Sudaryono Makan MBG Bersama Siswa SDK St Arnoldus Penfui
20 Pemuda NTB dan NTT Ikuti Bung Hatta Youth Leadership Program 2026 di Mataram
Presiden Prabowo Tiba di Nagekeo, Tinjau Penanganan Gempa Flores