Hari Tani Nasional, Massa RARN NTT Desak Penyelesaian Konflik Agraria
Kupang, Highlight NTT– Aliansi Reforma Agraria Rakyat Nusantara (RARN) NTT menggelar aksi demonstrasi dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional, Kamis (24/9/2026), di Kota Kupang.
Aksi yang diikuti sekitar 80 orang tersebut berlangsung di tiga titik, yakni Polda NTT, DPRD NTT, dan Kantor Gubernur NTT. Massa menyuarakan percepatan reforma agraria serta penyelesaian berbagai konflik agraria di NTT.
Aksi diawali dengan orasi di depan Polda NTT sekitar pukul 10.10 WITA. Setelah itu, massa bergerak menuju DPRD NTT dan tiba sekitar pukul 11.30 WITA.
Di DPRD NTT, perwakilan lembaga tersebut menyampaikan bahwa anggota/pimpinan DPRD sedang melaksanakan tugas di Jakarta.
Massa kemudian mendapat informasi mengenai rencana pertemuan dengan perwakilan massa pada Selasa untuk menindaklanjuti aspirasi yang disampaikan.
Sekitar pukul 12.50 WITA, aksi di DPRD NTT selesai dan massa bergerak menuju Kantor Gubernur NTT. Di lokasi tersebut, massa kembali menyampaikan sejumlah persoalan agraria, termasuk persoalan status dan penguasaan tanah masyarakat serta kawasan yang disebut masuk dalam kawasan hutan.
Pemprov NTT Catat Aspirasi Massa
Di depan Kantor Gubernur NTT, massa diterima Zeth Sony Libing Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT.
Zeth Sony menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran Gubernur NTT yang sedang berada di Jakarta.
Ia mengatakan, Pemprov NTT telah mencatat berbagai aspirasi yang disampaikan massa, khususnya terkait persoalan agraria dan kawasan hutan.
Menurutnya, aspirasi masyarakat tersebut akan dilaporkan kepada Gubernur NTT dan selanjutnya diteruskan kepada pemerintah pusat serta Komisi II DPR RI.
"Kami telah mencatat masukan-masukan bapak dan ibu sekalian. Kami akan laporkan kepada Pak Gubernur, kemudian kami juga akan bersurat kepada pemerintah pusat atas masukan-masukan yang disampaikan," ujar Zeth Sony.
Ia juga membuka ruang bagi massa untuk kembali berdiskusi dengan Pemprov NTT guna membahas persoalan agraria secara lebih mendalam.
Desak Kepastian Hak Atas Tanah
Dalam orasinya, massa meminta pemerintah mempercepat pelaksanaan reforma agraria dan menyelesaikan konflik pertanahan yang masih terjadi di NTT.
Massa juga menyoroti persoalan masyarakat yang tinggal dan mengelola lahan yang disebut masuk dalam kawasan hutan.
Mereka meminta adanya kepastian hukum serta perlindungan terhadap hak masyarakat atas tanah yang telah ditempati dan dikelola.
Aksi kemudian berakhir sekitar pukul 15.00 WITA. **(Izal)
Kolom Komentar
Suara Pembaca
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!
Rekomendasi Redaksi
Cari Berita
Trending NTT
Reza Arief Dewanto jadi Kapolda NTT, Rudi Darmoko Pindah ke Mabes Polri
Lewati Seleksi Ketat dan Latihan 6 Bulan, 8 Personel Polda NTT Siap Bertugas di Afrika Tengah
Mahasiswa dan Warga Demo di Polda NTT Tuntut Reformasi Agraria
Bos BGN Sebut Fernando Soares Dikenal Prabowo Sejak Bayi: Apa yang Diminta Mestinya Ada Semua
Ketum HKTI Sudaryono Siap Bantu Petani NTT, dari Kultivator hingga Sumur Bor
Ketua DPN HKTI Sudaryono: Irigasi Terdampak Gempa jadi PR Pertanian NTT
Kepala BGN Sudaryono Makan MBG Bersama Siswa SDK St Arnoldus Penfui
20 Pemuda NTB dan NTT Ikuti Bung Hatta Youth Leadership Program 2026 di Mataram
Presiden Prabowo Tiba di Nagekeo, Tinjau Penanganan Gempa Flores
HUT RI Ke-81, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur