Hari Tani Nasional, Massa RARN NTT Desak Penyelesaian Konflik Agraria

Redaksi HighlightNTT
Dilihat 171x
Waktu Baca ± 2 Min
Bagikan Artikel
Hari Tani Nasional, Massa RARN NTT Desak Penyelesaian Konflik Agraria
Massa RARN NTT saat menyampaikan aspirasi di depan Kantor Gubernur NTT, Kamis, 24 September 2026 Kredit: Dok. HighlightNTT/Izal

Kupang, Highlight NTT– Aliansi Reforma Agraria Rakyat Nusantara (RARN) NTT menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026), di Kota Kupang.

Aksi yang diikuti sekitar 80 orang tersebut berlangsung di tiga titik, yakni Polda NTT, DPRD NTT, dan Kantor Gubernur NTT. Massa menyuarakan percepatan reforma agraria serta penyelesaian berbagai konflik agraria di NTT.

Aksi diawali dengan orasi di depan Polda NTT sekitar pukul 10.10 WITA. Setelah itu, massa bergerak menuju DPRD NTT dan tiba sekitar pukul 11.30 WITA.

Di DPRD NTT, perwakilan lembaga tersebut menyampaikan bahwa anggota/pimpinan DPRD sedang melaksanakan tugas di Jakarta.

Massa kemudian mendapat informasi mengenai rencana pertemuan dengan perwakilan massa pada Selasa untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.

Sekitar pukul 12.50 WITA, aksi di DPRD NTT selesai dan massa bergerak menuju Kantor Gubernur NTT. Di lokasi tersebut, massa kembali menyampaikan sejumlah persoalan agraria, termasuk persoalan status dan penguasaan tanah masyarakat serta kawasan yang disebut masuk dalam kawasan hutan.

Pemprov NTT Catat Aspirasi Massa

Di depan Kantor Gubernur NTT, massa diterima Zeth Sony Libing Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT.

Zeth Sony menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur NTT yang sedang berada di Jakarta.

Ia mengatakan, Pemprov NTT telah mencatat berbagai aspirasi yang disampaikan massa, khususnya terkait persoalan agraria dan kawasan hutan.

Menurutnya, aspirasi masyarakat tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur NTT dan selanjutnya diteruskan kepada pemerintah pusat serta Komisi II DPR RI.

"Kami telah mencatat masukan-masukan bapak dan ibu sekalian. Kami akan laporkan kepada Pak Gubernur, kemudian kami juga akan bersurat kepada pemerintah pusat atas masukan-masukan yang disampaikan," ujar Zeth Sony.

Ia juga membuka ruang bagi massa untuk kembali berdiskusi dengan Pemprov NTT guna membahas persoalan agraria secara lebih mendalam.

Desak Kepastian Hak Atas Tanah

Dalam orasinya, massa meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan reforma agraria dan menyelesaikan konflik pertanahan yang masih terjadi di NTT.

Massa juga menyoroti persoalan masyarakat yang tinggal dan mengelola lahan yang disebut masuk dalam kawasan hutan.

Mereka meminta adanya kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak masyarakat atas tanah yang telah ditempati dan dikelola.

Aksi kemudian berakhir sekitar pukul 15.00 WITA. **(Izal)

Reaksi Pembaca:

Kolom Komentar

Suara Pembaca


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan
Sponsored
Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Sponsored Content Teman Cerita - Bukan Cerita Biasa
Pasang Iklan